Diet dan Nutrisi

Sering Makan Daging? Awas Kena 7 Gangguan Kesehatan Ini

July 8, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Selama ini, daging dikenal sebagai makanan sehat yang kaya akan zat besi. Sehingga, tak sedikit yang tergoda untuk memakannya secara berlebihan. Padahal, terlalu sering makan daging ternyata tak baik untuk kesehatan, lho.

Menurut American Heart Association, daging merupakan salah satu makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi. Asupan lemak jenuh ini bisa memberikan efek tertentu pada tubuh.

Efek sering makan daging

Harvard Medical School menyatakan batas konsumsi daging yang disarankan per hari adalah tidak lebih dari 100 gram, atau sekitar 3,5 ons. Konsumsi lebih dari itu akan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti:

1. Sulit buang air besar

Salah satu efek dari terlalu sering makan daging adalah sulit buang air besar. Mengutip The Healthy, seluruh bagian daging sapi hampir tak memiliki serat yang biasa kamu dapatkan dari sayuran segar dan buah-buahan. Sebaliknya, daging merupakan sumber dari lemak jenuh tinggi.

Lemak berlebih dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan nutrisi di dalam tubuh, yang bisa mengganggu proses penyerapan serat dari makanan lain. Hasilnya, organ akan sulit mencerna makanan untuk disalurkan ke usus besar, dan kamu akan rentan mengalami sembelit.

Solusinya, jika sedang makan daging, jangan lupakan sayur dan buah-buahan yang mengandung tinggi serat, seperti bayam, brokoli, buncis, alpukat, pepaya, dan mangga.

2. Berat badan naik

manfaat infused water
Berat badan naik. Sumber gambar: pixabay.

Seperti yang telah disebutkan di atas, daging sapi adalah salah satu sumber dari lemak jenuh. Lemak yang terus masuk ke dalam tubuh dalam porsi tak sedikit akan menyebabkan penumpukan.

Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang sulit untuk dibakar lewat aktivitas-aktivitas harian. Oleh karena itu, risiko memiliki tubuh yang gemuk atau obesitas juga semakin tinggi. Jika kamu sedang menjalankan program diet, daging adalah salah satu makanan yang sebaiknya dihindari.

Baca juga: Makanan Mengandung Lemak Baik dan Manfaat untuk Kesehatan

3. Mudah dehidrasi

Efek selanjutnya dari terlalu sering makan daging adalah mudah dehidrasi atau kekurangan cairan. Ini disebabkan oleh kinerja ginjal yang semakin intens dalam membuang racun dan zat berbahaya pada daging.

Saat ginjal membutuhkan banyak air, otomatis bagian tubuh lain mengalami kekurangan asupan. Akhirnya, kamu bisa mengalami berbagai gejala dehidrasi, seperti berkurangnya urine dan pusing tanpa sebab.

4. Kolesterol naik

Saat sering makan daging, tubuh akan lebih banyak mendapatkan asupan lemak jenuh. Padahal, lemak jenis ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Gejala dari kolesterol tinggi bisa dirasakan tak lama setelah makan daging, seperti pusing tanpa sebab, lelah secara tiba-tiba, nyeri yang muncul di tengkuk, hingga rasa sakit pada dada sebelah kiri.

Tanda-tanda itu bahkan bisa saja muncul saat kamu sedang makan daging. Kondisi ini umumnya terjadi saat seseorang sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi.

5. Risiko terkena penyakit jantung

sering makan daging
Penyempitan pembuluh darah bisa sebabkan penyakit jantung. Sumber foto: www.zivotseniora.sk

Efek selanjutnya dari terlalu sering makan daging adalah meningkatnya risiko terkena penyakit jantung. Hal ini masih berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi. Saat kadar kolesterol meningkat, ada banyak plak yang terbentuk di pembuluh darah.

Plak-plak tersebut membuat rongga arteri menjadi sempit. Akibatnya, aliran darah menuju berbagai bagian tubuh menjadi tidak maksimal. Saat sirkulasi darah terganggu, jantung akan menyesuaikan diri dengan bekerja lebih ekstra.

Jika dibiarkan, kondisi ini akan membuat fungsi jantung menurun. Hasilnya, berbagai penyakit kardiovaskular sangat rentan terjadi.

Baca juga: Penyakit Jantung: Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya

6. Tingkatkan risiko kanker

Siapa sangka, sering makan daging ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit kanker, lho.

Menurut American Institute for Cancer Research, konsumsi lebih dari 18 ons daging merah dalam seminggu, baik yang diolah sendiri maupun berupa makanan jadi, bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker colorectal

Alih-alih makan daging, kamu disarankan untuk memilih sumber protein lain, misalnya kacang-kacangan. Tapi jika ingin sekali makan daging, pilih bagian yang mengandung sedikit lemak. Bagian ini ditandai dengan sedikitnya garis-garis putih saat daging belum dimasak.

7. Rentan mengalami peradangan

Jika kamu adalah penyuka daging, fakta yang satu ini tak boleh diremehkan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 2012, lemak jenuh yang terdapat pada daging bisa meningkatkan risiko terjadinya peradangan.

Kondisi ini akan diperparah dengan minimnya kandungan antioksidan. Akibatnya, inflamasi yang terjadi akan sulit untuk disembuhkan.

Nah, itulah tujuh efek yang bisa muncul akibat terlalu sering makan daging atau makan daging berlebihan. Yuk, mulai perhatikan gizi seimbang agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Harvard Medical School, diakses 27 Juni 2020, How much meat can you eat.
  2. American Heart Association, diakses 27 Juni 2020, Saturated fat.
  3. American Institute for Cancer Research, diakses 27 Juni 2020, Bacon, Hot Dogs and Lunch Meat – Is it Processed Meat?
  4. The Healthy, diakses 27 Juni 2020, 11 Things That Could Happen If You Eat Too Much Meat.
  5. Springer Link, diakses 27 Juni 2020, Consumption of red meat and whole-grain bread in relation to biomarkers of obesity, inflammation, glucose metabolism and oxidative stress.
  6. EatThis.com, diakses 27 Juni 2020, 6 Subtle Signs You’re Eating Too Much Red Meat.

    register-docotr