Diet dan Nutrisi

Mengenal Aquafaba: Pengganti Telur bagi Para Vegetarian

August 10, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Vegetarian adalah sebutan untuk orang yang menghindari konsumsi produk hewani, termasuk telur. Sebagai gantinya, para vegetarian menggunakan alternatif lain yaitu aquafaba. Memiliki tekstur yang mirip, aquafaba kerap digunakan sebagai pengganti telur dalam berbagai resep.

Lantas, apa sebenarnya aquafaba itu? Apa saja kandungan gizinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu aquafaba?

Aquafaba adalah pengganti telur yang biasanya terbuat dari air buncis. Para vegetarian juga kerap menggunakan air kedelai atau kacang lainnya. Air yang dimaksud adalah zat cair yang ada secara alami pada produk nabati tersebut.

Aquafaba sendiri merupakan bahasa Latin, bermakna air dan kacang. Selain buncis dan kedelai, aquafaba dapat berasal dari tumbuhan polong-polongan. Cairan yang dihasilkan bertekstur kental, sehingga bisa digunakan sebagai pengganti telur, terutama bagian putihnya.

Kandungan dan nutrisi aquafaba

Aquafaba adalah tren yang relatif baru, sehingga informasi tentang komposisi nutrisinya masih terbatas. Namun, dikutip dari Healthline, satu sendok makan (15 ml) aquafaba mengandung 3-5 kalori, yang sebagian kecilnya berasal dari protein.

Beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium dapat ditemukan, tapi kadarnya dianggap belum cukup untuk dijadikan sebagai sumber gizi yang baik.

Secara umum, produk nabati seperti buncis kaya akan zat gizi, dan nutrisi itu bisa ditransfer ke dalam cairannya, misalnya vitamin B, folat, fosfor, dan lemak sehat seperti asam linoleat dan oleat.

Kacang-kacangan juga mengandung karbohidrat yang relatif tinggi, terutama berbentuk pati, terdiri dari dua jenis polisakarida yaitu amilosa dan amilopektin. Keduanya bisa larut ke dalam air dan menghasilkan cairan kental yang disebut dengan aquafaba.

Bukan hanya untuk vegetarian

Aquafaba bukan hanya bisa digunakan sebagai pengganti telur untuk para vegetarian, tapi juga dapat dimanfaatkan oleh penderita fenilketonuria. Kondisi tersebut adalah kelainan bawaan yang menyebabkan kadar asam amino (fenilalanin) dalam darah menjadi sangat tinggi.

Penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik pada gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi enzim yang diperlukan dalam pemecahan fenilalanin. Jika kadar asam amino dalam darah cukup tinggi, dikhawatirkan dapat memicu kerusakan otak.

Asam amino sendiri adalah bahan penyusun protein, dan makanan berprotein seperti telur kaya akan fenilalanin. Maka dari itu, diet rendah protein seperti mengonsumsi aquafaba bisa menjadi solusi. Dengan diet rendah protein, maka peningkatan kadar fenilalanin bisa ditekan.

Cara membuat aqafaba

Kamu bisa membuat aquafaba sendiri di rumah, cukup dengan mendapatkannya dari buncis kalengan atau sisa air rebusan kacang tersebut. Saring buncis atau kacang untuk menyisakan cairannya, lalu olah sesuai dengan keinginan.

Ada beberapa pilihan resep yang bisa kamu coba, di antaranya:

  • Meringue (adonan putih telur): Kocok aquafaba dengan gula dan vanila, bisa dipakai untuk membuat pai atau kue lain
  • Mayones: Campur aquafaba dengan cuka apel, garam, perasan lemon, bubuk moster, dan minyak zaitun
  • Mentega vegan: Campur aquafaba dengan minyak kelapa, minyak zaitun, cuka apel, dan garam

Perlu diperhatikan, kamu harus menyimpan aquafaba sama seperti saat menyimpan putih telur mentah, yaitu jaga agar tetap segar dengan cara memasukkannya ke kulkas selama dua hingga tiga hari.

Baca juga: Mengenal Keju Vegan: Alternatif bagi Para Vegetarian

Amankah dikonsumsi secara rutin?

Aquafaba bisa menjadi pengganti telur bagi para vegetarian. Untuk konsumsi jangka panjangnya, belum ada penelitian yang menyebutkan tentang dampak negatif dari aquafaba.

Hanya saja, seperti yang telah disebutkan, kandungan nutrisi yang ada di dalamnya dianggap belum cukup sebagai sumber gizi utama.

Meski bisa menjadi alternatif, aquafaba tidak bisa menggantikan telur jika dilihat dari kandungan nutrisi. Aquafaba sangat rendah kalori, protein, dan vitamin serta mineral. Ini tentu berbeda dengan telur yang mengandung hampir semua nutrisi yang kamu butuhkan, termasuk antioksidan.

Pola makan vegan juga bisa membuat seseorang rentan mengalami defisiensi berbagai zat gizi. Dikutip dari Web MD, diet vegan memang cenderung sehat, tapi ada beberapa nutrisi yang mungkin hilang, terutama vitamin dan mineral.

Nah, itulah ulasan tentang aquafaba yang kerap digunakan oleh para vegetarian sebagai pengganti telur. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 10 Agustus 2021, Aquafaba: An Egg and Dairy Substitute Worth Trying?
  2. WebMD, diakses 10 Agustus 2021, What Is Aquafaba?
  3. Aquafaba.com, diakses 10 Agustus, Aquafaba Nutrition.

    register-docotr