Diet dan Nutrisi

5 Daftar Pemanis Alami Pengganti Gula yang Lebih Menyehatkan

December 6, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Selama ini, gula sudah menjadi pemanis yang banyak digunakan oleh masyarakat. Namun, tahukah kamu bahwa terlalu banyak konsumsi gula justru membahayakan kesehatan? Jangan cemas, ada beberapa bahan alami pengganti gula yang bisa kamu gunakan sebagai pemanis.

Lalu, apa saja alternatif pengganti gula tersebut? Apakah membawa dampak positif bagi kesehatan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Mengapa harus mengganti gula?

Tubuh memang membutuhkan gula untuk mendukung proses metabolisme. Rendahnya kadar glukosa dalam darah bahkan bisa menyebabkan kondisi bernama hipoglikemia.

Namun, terlalu banyak asupan gula juga bukan merupakan hal yang baik. Sebab, menurut banyak penelitian, ada beberapa dampak buruk yang mungkin akan terjadi pada tubuh, misalnya, risiko obesitas.

Studi menjelaskan, asupan tinggi gula dikaitkan dengan berbagai penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, bahkan kanker.

Maka dari itu, sangat penting untuk membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi harian gula tambahan untuk pria dewasa adalah maksimal 150 kalori, setara 37,5 gram atau 9 sendok teh. Sedangkan untuk wanita, 25 gram atau 6 sendok teh, setara dengan 100 kalori.

Baca juga: Gula Pasir atau Gula Merah: Mana yang Lebih Bermanfaat bagi Kesehatan?

Berbagai alternatif pengganti gula

Dari penjelasan di atas, konsumsi harian gula sangat penting untuk dibatasi. Jika tidak, ada berbagai dampak buruk yang mungkin akan terjadi. Tak perlu khawatir, ada beberapa pengganti gula yang bisa dijadikan alternatif sebagai pemanis makanan atau minuman, yaitu:

1. Gula kelapa

Selain memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir, gula kelapa dinilai lebih menyehatkan untuk dikonsumsi. Menurut sebuah publikasi, ini tak lepas dari beragam nutrisi yang dimilikinya, seperti zat besi, seng, kalsium, dan kalium.

Selain itu, gula kelapa juga mempunyai serat larut yang terbukti bisa membantu memperlambat pencernaan, memperlama rasa kenyang, dan memberi makan bakteri sehat di dalam usus. Tetapi dalam segi kalorinya hampir sama dengan gula pasir biasa.

2. Madu

Pengganti gula berikutnya adalah madu, cairan kental berwarna emas yang dihasilkan oleh lebah. Menurut sebuah riset pada 2018, madu adalah pengganti gula yang hampir sempurna, mengandung vitamin dan banyak mineral yang bermanfaat.

Asam fenolik dan flavonoid pada madu misalnya, bertanggung jawab atas fungsi antioksidan yang dibawanya. Zat tersebut dapat membantu mencegah dan meredakan peradangan, gejala diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker. Tetapi madu juga menandung fruktosa yang mana juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, oleh karena itu penggunaannya juga tidak bisa dalam jumlah terlalu banyak.

3. Molase

Molase adalah cairan kental seperti sirop berwarna cokelat yang terbuat dari tebu atau buah bit. Sebagai pengganti gula, molase membawa banyak nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti vitamin dan mineral.

Kandungan zat besi, kalium, dan kalsium yang sangat tinggi bisa membantu menjaga kesehatan tulang dan jantung. Secara keseluruhan, molase merupakan pengganti yang baik untuk gula rafinasi. Tetapi penggunaannya tetap harus di batasi karena tetap mengandung gula di dalamnya.

4. Sirop mapel

Sirop ini adalah cairan kental dengan rasa manis yang terbuat dari getah pohon mapel. Menurut sebuah penelitian, kandungan antioksidan pada sirop mapel lebih banyak jika dibandingkan dengan madu. Belum lagi, ada sejumlah nutrisi penting lain seperti kalsium, seng, mangan, dan kalium.

Hampir sama seperti gula kelapa dan madu, tetapi maple sirup merupakan pilihan yang lebih baik sebagai pengganti gula.

5. Sari kurma

Tak hanya saat Ramadan, kamu juga bisa menjadikan kurma sebagai pengganti gula yang menyehatkan, lho. Menurut Kementerian Kesehatan, kurma memiliki rasa manis alami yang baik, bisa dijadikan alternatif dari gula.

Nah, itulah beberapa alternatif pengganti gula yang bisa kamu gunakan sebagai pemanis makanan atau minuman. Karena memiliki rasa manis yang berbeda, kamu bisa menyesuaikan penggunaannya sesuai dengan makanan atau minuman yang akan dikonsumsi, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Kementerian Kesehatan, diakses 20 November 2020, Pemanis Buatan, Mana yang Aman?
  2. Healthline, diakses 20 November 2020, 9 Natural Substitutes for Sugar.
  3. Healthline, diakses 20 November 2020, Daily Intake of Sugar — How Much Sugar Should You Eat Per Day?
  4. Medlife, diakses 20 November 2020, 10 Healthy and Natural Sugar Substitutes.
  5. Food Science and Technology Research, diakses 20 November 2020, Antioxidant Activity of Different Grades of Maple Syrup as Determined by the Hydrophilic Oxygen Radical Absorbance Capacity Method.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 20 November 2020, Identification of a Novel Oligosaccharide in Maple Syrup as a Potential Alternative Saccharide for Diabetes Mellitus Patients.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 20 November 2020, Honey as a Potential Natural Antioxidant Medicine: An Insight into Its Molecular Mechanisms of Action.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 20 November 2020, Coconut (Cocos nucifera L.) sap as a potential source of sugar: Antioxidant and nutritional properties.
  9. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 20 November 2020, Added sugar intake and cardiovascular diseases mortality among US adults.
  10. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 20 November 2020, Impact of sugar on the body, brain, and behavior.

    register-docotr