Diet dan Nutrisi

8 Makanan yang Mengandung Enzim Pencernaan Alami, Ini Daftarnya!

January 22, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Enzim pencernaan dibutuhkan agar proses pemecahan nutrisi dari makanan berlangsung optimal. Jika enzim itu tidak ada, bisa jadi kamu akan mengalami beberapa kondisi seperti mual, kembung, sembelit, dan lainnya.

Ada beberapa makanan dengan kandungan enzim tersebut yang bisa kamu konsumsi secara rutin. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal enzim pencernaan

Setelah makanan masuk ke dalam perut, tubuh akan mulai melakukan proses pencernaan. Tanpa proses pencernaan, nutrisi dari makanan tidak bisa diserap oleh usus kecil untuk disalurkan ke aliran darah lalu diedarkan ke seluruh bagian tubuh.

Untuk mendukung proses tersebut, selain organ yang ikut bekerja, dibutuhkan enzim pencernaan agar dapat berlangsung secara optimal. Setidaknya ada tiga enzim alami yang memainkan peran penting dalam proses pencernaan makanan di dalam tubuh manusia, yaitu:

  • Protease: Enzim yang bertugas memecah protein untuk diubah menjadi peptida (molekul) kecil dan asam amino
  • Lipase: Enzim yang berfungsi memecah lemak
  • Amilase: Enzim yang bertugas memecah karbohidrat untuk diolah menjadi energi

Ketiga enzim tersebut diproduksi secara alami di usus kecil. Jika tubuh tidak dapat membuat enzim yang cukup, molekul makanan tidak bisa dicerna dengan baik. Salah satu gangguan pencernaan serius yang timbul akibat kondisi tersebut adalah intoleransi laktosa.

Daftar makanan dengan kandungan enzim pencernaan

Meski tubuh secara alami bisa menghasilkan enzim pencernaan, kamu dapat menambah jumlahnya dari makanan. Semakin sering kamu mengonsumsi makanan tersebut, maka sistem pencernaan juga akan bekerja lebih optimal.

Berikut daftar makanan dengan kandungan enzim pencernaan alami yang bisa kamu santap:

1. Jahe

Tak hanya berfungsi sebagai bumbu dapur, jahe juga terkenal dengan kandungan enzim pencernaannya, lho. Berdasarkan sebuah penelitian yang terbit di Journal of Dairy Science, jahe memiliki enzim protease jenis zingibain.

Istimewanya, zingibain pada jahe bisa memacu tubuh untuk memproduksi enzim lain, seperti amilase dan lipase. Mengonsumsi jahe secara rutin dapat meminimalkan gejala gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah.

Jahe juga bisa membantu makanan untuk bergerak lebih cepat di lambung. Tentu saja, ini bisa mengoptimalkan proses cerna dan penyerapan nutrisi yang ada di dalamnya.

2. Pisang

Tak hanya manis, pisang merupakan buah yang baik untuk sistem pencernaan. Menurut sebuah riset, pisang memiliki kandungan amilase dan glukosidase yang tinggi, dua jenis enzim yang berfungsi memecah karbohidrat menjadi energi.

Sebelum dimakan, enzim tersebut memecah zat pati menjadi gula saat pisang mulai matang. Itulah alasan mengapa pisang kuning yang matang terasa lebih manis ketimbang yang masih mentah.

3. Madu

Selain bisa dijadikan pengganti gula, madu memiliki kandungan enzim pencernaan yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan beberapa makanan sebelumnya.

Sebuah studi pada 2012 mengungkapkan, setidaknya ada empat jenis enzim pencernaan yang dimiliki madu, yaitu amilase, protoase, diastase, dan invertase. Diastase adalah enzim yang bertugas memecah gula, sedangkan invertase dapat memecah sukrosa.

4. Pepaya

Makanan yang mengandung enzim pencernaan alami berikutnya adalah pepaya. Buah tropis ini mengandung protease berjenis papain, dapat membantu proses pemecahan protein di dalam tubuh. Selain itu, papain juga dapat membantu proses cerna daging yang lebih keras.

Menurut sebuah riset di Austria, kandungan enzim itulah yang membuat pepaya cukup efektif untuk membantu meringankan berbagai gangguan pencernaan seperti sembelit dan kembung.

5. Mangga

Selain pepaya, mangga juga buah yang memiliki enzin pencernaan alami. Dikenal sebagai buah berair, mangga mengandung amilase yang dapat membantu memecah karbohidrat sehingga mudah diserap oleh tubuh. Kadar amilase yang tinggi bisa ditemukan saat mangga mulai matang.

6. Nanas

Secara khusus, nanas mengandung sekelompok enzim pencernaan yang disebut bromelain. Enzim ini masuk dalam golongan protease, berfungsi memecah protein di dalam tubuh, termasuk asam amino. Bromelain juga bisa membantu proses cerna daging yang cenderung lebih keras.

Baca juga: Menakjubkan! Ini 7 Manfaat Nanas untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

7. Alpukat

Tak seperti buah lainnya, alpukat terbilang cukup unik karena memiliki lemak sehat yang tinggi tapi rendah gula. Sebuah studi di Australia menjelaskan, kandungan lipase di buah alpukat dapat berfungsi memecah lemak. Selain lipase, alpukat juga punya polifenol cukup tinggi.

8. Kimchi

Makanan fermentasi seperti kimchi sering dikonsumsi karena dapat melancarkan saluran pencernaan. Proses fermentasi membuat kimchi memiliki bakteri sehat, enzim, dan nutrisi penting.

Kimchi mengandung bakteri dari spesies Bacillus yang bisa menghasilkan protease, lipase, dan amilase sekaligus. Seperti yang telah disebutkan, ketiga enzim tersebut memiliki fungsi untuk memecah protein, lemak, dan karbohidrat.

Nah, itulah beberapa makanan dengan kandungan enzim pencernaan alami yang perlu ketahui. Selain melancarkan saluran cerna, konsumsi beberapa makanan di atas secara rutin bisa meminimalkan terjadinya masalah pada perut seperti sembelit, mual, dan kembung.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 21 Januari 2021, 12 Foods That Contain Natural Digestive Enzymes.
  2. WebMD, diakses 21 Januari 2021, What Are Digestive Enzymes?
  3. Science Direct, diakses 21 Januari 2021, Purification, characterization, and milk coagulating properties of ginger proteases.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 21 Januari 2021, Amylolytic activity in fruits: comparison of different substrates and methods using banana as model.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 21 Januari 2021, A rapid method for the determination of honey diastase activity.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 21 Januari 2021, Papaya preparation (Caricol®) in digestive disorders.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 21 Januari 2021, Plant sources of acid stable lipases: potential therapy for cystic fibrosis.

    register-docotr