Diet dan Nutrisi

Waspada Konsumsi Makanan Kolesterol dan Kandungan Gula Tinggi saat Natal

December 21, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Natal segera tiba! Saatnya kamu dan keluarga berkumpul, bercengkrama dan berbagi kebahagiaan bersama. Guna menyemarakkan Natal dan menemani kehangatan berkumpul, biasanya berbagai hidangan lezat pun tidak pernah ketinggalan.

Namun begitu, kamu tentu tidak ingin mengalami peningkatan kadar kolesterol dan gula saat Natal usai.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum mengonsumsi sajian agar kamu tidak tiba-tiba sakit saat Hari Natal usai.

Peningkatan kadar kolesterol setelah Hari Natal

Dilansir Science Daily, para peneliti dari University of Copenhagen, The Faculty of Health and Medical Sciences menemukan kenaikan kadar kolesterol sebanyak 20 persen tepat setelah perayaan Hari Natal.

Hasil studi tersebut menunjukkan indikasi kuat bahwa kadar kolesterol dipengaruhi oleh makanan berlemak yang dikonsumsi saat Natal.

“Fakta bahwa begitu banyak orang memiliki pembacaan kolesterol tinggi tepat setelah liburan Natal sangat mengejutkan,” kata Dr. Anne Langsted, MD, salah satu penulis dari penelitian ini.

Periode hiperkolesterolemia

Selain penelitian di Denmark, ada satu lagi penelitian yang diterbitkan oleh jurnal internasional Atherosclerosis. Dari hasil penelitiannya, jurnal ini menyimpulkan bahwa banyak orang mengalami periode hiperkolesterolemia setelah perayaan Natal.

Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi terhadap 25.764 individu dari Copenhagen General Population Study, Denmark, berusia 20-100 tahun.

Ukuran hasil utama adalah rata-rata kadar kolesterol total dan LDL. Hiperkolesterolemia sendiri didefinisikan sebagai kondisi berbahaya yang ditandai dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah.

Hasil penelitian

Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan rata-rata kadar kolesterol total dan LDL pada individu yang diperiksa pada Desember dan Januari dibandingkan dengan individu yang diperiksa pada Mei-Juni.

Orang-orang yang diperiksa pada Desember-Januari memiliki kadar kolesterol total 15 persen dibandingkan dengan orang-orang yang diperiksa pada Mei-Juni. Kadar kolesterol ini meningkat sekitar 20 persen dibandingkan bulan-bulan biasa.

Padahal, apabila kamu memiliki terlalu banyak kadar kolesterol dalam darah, maka arteri kamu bisa membengkak dan memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung dan stroke.

Sedangkan serangan jantung dan stroke merupakan penyakit yang mampu membunuh kebanyakan orang di seluruh dunia.

Waspada peningkatan kadar gula saat Natal

Selain kolesterol, gula juga menjadi ancaman yang harus kamu waspadai saat merayakan Natal. Apalagi, makanan atau camilan manis seperti permen, cokelat, dan kue-kue manis sudah menjadi keharusan untuk dihidangkan.

Sayangnya, apabila tidak waspada, berbagai makanan manis ini akan menyebabkan munculnya berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes maupun obesitas.

Risiko diabetes

Dilansir Diabetes.org, hubungan antara perayaan Natal dan diabetes masih sangat erat. Apalagi, saat melakukan sebuah perayaan seperti Hari Natal, menahan godaan untuk tidak mengonsumsi hidangan-hidangan lezat dengan kadar gula yang sangat tinggi tentu sangat sulit.

Oleh sebab itu, ada beberapa tips yang bisa kamu coba agar perayaan Natal kamu tetap meriah, seperti:

  • Konsumsi salad tanpa campuran madu
  • Perhatikan porsi hidangan. Jika kamu ingin makan berkali-kali, siapkan porsi yang tidak terlalu banyak
  • Jika kamu ingin mengonsumsi makanan penutup yang manis seperti puding, cobalah untuk mengonsumsinya dalam porsi yang lebih sedikit

Risiko obesitas

Selain diabetes, risiko obesitas juga kerap menjadi ancaman setelah perayaan Natal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musim liburan Natal dan tahun baru, mulai dari minggu terakhir bulan November hingga minggu pertama atau kedua bulan Januari, merupakan periode paling krusial dalam penambahan berat badan.

Salah satu penelitian dengan judul, “Effect of the Holiday Season on Weight Gain: A Narrative Review” mengungkapkan bahwa musim liburan Natal dan tahun baru meningkatkan berat badan pada orang dewasa.

Dari penelitian ini, ada beberapa penyebab yang membuat berat badan meningkat setelah perayaan Natal, seperti misalnya:

  • Menyiapkan hidangan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya
  • Melakukan kunjungan atau pertemuan sosial bersama kerabat yang memancing untuk makan dan mengonsumsi alkohol lebih banyak dari biasanya
  • Menyiapkan variasi makanan yang lebih beragam dan banyak pada saat perayaan Natal
  • Menghidangkan makanan yang padat energi

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. sciencedaily.com , diakses 17 Desember 2020. High cholesterol levels after Christmas: Danes’ cholesterol levels high after Christmas
  2. atherosclerosis-journal.com , diakses 17 Desember 2020. The Christmas holidays are immediately followed by a period of hypercholesterolemia
  3. diabetes.org.uk , diakses 17 Desember 2020. Christmas and diabetes
  4. ncbi.nlm.nih.gov , diakses 17 Desember 2020. Effect of the Holiday Season on Weight Gain: A Narrative Review
    Berita Terkait
    register-docotr