Diet dan Nutrisi

Mentega VS Margarin, Mana yang Lebih Sehat?

January 26, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Berbagai informasi keliru seputar nutrisi dan kesehatan banyak beredar di dunia maya. Salah satu topik yang banyak diperbincangkan adalah tentang mana yang lebih sehat antara mentega dan margarin.

Untuk lebih paham tentang komposisi dan perbandingan kedua bahan ini, yuk simak ulasan berikut!

Baca juga: Ini 5 Menu Vegan untuk Sarapan Pagi, Sehat dan Bergizi

Apa itu mentega dan margarin?

Mentega adalah produk susu yang dibuat dengan mengocok krim atau susu dengan bertujuan memisahkan komponen yang padat dari yang cair.

Sebagian besar kandungan mentega terdiri dari lemak jenuh yang dianggap berbahaya bagi kesehatan. Hal ini membuat orang mulai mencari penggantinya.

Sementara itu, margarin adalah produk olahan minyak nabati dan pengemulsi sehingga teksturnya lebih padat dibandingkan mentega. Margarin sering kali dianggap lebih sehat karena terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan.

Manfaat mentega bagi kesehatan

Efek kesehatan dari mentega sangat tergantung pada makanan sapi yang menghasilkan susu sebagai bahan dasarnya.

Jika sapi tersebut makan rumput, maka mentega yang dihasilkan akan lebih bernutrisi, dan begitu pula sebaliknya. Berikut adalah beberapa nutrisi yang ada di dalam mentega:

Vitamin K2

Vitamin ini dapat membantu mencegah banyak penyakit serius, termasuk kanker, osteoporosis, dan penyakit jantung.

Conjugated Linoleic Acid (CLA)

Studi menunjukkan bahwa asam lemak ini dapat membantu menurunkan persentase lemak di dalam tubuh.

Butyrate

Asam lemak rantai pendek yang ditemukan dalam mentega ini berfungsi melawan peradangan, meningkatkan kesehatan pencernaan dan membantu mencegah penambahan berat badan.

Omega-3

Mentega yang berasal dari sapi pemakan rumput memiliki lebih banyak omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak.

Manfaat margarin bagi kesehatan

Manfaat margarin juga tergantung pada jenis minyak nabati yang dikandungnya dan cara pengolahannya. Berikut ulasannya:

Tinggi lemak tak jenuh ganda

Sebagian besar margarin mengandung lemak tak jenuh ganda yang tinggi. Jumlah pastinya tergantung pada minyak nabati yang digunakan untuk memproduksinya.

Misalnya, margarin berbahan dasar minyak kedelai mungkin mengandung sekitar 20 persen lemak tak jenuh ganda yang dianggap sehat.

Pada beberapa kasus di mana seseorang mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh ganda, telah dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung sebesar 17 persen.

Mengandung sterol dan stanol tanaman

Margarin yang diperkaya fitosterol dapat menurunkan total dan kolesterol LDL ‘jahat’, setidaknya dalam jangka pendek. Akan tetapi ini juga dapat menurunkan kolesterol HDL ‘baik’.

Sebagian besar penelitian belum menemukan hubungan yang signifikan antara total asupan fitosterol dan risiko penyakit jantung.

Baca juga: Mengenal Lemak Jenuh dan Tak Jenuh: Mana yang Baik dan Jahat bagi Kesehatan Tubuh?

Anjuran takaran konsumsi mentega dan margarin

Meski bermanfaat bagi tubuh, tetapi konsumsi mentega maupun margarin tetap perlu dibatasi.

Dilansir Apjcn, sekitar 1-2 sendok makan margarin sehari diperbolehkan selama kamu meminimalkan asupan lemak ‘tersembunyi’ lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan mengonsumsi daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak dan dengan berhenti memakan makanan cepat.

Adapun untuk mentega, kamu disarankan untuk membatasi asupan lemak jenuh hingga kurang dari 10 persen dari total kalori harian. Misalnya, jika kamu makan 2.000 kalori per hari, ini sama dengan sekitar 22 gram lemak jenuh, atau sekitar 3 sendok makan (42 gram) mentega.

Oleh karena itu, sama dengan margarin, jumlah mentega yang aman untuk dikonsumsi dalam sehari adalah sebanyak 1-2 sendok makan  atau 14-28 gram.

Mentega vs margarin, mana yang harus kamu pilih?

Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat tergantung pada kebutuhan diet masing-masing individu. Secara umum margarin dianggap lebih sehat, karena mengandung lemak ‘baik’ yang bisa membantu mengurangi kolesterol ‘jahat’.

Sebaliknya, mentega terbuat dari lemak hewani, yang mengandung lebih banyak lemak jenuh sehingga bisa memicu kadar kolesterol jahat naik dan berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Tapi jawaban di atas tidaklah mutlak. Ada juga beberapa margarin yang mengandung lemak trans, di mana semakin padat margarin, maka semakin banyak pula lemak trans yang dikandungnya.

Jadi alangkah lebih baik jika kamu memilih margarin lunak atau cair sebagai alternatif bahan makan yang lebih sehat bagi tubuh.

Bagaimana cara tepat mengolah mentega dan margarin?

Untuk menghasilkan cita rasa yang sempurna namun tetap sehat, kamu perlu mengolah mentega dan margarin dengan beberapa tips berikut:

  1. Pilih margarin cair agar kandungan lemak tak jenuhnya tidak terlalu banyak
  2. Gunakan panci antilengket, agar kamu hanya perlu menggunakan lebih sedikit mentega atau margarin namun tetap mendapatkan hasil masakan yang lezat.
  3. Gunakan margarin maupun mentega dengan jumlah secukupnya, dan tidak usah memasaknya terlalu lama agar mengurangi asupan kadar lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr