Diet dan Nutrisi

Mie Shirataki untuk Diet: Rendah Kalori dan Bebas Lemak

October 27, 2020 | Muhammad Hanif S.
no-image

Belakangan ini, mie shirataki kian dikenal luas dan diminati oleh banyak orang. Bukan tanpa sebab, kandungan yang dimiliki membuat sejumlah kalangan memilih mie shirataki untuk diet menurunkan berat badan.

Benarkah mie shirataki bisa digunakan sebagai menu diet? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Wajib Dicoba, Menu Diet Tanpa Nasi yang Mudah dan Bergizi

Apa itu mie shirataki?

mie shirataki untuk diet
Umbi konyyaku. Sumber foto: www.medicalnewstoday

Shirataki adalah mie yang terbuat dari tepung berbahan dasar konnyaku (Amorphophallus konjac), yaitu umbi-umbian yang umum dijumpai di Jepang. Kata shirataki bermakna air terjun putih, yang menggambarkan bentuk dari mie itu sendiri.

Makanan yang satu ini memiliki kadar air sangat tinggi tapi memiliki karbohidrat relatif rendah. Inilah alasan mengapa shirataki menjadi menu diet pengganti nasi.

Mie shirataki untuk diet

Mie ini cukup populer di kalangan orang-orang yang sedang menjalankan diet. Bukan tanpa alasan, mie shirataki mengandung nol persen lemak dan 97 persen air.

Ada beberapa hal yang membedakan shirataki dengan mie lainnya sehingga cocok dijadikan menu sehat untuk diet, yaitu:

1. Rendah kalori

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), mie shirataki seberat 100 gram hanya memiliki 9 kalori. Jumlah ini sangat rendah jika dibandingkan dengan mie yang terbuat dari tepung dan telur.

Pada takaran yang sama, mie dari tepung dan telur bisa mengandung kalori hingga 130 kkal. Rendahnya kalori membuat banyak orang memilih mie shirataki untuk diet.

Bahkan, Healthline mendefinisikan mie ini sebagai  ‘zero-calorie miracle noodles’. Kalori sendiri adalah zat yang sangat memengaruhi berat badan. Penumpukan tanpa diimbangi dengan pembakaran yang optimal dapat memicu obesitas.

2. Bebas lemak

Jika kamu adalah orang yang ingin makan enak tanpa lemak, mie shirataki adalah jawabannya. Dalam takaran 100 gram mie shirataki, hampir tak ditemukan adanya lemak. Artinya, mie ini benar-benar tidak mengandung lemak sama sekali alias nol persen.

Sama seperti kalori, lemak adalah zat yang bisa menyebabkan obesitas jika menumpuk terlalu banyak.

Baca juga: Sering Tak Disadari! Ini 5 Makanan yang Mengandung Lemak Jahat Membahayakan

3. Serat yang tinggi

Banyak orang memilih mie shirataki untuk diet karena kandungan seratnya yang tinggi. Terdapat sekitar tiga gram serat pada mie shirataki seberat 100 gram.

Serat pada mie shirataki bernama glukomanan, berasal dari umbi konnyaku. Menurut sebuah penelitian pada 2011, glukomanan adalah jenis serat yang bisa bisa larut dalam air. Serat ini akan mengembang berkali-kali lipat karena kadar airnya yang tinggi.

Setelah itu, serat akan membentuk gel ketika berada di dalam perut. Ini yang akan membuat kamu merasakan kenyang lebih lama. Ditambah lagi, proses penyerapannya dalam saluran pencernaan berlangsung sangat lambat. Dengan begitu, nafsu makan akan ikut menurun.

Menurut sebuah riset, orang gemuk yang rutin mengonsumsi glukomanan setiap hari selama delapan minggu bisa mengalami penurunan berat badan hingga 2,5 kg.

Manfaat mie shirataki untuk diet

Tak hanya mengetahui kandungannya, kamu juga perlu memahami bagaimana cara kerja mie shirataki untuk membantu menurunkan berat badan. Salah satunya adalah memperlambat proses pengosongan perut, sehingga kamu akan merasakan kenyang dalam waktu lebih lama.

Selain itu, mie shirataki juga efektif untuk membantu mengoptimalkan proses pembuangan. Ini tak lepas dari kandungan serat bernama glukomanan yang dimiliki.

Sebuah penelitan pada 2011 memaparkan, sulit buang air besar atau sembelit dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Hal paling kentara adalah perut yang semakin hari akan terlihat membesar atau membuncit.

Kekurangan mie shirataki untuk diet

Meski rendah kalori dan bebas lemak, ada hal lain yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mengonsumsinya. Mie shirataki tidak mempunyai cukup mineral penting bagi tubuh, seperti protein, kalsium, zat besi, kalium, dan vitamin.

Artinya, jika kamu ingin rutin mengonsumsi mie shirataki untuk diet, pastikan untuk menambahkan bahan-bahan lain, misalnya daging, ikan, dan sayuran. Dengan begitu, kamu tetap bisa mendapatkan nutrisi lengkap.

Cara mengolah mie shirataki untuk diet

Mie shirataki memiliki tekstur yang kenyal, karena terdiri dari 97 persen air. Tapi untuk rasa, mie ini sangat hambar. Berbeda dengan kebanyakan produk mie instan, shirataki biasanya dijual tanpa bumbu.

Oleh karena itu, kamu bisa menambahkan sendiri bumbu atau rempah saat mengolahnya. Shirataki bisa diolah menjadi mie goreng, dijadikan pasta, atau makanan berkuah dengan sayuran hijau.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa banyak orang memilih mie shirataki untuk diet dan manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, kamu bisa mengonsumsinya secara rutin tiap hari dengan berbagai olahan menu. Selamat mencoba!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Healthline, diakses 16 Oktober 2020, Shirataki Noodles: The Zero-Calorie ‘Miracle’ Noodles.
  2. Verywell Fit, diakses 16 Oktober 2020, Shirataki Noodles Nutrition Facts and Health Benefits.
  3. Japan Centre, diakses 16 Oktober 2020, What are Shirataki Noodles.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 16 Oktober 2020, Effect of glucomannan on obese patients: a clinical study.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 16 Oktober 2020, Overweight and constipation in adolescents.
  6. Wiley Online Library, diakses 16 Oktober 2020, Effects of dietary fibre on subjective appetite, energy intake and body weight: a systematic review of randomized controlled trials.
  7. Food Data Central U.S. Department of Agriculture (USDA), diakses 16 Oktober 2020, Shirataki noodles.

    Berita Terkait
    register-docotr