Diet dan Nutrisi

Apakah Berat Badan yang Turun Pertanda Keberhasilan Diet?

March 3, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penurunan berat badan yang sehat bukan hanya soal “diet”. Ini tentang gaya hidup berkelanjutan yang mencakup perubahan jangka panjang dalam kebiasaan makan, dan olahraga sehari-hari.

Meski begitu, keinginan untuk menurunkan berat badan secara cepat adalah hal yang wajar bagi siapapun yang sedang melakukan program diet.

Tapi apakah itu benar-benar menunjukkan kesuksesan diet yang sedang kamu jalani? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Penambahan Berat Badan Bisa Prediksi Kematian? Cek Faktanya!

Bagaimana penurunan berat badan terjadi?

Dilansir dari Healthline, penurunan berat badan terjadi ketika jumlah kalori yang kamu konsumsi lebih sedikit daripada yang dibakar setiap hari. Adapun pengeluaran kalori terdiri dari tiga komponen utama di bawah ini:

  1. Tingkat metabolisme istirahat, ini adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan fungsi tubuh normal, seperti bernapas dan memompa darah.
  2. Efek termik makanan, ini mengacu pada kalori yang digunakan untuk mencerna, menyerap, dan mengolah nutrisi yang terdapat di dalam makanan untuk dijadikan energi.
  3. Efek termik aktivitas, ini adalah kalori yang digunakan selama berolahraga.

Selain dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar. Kamu juga bisa mencapai penurunan berat badan dengan membuang lebih banyak kalori melalui peningkatan aktivitas tertentu, misalnya dengan berolahraga.

Apakah diet bisa menyebabkan penurunan berat badan?

Dilansir dari NCBI, pada dasarnya mengubah komposisi makanan dapat memengaruhi asupan atau pengeluaran kalori secara keseluruhan. Apalagi jika dilakukan secara konsisten, ini dipercaya bisa menghasilkan perubahan signifikan pada berat badan seseorang.

Hal ini bisa terjadi karena perubahan komposisi makanan akan berdampak pada kecenderungan tubuh untuk menumpuk lemak, sampai memengaruhi rasa lapar maupun kenyang.

Oleh karena itu, secara teori mungkin saja diet tertentu dapat menghasilkan keadaan metabolik yang mendorong penurunan berat badan.

Akan tetapi perlu diingat bahwa keberhasilan jangka panjang penurunan berat badan akibat diet, lebih berkaitan dengan faktor-faktor praktis. Misalnya seperti lingkungan dan keterampilan memasak, ketimbang faktor biologis seperti usia, atau jenis kelamin.

Baca juga: Berat Badan Turun namun Tidak Sedang Diet? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Studi tentang penurunan berat badan dan program diet

Sebuah penelitian yang diterbitkan di NCBI, mencoba melihat dampak perubahan pola konsumsi makanan terhadap penurunan dan pemeliharaan berat badan. Studi ini dilakukan selama uji klinis program Weight Loss Maintenance (WLM).

WLM adalah program uji coba terkontrol, di mana jika pesertanya berhasil menyelesaikan tahap I percobaan dan menurunkan berat badan sebanyak 4 kg. Maka ia akan diacak ke salah satu dari tiga kelompok lain di tahap II dan mengikuti program lanjutan selama 30 bulan kemudian.

Hasil penelitian

Studi ini menunjukkan bahwa peserta yang mengganti protein untuk menghilangkan lemak, berhasil menurunkan rata-rata 0,33 kg per 6 bulan selama fase I dan 0,07 kg per 6-bulan selama fase II.

Peningkatan asupan buah dan sayuran juga terbukti berpengaruh pada penurunan berat badan di tahap I, yakni sebanyak 0,29 kg per 6 bulan dan 0,04 kg per 6 bulan di tahap ke II.

Sementara itu, peningkatan asupan susu ternyata juga cukup berdampak pada penurunan berat badan selama fase II yakni sebesar -0,17 kg per 6-bulan tetapi tidak di fase I.

Kesimpulannya, perubahan pola makan yang dilakukan dalam sebuah program diet dapat menjadi faktor penyebab terjadinya penurunan berat badan seseorang.

Tingkat penurunan berat badan yang aman

Meskipun banyak orang berharap mengalami penurunan berat badan yang cepat. Namun sebenarnya penting bagi kamu untuk tidak mengalaminya secara drastis.

Ini karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko batu empedu, dehidrasi, dan malnutrisi.

Para ahli merekomendasikan penurunan berat badan sebanyak 0,45–1,36 kg per minggu, atau sekitar 1 persen dari berat badan kamu.

Kamu juga harus ingat bahwa penurunan berat badan bukanlah proses yang linier. Jadi jangan berkecil hati jika penurunan berat badan kamu melambat atau stabil selama beberapa hari.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

What is healthy weight loss? https://www.cdc.gov/healthyweight/losing_weight/index.html diakses pada 2 Maret 2021

How Long Does It Take to Lose Weight? https://www.healthline.com/nutrition/how-long-does-it-take-to-lose-weight#contributing-factors diakses pada 2 Maret 2021

Dietary intakes associated with successful weight loss and maintenance during the Weight Loss Maintenance Trial https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3225890/ diakses pada 2 Maret 2021

Maintenance of lost weight and long-term management of obesity https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5764193/ diakses pada 2 Maret 2021

 

    register-docotr