Info Sehat

Apakah Detak Jantung Kamu Normal? Begini Cara Menghitungnya

January 26, 2021 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Detak jantung normal atau biasa juga disebut denyut nadi normal berbeda-beda pada setiap orang. Variasinya bisa dihitung dari berapa kali jantung kamu berdetak setiap menitnya.

Setiap orang wajib menjaga kesehatan jantung agar terhindar dari gangguan kesehatan dan memerhatikan detak jantung normal bisa menjadi salah satu caranya.

Detak jantung normal orang dewasa

Menghitung hal ini bisa dilakukan dalam dua situasi yaitu, dalam keadaan beristirahat dan aktif.

Saat tubuh sedang istirahat

Saat tubuh dalam kondisi istirahat, denyut jantung normal pada kebanyakan orang berada pada kisaran antara 60 dan 100 denyut per menit (bpm).

Namun, denyut jantung yang normal ini juga bisa berubah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti stres, gangguan kecemasan, hormon, pengobatan, dan seberapa aktif kamu secara fisik.

Agar lebih optimal, kamu bisa memeriksakan denyut jantung pada saat pagi hari setelah bangun dari tidur.

Saat tubuh sedang beristirahat, semakin rendah denyut jantung, maka dianggap semakin baik kondisi kesehatan jantung kamu. Kondisi ini berarti otot jantung sedang dalam kondisi baik dan tidak harus bekerja keras untuk mempertahankan denyut yang stabil.

Denyut jantung normal saat tubuh sedang aktif

Seorang atlet atau orang yang lebih aktif mungkin memiliki denyut nadi normal di bawah rata-rata yaitu 40 denyut per menit saat sedang beristirahat.

Saat berolahraga, denyut jantung orang dewasa berusia 20 hingga 35 tahun bisa berkisar antara 95 hingga 170 kali denyut per menit. Sedangkan pada usia 35 sampai dengan 50 tahun memiliki denyut nadi normal antara 85 hingga 155 kali denyut per menit.

Selanjutnya, untuk orang-orang yang sudah lansia di atas 60 tahun memiliki kecepatan denyut jantung antara 80 hingga 130 kali per menit.

Detak jantung janin yang normal

Melalui masa kehamilan umumnya Moms dipenuhi oleh rasa keingintahuan. Termasuk soal detak jantung normal janin. Tahukah kamu, jika detak jantung normal pada janin dapat berubah-ubah selama masa kehamilan berlangsung?

Selama masa kehamilan

Minggu kelima adalah waktu di mana jantung janin di dalam rahim mulai berdetak. Dilansir dari Verywellfamily, pada titik ini jantung janin akan berdetak sama dengan ibunya, yakni 80-85 kali per menit.

Seiring dengan berjalannya waktu, detak jantung janin akan bertambah menjadi sekitar 3 kali per menit selama bulan pertama. Inilah mengapa dokter kandungan atau bidan dapat menggunakannya untuk tahu usia janin.

Di minggu ke sembilan periode kehamilan, jantung janin akan semakin cepat berdetak. Rata-rata detaknya menjadi 175 detak per menit. Angka normalnya sendiri ada pada 120 sampai 180 detak per menit.

Sementara itu pada minggu ke sepuluh, jantung janin akan lebih lambat berdetak.

Detak jantung bayi dan anak yang normal

Menurut Childerns, usia akan berpengaruh pada detak jantung bayi dan anak yang normal. Adapun lebih rinciannya bisa dilihat dari penjelasan berikut:

Detak jantung normal pada bayi

Jantung bayi baru lahir sampai satu bulan dianggap normal jika berdetak pada angka 170 sampai 190 per menit.

Lalu pada bayi pada usia 1 sampai 11 bulan detak normalnya adalah 80 sampai 160 detakan per menit. Sementara bayi yang berusia 12 bulan sampai 2 tahun dianggap angkanya ada pada 80 sampai 130 kali per menit.

Detak jantung normal pada anak

Sebagian besar orangtua tahu bahwa jantung berdekat normal jika berada di sekitar angka 60 sampai 100 kali per menit. Namun ternyata hal ini tidak berlaku pada anak-anak. Tergantung usia mereka, normalnya jantung anak-anak bisa lebih cepat ketimbang orang dewasa.

Detak jantung bayi dan anak yang normal juga dibedakan saat beraktivitas dan beristirahat. Ketika bermain, atau menangis umumnya jantung anak akan berdetak lebih cepat. Begitupun sebaliknya, saat tidur atau bersantai, detaknya juga cenderung akan melambat dengan sendirinya.

Adapun secara umum panduan berapa kali jantung berdetak secara normal pada anak-anak saat beristirahat adalah sebagai berikut:

  1. Usia 2 sampai 3 tahun, berdetak 110 kali per menit
  2. Usia 3 sampai 4 tahun, berdetak 104 kali per menit
  3. Usia 4 sampai 6 tahun, berdetak 98 kali per menit
  4. Usia 6 sampai 8 tahun, berdetak 91 kali per menit
  5. Usia 8 sampai 12 tahun, berdetak 84 kali per menit
  6. Usia 12 sampai 15 tahun, berdetak 78 kali per menit
  7. Usia 15 sampai 18 tahun, berdetak 73 kali per menit.

Sementara itu ketika anak-anak beraktivitas, acuannya adalah sebagai berikut:

  1. Usia 2 sampai 3 tahun 76, berdetak sampai 142 kali per menit
  2. Usia 3 sampai 4 tahun 70, berdetak sampai 136 kali per menit
  3. Usia 4 sampai 6 tahun 65, berdetak sampai 131 kali per menit
  4. Usia 6 sampai 8 tahun 59, berdetak sampai 123 kali per menit
  5. Usia 8 sampai 12 tahun 52, berdetak sampai 115 kali per menit
  6. Usia 12 sampai 15 tahun 47, berdetak sampai 108 kali per menit
  7. Usia 15 sampai 18 tahun 43, berdetak sampai 104 kali per menit.

Detak jantung tidak normal

Denyut nadi tidak normal biasanya ditandai dengan irama yang tidak beraturan. Detak jantung di atas 100 beat per minute (bpm) digolongkan terlalu cepat. Sebaliknya, detak jantung lemah didefinisikan sebagai denyut nadi di bawah 6 bpm.

Denyut jantung tidak normal dapat menyebabkan proses jantung memompa darah menjadi tidak efisien sehingga menyebabkan sirkulasi darah terganggu.

Akibatnya, oksigen mencapai bagian tubuh lain lebih sedikit dan dapat menyebabkan kerusakan organ.

Penyebab detak jantung cepat

Detak jantung di atas 100 bpm ini disebut juga dengan tachycardia. Ada banyak penyebab detak jantung cepat, di antaranya adalah:

  • Anemia
  • Terlalu banyak minum kafein
  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Olahraga
  • Demam
  • Tekanan darah rendah atau tinggi
  • Efek samping pengobatan.

Tekanan darah dan detak jantung ini berhubungan. Seringkali, terganggunya tekanan darah normal juga menunjukkan ada yang salah dengan detak jantung kamu.

Richard Lee, M.D. Former Associate Editor dari Harvard Heart Letter menyebut keduanya dapat turun dan naik di waktu yang bersamaan. Seperti misalnya saat kamu marah atau berolahraga.

Untuk itu, penting untuk menjaga tekanan darah normal dan mencatat perkembangannya. Supaya hal ini jadi informasi berguna bagi dokter saat kamu memeriksakan kesehatan.

Bahaya denyut jantung tidak normal

Dalam kebanyakan kasus, denyut jantung yang tidak normal masih tidak berbahaya.

Namun, beberapa kasus dapat menyebabkan gejala tidak nyaman seperti pusing, jantung berdebar, dada berdebar, pingsan, sesak napas, lemas, atau kelelahan.

Jika denyut jantung tidak normal ini tidak ditangani, risiko paling berbahaya yang mungkin terjadi adalah kematian akibat penyakit jantung mendadak.

Kamu pun harus waspada terhadap detak jantung lemah. Karena, jika tidak ditangani, detak jantung lemah bisa menghasilkan komplikasi berupa:

  • sering pingsan
  • Gagal jantung
  • Kematian mendadak

Cara menghitung detak jantung

Cara menghitung detak jantung paling sederhana adalah menaruh tangan di atas tempat sensitif untuk membaca denyut nadi. Berikut beberapa tempat terbaik untuk mengukur hal ini menurut American Hearth Association:

  • Pergelangan tangan
  • Di dalam siku
  • Bagian sisi leher
  • Bagian atas kaki.

Untuk mendapatkan pembacaan yang akurat, kamu bisa meletakkan jari tengah dan telunjuk di atas denyut nadi dan hitung jumlah denyut dalam 60 detik.

Kamu pun bisa menggunakan alat pengukur detak jantung untuk mengawasi perkembangan denyut nadi. Semakin canggihnya teknologi membuat kamu bisa memakai alat pengukur detak jantung ini yang tersedia dalam bentuk smartwatch.

Dilansir Healthline, rekomendasi alat pengukur detak jantung yang paling baik di pasaran adalah Fitbit Versa 2. Alat ini akan menampilkan denyut nadi kamu selama 24 jam dalam layarnya.

Keteraturan denyut jantung

Irama denyut jantung normal dan tidak normal diatur oleh sistem listrik jantung. Pada denyut jantung normal, bunyinya akan terdengar seirama pada setiap ketukannya dan biasanya monoton serta tidak ada suara aneh.

Sedangkan pada denyut jantung tidak normal akan memiliki irama tidak beraturan. Terkadang, ada suara detak tambahan atau suara nyaring di luar suara denyut nadi utama.

Semakin bertambah usia, maka keteraturan denyut nadi pun akan terpengaruh.

Selain itu, jika kamu mengalami denyut nadi yang tidak beraturan di usia muda, mungkin saja kamu memiliki gangguan kesehatan tertentu dan harus dikonsultasikan bersama dokter.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait hal ini, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. heart.org. Diakses 17 Agustus 2020. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/the-facts-about-high-blood-pressure/all-about-heart-rate-pulse

2. heart.org. Diakses 17 Agustus 2020. https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/target-heart-rates

3. memorialcare.org. Diakses 17 Agustus 2020. https://www.memorialcare.org/services/heart-vascular-care/abnormal-heart-rhythms-arrhythmias#:~:text=Abnormal%20heart%20rhythms%20can%20be,the%20heart%20to%20beat%20irregularly.

4. healthline.com (2019). Diakses 17 Agustus 2020. https://www.healthline.com/health/abnormal-heart-rhythms

5. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 17 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3664385/#:~:text=Overall%2C%20increasing%20RHR%20was%20highly,3.06%20(1.97%20to%204.75).

6. Normal Fetal Heart Rate During Pregnancy, https://www.verywellfamily.com/what-is-a-normal-fetal-heart-rate-2758733 diakses pada 1 Agustus 2020

7. Normal Heart Rate for Children https://www.verywellfamily.com/normal-pulse-rates-for-kids-2634038 diakses pada 1 Agustus 2020

8. Is your child’s heart rate healthy? https://www.childrens.com/health-wellness/is-your-childs-heart-rate-healthy#:~:text=A%20healthy%20resting%20heart%20rate,to%20130%20beats%20per%20minute diakses pada 1 Agustus 2020

Healthline, diakses 26 Januari 2021. The 6 Best Heart Rate Monitor Watches of 2021

Mayoclinic, diakses 26 Januari 2021. Bradycardia

Harvard Health Publishing, diakses 26 Januari 2021. Ask the doctor: Does heart rate affect blood pressure?

Mayoclinic, diakses 26 Januari 2021. Tachycardia 

 

    Berita Terkait
    register-docotr