Diet dan Nutrisi

Panduan Makan setelah Menjalankan Operasi Bariatrik

January 27, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Operasi bariatrik merupakan operasi yang dilakukan untuk membantu individu dalam menurunkan berat badan. Sangat penting untuk mengikuti diet yang direkomendasikan setelah menjalani operasi bariatrik.

Operasi jenis ini dapat menurunkan angka kematian kepada pasien dengan obesitas berat, terutama jika diikuti pola makan sehat dan perubahan gaya hidup. Nah, untuk mengetahui panduan makan setelah menjalani operasi bariatrik yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Manfaat Buah Lontar, sebagai Pemanis bagi Penderita Diabetes hingga Cegah Dehidrasi!

Bagaimana panduan makan setelah operasi bariatrik?

Dilansir dari Mhealth.org, tujuan dari operasi bariatrik adalah untuk mengurangi jumlah makanan yang biasa dikonsumsi.

Selain itu, diet atau panduan makan ini dirancang untuk membiasakan makan dalam jumlah kecil, membantu menurunkan berat badan, dan menghindari efek samping komplikasi dari pembedahan.

Mengikuti diet dan panduan makan dengan cermat akan menurunkan berat badan secara aman.

Rekomendasi diet setelah operasi bariatrik biasanya bervariasi tergantung pada situasi masing-masing individu. Beberapa cara panduan makan setelah operasi bariatrik yang perlu diketahui, yakni sebagai berikut:

Cairan

Untuk hari pertama atau lebih setelah operasi, kamu hanya akan diizinkan untuk minum cairan bening. Setelah menangani cairan bening, maka bisa mulai mengonsumsi cairan lainnya, seperti kaldu, jus tanpa pemanis, teh atau kopi tanpa kafein, susu, dan gelatin bebas gula.

Makanan bubur

Setelah sekitar seminggu menerima cairan, kamu dapat mulai mengonsumsi makanan yang disaring dan dihaluskan. Makanan juga harus memiliki konsistensi, seperti pasta halus atau cairan kental tanpa campuran makanan padat.

Makanan bubur bisa dimakan tiga hingga enam porsi kecil dalam sehari. Setiap makan harus terdiri dari 4 sampai 5 sendok makan. Makanlah secara perlahan, yakni sekitar 30 menit untuk setiap kali makan.

Pilihan makanan yang bisa dihaluskan dengan baik, seperti daging giling tanpa lemak, unggas, atau ikan, keju, telur orak-arik yang lembut, buah-buahan lunak, serta sayuran matang. Makanan padat bisa dihaluskan dengan cairan, berupa air, susu skim, jus tanpa tambahan gula, dan kaldu.

Makanan lunak

Setelah beberapa minggu mengonsumsi makanan bubur dan telah mendapatkan persetujuan dari dokter, kamu bisa menambahkan makanan lunak ke dalam diet. Pastikan untuk memotong kecil makan dan memiliki tekstur empuk agar mudah dikunyah.

Makanan lunak ini bisa kamu konsumsi tiga hingga lima porsi kecil dalam sehari. Setiap makan harus terdiri dari sepertiga hingga setengah cangkir makanan. Kunyah setiap gigitan sampai makanan menjadi bubur sebelum ditelan.

Makanan lunak, meliputi daging atau unggas tanpa lemak giling, ikan yang dipipihkan, telur, keju cottage, sereal yang dimasak atau dikeringkan, nasi, serta sayuran tanpa kulit. Jika sudah terbiasa dengan makanan lunak, kamu bisa mulai mengganti diet dengan makanan padat.

Makanan padat

Sekitar delapan minggu menjalani diet pascaoperasi bariatrik, kamu bisa secara bertahap kembali mengonsumsi makanan yang lebih keras.

Mulailah dengan makan tiga kali sehari, dengan setiap makan terdiri dari 1 hingga 1-½ cangkir makanan. Penting diingat, berhentilah makan sebelum merasa kenyang.

Bergantung pada bagaimana kamu dapat mentolerir makanan padat, mungkin kemudian dapat memvariasikan jumlah makanan yang akan dikonsumsi. Bicaralah dengan ahli diet terlebih dahulu tentang apa yang terbaik untuk tubuh. 

Coba makanan baru satu per satu dengan berhati-hati karena beberapa di antaranya bisa menyebabkan nyeri, mual, atau muntah pascaoperasi. Makanan yang dapat menimbulkan masalah pada tahap ini, antara lain roti, minuman berkarbonasi, sayur mentah, gorengan, serta kacang-kacangan.

Adakah diet sehat baru yang perlu diikuti?

Operasi bariatrik akan mengurangi ukuran perut dan mengubah cara makanan memasuki usus.

Setelah operasi, penting untuk mendapatkan makanan yang cukup sambil tetap menjaga tujuan penurunan berat badan. Dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa cara diet sehat baru, berupa:

  • Makan dan minum perlahan. Untuk menghindari sindrom dumping, luangkan waktu setidaknya 30 menit untuk makan dan 30 hingga 60 menit untuk minum secangkir cairan.
  • Jaga makanan tetap kecil. Konsumsilah beberapa makanan kecil dalam sehari, bisa mulai dengan enam kali makan dan harus mencakup sekitar ½ hingga 1 cangkir makanan.
  • Minumlah cairan di antara waktu makan. Untuk menghindari dehidrasi, kamu perlu minum setidaknya 8 cangkir atau 1,9 liter cairan dalam sehari.
  • Kunyah makanan dengan seksama. Lubang baru yang mengarah dari perut ke usus kecil sangat sempit sehingga perlu mengunyah makanan hingga menjadi bubur untuk mencegah penyumbatan.

Setelah operasi, tubuh tidak akan mampu untuk menyerap cukup nutrisi dari makanan sehingga kamu perlu mengonsumsi vitamin dan mineral yang direkomendasikan dokter. Tak hanya itu, kamu mungkin perlu mengonsumsi suplemen multivitamin setiap hari selama sisa hidup.

Baca juga: Mengenal Ultra Low Fat Diet: Apa Itu dan Bagaimana Tips Aman Menerapkannya?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical Life Sciences (2019), diakses 26 Januari 2021. What is Bariatric Surgery?
  2. Mhealth.org, diakses 26 Januari 2021. Diet Guidelines after Bariatric Surgery 
  3. Mayo Clinic (2020), diakses 26 Januari 2021. Gastric bypass diet: What to eat after the surgery
  4. Ucsfhealth.org, diakses 26 Januari 2021. Dietary Guidelines After Bariatric Surgery
    register-docotr