Diet dan Nutrisi

Efektifkah Susu Penambah Berat Badan Menaikan Bobot? Yuk, Simak Penjelasannya

June 1, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Susu penambah berat badan mungkin bisa menjadi solusi untuk seseorang yang ingin meningkatkan bobot tubuh. Tidak sedikit yang menggunakan cara ini, walau sebenarnya masih ada cara lain yang bisa dilakukan.

Meski minum susu dianggap sebagai langkah termudah untuk menambah berat badan, nyatanya ada efek samping yang bisa ditimbulkan, lho.

Lantas, seberapa efektifkah peran susu dalam meningkatkan bobot tubuh? Apa saja dampak negatifnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Cara kerja susu penambah berat badan

Susu penambah berat badan bekerja dengan meningkatkan massa otot dalam tubuh. Kandungan whey protein dan kasein adalah dua elemen penting untuk meningkatkan berat badan. Komposisi keduanya lebih banyak ditemukan pada susu low fat atau rendah lemak.

Sebuah publikasi di US National Library of Medicine memaparkan, satu liter susu skim (low fat) lebih efektif dalam pembentukan dan penambahan massa otot, jika dibandingkan dengan minuman atau makanan mengandung karbohidrat.

Maka dari itu, tidak jarang produsen susu menggunakan kandungan protein whey dan kasein sebagai komponen utama dalam pembuatan produk penambah berat badan. Keduanya akan bekerja lebih optimal jika dipadukan dengan aktivitas olahraga rutin.

Susu penambah berat badan, amankah?

Meski secara ilmiah kandungan pada susu penambah berat badan bisa meningkatkan bobot tubuh melalui massa otot, nyatanya tidak semua orang bisa mengonsumsi minuman ini. Ada banyak orang yang alergi terhadap susu, atau disebut dengan lactose intolerance.

Sebuah penelitian di Inggris pada 2020 menyimpulkan, seseorang yang alergi terhadap susu bisa merasakan kembung dan perut tidak nyaman jika memaksa untuk meminumnya. Beberapa kasus juga menunjukkan adanya kulit yang menjadi lebih reaktif terhadap alergi susu ini.

Oleh karena itu, susu penambah berat badan bukan satu-satunya produk yang bisa membantumu untuk meningkatkan bobot tubuh. Ada banyak alternatif lain yang bisa diterapkan, misalnya konsumsi protein tanpa lemak dari sejumlah makanan.

Baca juga: Ladies, Sudah Idealkah Berat Badan Kamu? Begini Cara Menghitungnya

Efek negatif dari susu penambah berat badan

Susu penambah berat badan memang bisa meningkatkan massa otot. Namun, tetap ada efek samping jika dikonsumsi secara tidak berlebih.

Sebagaimana diketahui, protein adalah salah satu nutrisi terbaik bagi tubuh manusia. Tapi, konsumsi yang tidak tepat justru bisa menyebabkan ketidakseimbangan terhadap zat gizi lainnya.

Ketidakstabilan asam amino yang erat kaitannya dengan protein misalnya, bisa menimbulkan sejumlah masalah seperti gangguan pada hati, menurunkan fungsi ginjal, dan kekurangan kalsium.

Selain itu, menurut Harvard medical school, susu penambah berat badan juga bisa memicu gangguan serius pada usus dan sistem pencernaan. Ada senyawa yang bisa meningkatkan risiko kanker jika susu dikonsumsi secara tidak tepat.

Cara lain menambah berat badan

Selain susu, ada banyak makanan yang bisa membantumu dalam menambah berat badan. Semuanya bisa dengan mudah ditemukan, sehingga kamu tak perlu bingung untuk mendapatkannya. Makanan-makanan itu di antaranya adalah:

  • Cokelat. Dark chocolate dengan kandungan 70 persen kakao memiliki lemak tinggi. Ini bisa membuatmu lebih mudah untuk meningkatkan berat badan. Jangan khawatir, cokelat hitam juga mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh.
  • Salmon. Ikan laut ini memang sudah dikenal dengan nutrisi baiknya. Enam ons salmon mengandung 240 kalori dan lemak sehat, sangat cocok untuk dijadikan menu makan malam yang ideal.
  • Daging merah. Ada kandungan kreatinin dan leusin pada daging merah, berperan aktif dalam peningkatan massa otot. Selain itu, daging merah yang telah matang juga membawa protein dan lemak sehat.
  • Alpukat. Selain rasa dan teksturnya yang khas, alpukat adalah buah kaya akan kalori dan lemak baik. Tak jarang jika para ibu memberikan buah ini kepada si kecil agar cepat gemuk.
  • Kuning telur. Kuning telur atau yolk merupakan sumber dari banyak nutrisi, seperti protein dan lemak sehat.  

Baca juga: Mudah dan Aman, Begini Cara Jitu Menambah Berat Badan secara Sehat!

Tips menambah berat badan

Selain cara-cara di atas, ada beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan dalam meningkatkan bobot tubuh, di antaranya:

  • Jangan minum sebelum makan. Ini bisa membuatmu terasa cepat kenyang, sehingga asupan makanan yang masuk ke dalam perut lebih sedikit. Dengan begitu, tubuh akan mendapat sedikit kalori.
  • Perbanyak kudapan. Jika orang lain menghindari camilan untuk menurunkan bobot tubuh, kamu disarankan lebih sering mengunyah kudapan agar berat badan cepat bertambah.
  • Olahraga. Bagi sebagian orang, olahraga digunakan untuk membakar lemak. Tapi, beberapa jenis workout justru bisa meningkatkan massa otot, seperti angkat beban, push up, dan squat.
  • Jaga kualitas tidur. Tidur berkualitas membuat pertumbuhan otot pada tubuh berjalan dengan optimal.
  • Berhenti merokok. Nikotin pada rokok bisa mengganggu kinerja hormon yang dapat memicu hilangnya nafsu makan. Berhenti merokok bisa meningkatkan selera makanmu.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang susu penambah berat badan, efek sampingnya, dan berbagai cara lain yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan bobot tubuh.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 22 Mei 2020, Does Milk Help You Gain Weight?
  2. Medical News Today, diakses 22 Mei 2020, How do you gain weight quickly and safely?
  3. Livestrong.com, diakses 22 Mei 2020, What Are the Negative Effects of Weight Gainers?
  4. Harvard Medical School, diakses 22 Mei 2020, The hidden dangers of protein powders
  5. SAGE Journals, diakses 22 Mei 2020, Lactose malabsorption and intolerance: pathogenesis, diagnosis and treatment.
  6. US National Library of Medicine, diakses 22 Mei 2020, Body Composition and Strength Changes in Women With Milk and Resistance Exercise

    Berita Terkait
    register-docotr