Kamus Obat

Amfetamin

December 8, 2020 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Amfetamin adalah golongan obat stimulator saraf pusat yang bisa digunakan untuk mengobati beberapa kondisi medis tertentu. Namun, obat ini dapat menyebabkan ketagihan (adiksi) apabila digunakan tidak berdasarkan petunjuk medis.

Obat ini sering disalahgunakan sebelum akhirnya dikeluarkan peraturan baru mengenai obat-obatan narkotika. Di era sekarang, obat ini telah dimanfaatkan untuk mengobati beberapa masalah kesehatan manusia.

Yuk, simak penjelasan amfetamin obat apa, cara minum, dosis, dan informasi lebih detail berikut ini!

Untuk apa obat amfetamin?

Amfetamin adalah obat stimulan saraf pusat (SSP) yang digunakan dalam pengobatan gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD) dan narkolepsi.

Terkadang, obat ini juga digunakan untuk mengobati obesitas pada orang yang mengalami kesulitan menurunkan berat badan meskipun telah diet dan melakukan aktivitas lain.

Obat ini bekerja dengan memengaruhi bahan kimia di otak dan saraf yang berkontribusi pada tingkat hiperaktif dan kontrol impuls manusia.

Apa fungsi dan manfaat obat amfetamin?

Amfetamin berfungsi mengobati beberapa gangguan saraf yang umum berikut:

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan otak yang memengaruhi cara seseorang memerhatikan, cara duduk dan diam, serta mengontrol perilaku.

Gangguan ini biasa terjadi pada anak-anak dan remaja dan dapat berlanjut hingga dewasa.

ADHD adalah gangguan mental yang paling sering didiagnosis pada anak-anak. Anak laki-laki lebih cenderung mengidap ADHD daripada anak perempuan.

Biasanya gangguan ini terlihat selama tahun-tahun awal sekolah, ketika seorang anak mulai memiliki masalah dalam memerhatikan.

ADHD tidak dapat dicegah atau disembuhkan. Namun, diagnosis lebih awal, ditambah dengan perawatan dan rencana pendidikan yang baik, dapat membantu anak atau orang dewasa dengan ADHD mengatasi gejala mereka.

Gejala ADHD yang telah terdiagnosis dapat ditangani dengan pengobatan dan terapi.

Pengobatan ADHD biasa diberikan obat stimulan yang dapat membantu mengontrol perilaku hiperaktif dan impulsif serta meningkatkan tingkat perhatian.

Amfetamin adalah obat alternatif pertama yang dapat direkomendasikan karena dapat bekerja efektif untuk mengatasi gejala ADHD.

Gangguan tidur narkolepsi

Narkolepsi merupakan gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari dan serangan tidur yang tiba-tiba. Orang yang mengidap narkolepsi sering merasa sulit untuk tetap terjaga dalam jangka waktu lama, apa pun situasinya.

Terkadang, narkolepsi dapat disertai dengan hilangnya tonus otot secara tiba-tiba (katapleksi) yang dapat dipicu oleh emosi yang kuat.

Narkolepsi yang terjadi dengan katapleksi disebut narkolepsi tipe 1. Narkolepsi yang terjadi tanpa katapleksi dikenal sebagai narkolepsi tipe 2.

Narkolepsi adalah kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi gejalanya.

Obesitas

Obesitas merupakan penyakit kompleks di mana kondisi tubuh terlalu banyak lemak.

Obesitas bisa menjadi berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit lain, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu.

Ada banyak alasan mengapa sebagian orang sulit menghindari obesitas. Biasanya, obesitas disebabkan oleh faktor keturunan, faktor lingkungan, serta faktor pola makan dan gaya hidup.

Amfetamin akan diberikan dalam pengobatan obesitas apabila penderita dirasa sudah tidak mampu menurunkan berat badan dengan cara konvensional. Penggunaan obat ini harus dengan pengawasan ketat dari dokter.

Depresi yang resistan terhadap pengobatan (TRD)

Kondisi ini digunakan sebagai istilah dalam psikiatri klinis untuk menggambarkan suatu kondisi yang memengaruhi orang dengan gangguan depresi mayor (MDD).

Orang dengan depresi yang resistan terhadap pengobatan mungkin sudah tidak menanggapi pengobatan antidepresan secara memadai. Kadang-kadang disebut sebagai pseudoresistant.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pengobatan yang tidak memadai adalah: penghentian pengobatan dini, dosis obat yang tidak mencukupi, ketidakpatuhan pasien, kesalahan diagnosis, dan gangguan kejiwaan dalam waktu bersamaan.

Dalam TRD perlu ditambahkan perawatan lebih lanjut seperti psikoterapi, lithium, atau aripiprazole meskipun kurang didukung.

Sindrom nyeri kronis

Bagi beberapa orang, nyeri yang dialami bisa berlanjut lama setelah penyebabnya hilang. Jika berlangsung selama 3 hingga 6 bulan atau lebih, itulah yang disebut nyeri kronis.

Ketika nyeri terjadi dari hari ke hari dan tidak menghilang, hal ini dapat memengaruhi kesehatan emosional dan fisik kamu.

Sekitar 25 persen orang dengan nyeri kronis akan terus mengalami kondisi yang disebut sindrom nyeri kronis (CPS).

Saat itulah orang tersebut kemungkinan mengalami gejala, seperti depresi dan kecemasan yang mengganggu kehidupan sehari-hari. CPS mungkin sulit untuk ditangani, tetapi sindrom ini bisa diobati.

Biasanya, pasien akan diberikan perawatan seperti konseling, terapi fisik dan psikoterapi dengan obat SSP, serta teknik relaksasi dapat membantu meredakan nyeri dan gejala lain yang menyertainya.

Merek dan harga obat amfetamin

Obat ini tidak diperjualbelikan secara bebas dan mungkin sulit dijumpai di beberapa apotek. Hal ini karena amfetamin termasuk dalam obat-obatan narkotika.

Di Indonesia, obat ini masih belum memiliki merek yang dipatenkan. Sejauh ini, amfetamin diedarkan dengan menggunakan nama generik amfetamin atau amphetamin.

Sedangkan mereka dagang yang mungkin dikenal dan beredar di luar Indonesia antara lain Adderall, dan Dexedrine.

Di Indonesia, amfetamin hanya bisa didapatkan setelah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan diresepkan oleh dokter yang bisa kamu tebus di apotek rumah sakit.

Bagaimana cara minum amfetamin?

  • Baca cara dan dosis minum obat yang telah diresepkan oleh dokter.
  • Minum obat ini dengan dosis yang sesuai, jangan menggandakan dosis atau mengurangi dosis dari ketentuan yang telah diresepkan.
  • Jika kamu menggunakan obat ini untuk menurunkan berat badan, minumlah sesuai petunjuk dokter, biasanya 30 hingga 60 menit sebelum makan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pengobatan.
  • Untuk membantu kamu mengingat, minumlah pada waktu yang sama setiap hari. Jangan minum obat ini saat larut malam karena dapat menyebabkan kamu sulit tidur (insomnia).
  • Jangan menghentikan pengobatan tiba-tiba tanpa petunjuk dari dokter.
  • Jika kamu tiba-tiba berhenti menggunakan obat ini, mungkin mengalami gejala sakau dan ketergantungan (kelelahan parah, masalah tidur, perubahan mental seperti depresi).
  • Untuk membantu mencegah gejala sakau, dokter mungkin menurunkan dosis secara perlahan. Adiksi mungkin terjadi jika kamu telah menggunakan amfetamin untuk waktu yang lama atau dalam dosis tinggi.
  • Beri tahu dokter atau apoteker segera jika kamu mengalami gejala ketergantungan.
  • Obat ini mungkin tidak bekerja dengan baik apabila diminum dalam waktu jangka panjang. Konsultasikan selalu sebelum menggunakan atau menghentikan pengobatan ini.

Berapa dosis obat amfetamin?

Dosis dewasa

Dosis untuk narkolepsi:

  • 5mg-60mg diminum per hari dalam dosis terbagi
  • Dosis pertama harus diberikan saat bangun, kemudian diberikan dosis tambahan dengan interval 4 sampai 6 jam.
  • Dosis malam tidak boleh diberikan karena dapat menyebabkan insomnia.
  • Dosis harus disesuaikan dengan respons pasien. Kurangi dosis jika muncul reaksi merugikan yang mengganggu (misalnya, insomnia, anoreksia).

Dosis untuk obesitas:

  • 5mg-10mg diminum 30 sampai 60 menit sebelum makan.
  • Dosis maksimal 30mg per hari

Dosis untuk gangguan perhatian (ADHD):

Tablet oral: 12,5mg diminum sekali sehari di pagi hari

Suspensi oral:

  • Dosis Awal: 2.5mg atau 5mg diminum sekali sehari di pagi hari
  • Dosis dapat ditingkatkan bertahap 2,5mg sampai 10mg per hari setiap 4 sampai 7 hari sampai diperoleh hasil terapi pengobatan optimal.
  • Dosis Maksimum: 20 mg per oral per hari

Dosis anak

Dosis untuk narkolepsi

Usia 6 sampai 11 Tahun:

  • Dosis awal: 5mg per oral per hari dalam dosis terbagi
  • Dosis pemeliharaan: dosis harian dapat dinaikkan dengan penambahan 5mg pada interval mingguan sampai diperoleh hasil terapi yang optimal

Usia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 5mg sampai 10mg diminum per hari dalam dosis terbagi
  • Dosis perawatan: dosis harian dapat dinaikkan menjadi 5mg atau 10 mg secara bertahap pada interval mingguan sampai diperoleh hasil terapi yang optimal.
  • Dosis maksimal: 60 mg per hari

Dosis untuk obesitas

Usia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 5mg diminum 30 sampai 60 menit sebelum makan
  • Dosis maksimum: 30mg diminum per hari dalam dosis terbagi

Dosis untuk attention deficit disorder (ADHD)

Dosis pertama harus diberikan saat bangun; 1 sampai 2 dosis tambahan harus diberikan dengan interval 4 sampai 6 jam

Usia 6 tahun atau lebih:

  • Dosis awal: 5mg diminum 1 atau 2 kali sehari
  • Dosis maksimum: 40mg/hari.

Apakah obat amfetamin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Food and Drug Administration Amerika Serikat (FDA) menggolongkan obat ini dalam kategori C, artinya muncul efek samping pada janin hewan percobaan, tetapi belum ada studi memadai pada manusia.

Penggunaan obat hanya ketika manfaat yang didapatkan lebih besar dari risiko yang ditimbulkan.

Obat ini dapat terserap dalam ASI, sehingga tidak dianjurkan untuk ibu menyusui.

Apa efek samping amfetamin yang mungkin terjadi?

Seiring dengan efek yang dibutuhkannya, amfetamin dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, tetapi dalam beberapa kasus, efek samping ini muncul.

Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter jika salah satu dari efek samping berikut terjadi setelah mengonsumsi amfetamin:

Efek samping umum dari amfetamin:

  • Agitasi
  • Rasa gelisah
  • Nyeri kandung kemih
  • Urine berdarah atau keruh
  • Menangis tanpa alasan
  • Delusi penganiayaan, ketidakpercayaan, kecurigaan, atau sikap agresif
  • Rasa terbakar, nyeri, atau kesulitan buang air kecil
  • Halusinasi
  • Sering ingin buang air kecil
  • Nyeri punggung bawah atau samping
  • Depresi mental
  • Rasa gugup berlebihan
  • Hiperaktif secara emosional
  • Suasana hati yang berubah dengan cepat.

Efek samping yang kurang umum, tetapi kemungkinan juga terjadi:

  • Panas dingin
  • Batuk
  • Demam
  • Suara serak.

Masih belum diketahui, tetapi telah dinyatakan sebagai efek samping yang kemungkinan terjadi:

  • Kulit melepuh, mengelupas, dan mengendur
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada
  • Kebingungan
  • Diare
  • Sulit bernafas
  • Pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung atau denyut nadi yang cepat
  • Sakit kepala
  • Reaksi alergi (ruam kulit dan gatal-gatal)
  • Nyeri sendi atau otot
  • Pembengkakan di wajah, kelopak mata, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, kaki, atau alat kelamin
  • Kram otot, nyeri, kaku, atau kejang
  • Mual
  • Refleks yang terlalu aktif
  • Nyeri di lengan, rahang, punggung, atau leher
  • Pucat atau rasa dingin di ujung jari tangan dan kaki
  • Berdebar-debar di telinga
  • Timbul lesi kulit merah, seringkali dengan bagian tengah berwarna ungu
  • Mata merah
  • Gemetar di tungkai, lengan, tangan, atau kaki
  • Detak jantung lambat atau cepat
  • Luka, bisul, atau bintik-bintik putih di mulut atau di bibir
  • Keringat berlebihan
  • Berbicara atau bertindak disertai rasa gembira yang tidak biasa dan berlebihan
  • Kesemutan atau nyeri di jari tangan atau kaki saat terkena suhu dingin
  • Kesulitan tidur
  • Muntah.

Peringatan dan perhatian

Informasikan pada dokter jika kamu memiliki masalah dengan penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

Informasikan pada dokter apabila kamu memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau kelainan jantung karena obat ini dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, dan kematian mendadak.

Jangan gunakan amfetamin jika kamu telah menggunakan golongan obat MAO Inhibitor (Monoamine oxidase inhibitor) dalam 14 hari terakhir, seperti isocarboxazid, linezolid, phenelzine, rasagiline, selegiline, atau tranylcypromine.

Amfetamin dapat menyebabkan munculnya gejala psikosis baru, terutama jika kamu memiliki riwayat depresi, penyakit mental, atau gangguan bipolar.

Amfetamin dapat menyebabkan masalah sirkulasi darah yang dapat menyebabkan mati rasa, nyeri, atau perubahan warna pada jari tangan atau kaki.

Beritahu dokter jika kamu memiliki riwayat penyakit berikut:

  • Masalah jantung: nyeri dada, gagal jantung, jantung koroner.
  • Gejala psikosis: paranoia, agresif, masalah perilaku baru, melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata (halusinasi).
  • Jangan mengonsumsi obat ini jika kamu pernah memiliki riwayat alergi obat-obatan stimulan.

Beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat keturunan atau mengidap sindrom Tourette, penyakit ginjal, gangguan tiroid, kejang atau epilepsi.

Minum obat ini selama kehamilan bisa menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau gejala adiksi pada bayi yang baru lahir. Beritahu kepada dokter jika kamu sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Amfetamin tidak disetujui digunakan anak berusia di bawah 6 tahun.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr