Diet dan Nutrisi

5 Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

December 24, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Remaja adalah kelompok yang sangat rentan mengalami gangguan makan. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkannya, dan diperlukan peran besar dari orang tua untuk menemukan penyebab sekaligus mengatasinya.

Ketahui apa yang berkontribusi terhadap gangguan makan remaja, dan cara mengatasi terbaik yang bisa diterapkan melalui ulasan berikut.

Baca juga: Jangan Sampai Keliru Ya, Begini Cara Diet OCD yang Benar!

Apa itu gangguan makan pada remaja?

Gangguan makan, termasuk anoreksia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN), dan gangguan makan berlebihan, adalah masalah psikologis yang melibatkan gangguan ekstrem dalam perilaku makan.

Dilansir dari Webmd, seorang remaja penderita anoreksia akan menolak untuk memiliki berat badan normal. Sementara penderita bulimia, biasanya telah berulang kali makan berlebihan yang diikuti dengan perilaku kompulsif seperti muntah.

Penyebab gangguan makan pada remaja

Sampai saat ini belum ada penelitian yang berhasil mengungkap penyebab pasti dari gangguan makan pada remaja.

Para ahli mengaitkan hal ini sebagai kombinasi dari berbagai faktor. Mulai dari hubungan keluarga, masalah psikologis, dan genetika. Beberapa hal yang dapat meningkatkan peluang remaja mengalami gangguan makan, meliputi:

Biologi

Dilansir dari Mayoclinic, memiliki anggota keluarga dekat seperti saudara kandung atau orang tua dengan kelainan makan, akan membuat seseorang lebih berisiko mengembangkan gangguan ini.

Faktor keluarga

Seringkali remaja dengan gangguan makan, juga berasal dari keluarga yang kurang mampu berkomunikasi dengan baik satu sama lain.

Ini umum dicirikan dengan suasana rumah yang diwarnai tingkat stres tinggi, pola komunikasi buruk, ekspektasi terlalu tinggi, dan keterampilan pemecahan masalah yang kurang berkembang.

Masalah psikologis dan emosional

Remaja dengan gangguan makan seringkali memiliki masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi dan cemas.

Lingkungan

Remaja mungkin memiliki harga diri yang rendah dan disibukkan dengan keinginan untuk memiliki tubuh kurus, karena terpengaruh lingkungan yang menekankan hal tersebut.

Mengikuti olahraga tertentu

Olahraga atau aktivitas yang menekankan kesederhanaan seperti balet, atau yang penilaiannya sebagian subjektif, seperti skating, sering dikaitkan dengan insiden gangguan makan yang lebih tinggi.

Ini karena jenis olahraga tersebut sering mendorong pelakunya untuk memiliki tubuh yang cenderung kurus.

Baca juga: Kenali Flexitarian, Pola Makan Vegetarian Tapi Masih Boleh Makan Daging

Bagaimana mengobati gangguan makan pada remaja?

Pengobatan gangguan makan ini paling baik dilakukan oleh tim yang terdiri dari dokter, ahli gizi dan terapis. Treatment yang dilakukan antara lain, konseling gizi, medical care, talk terapi (bisa individu, grup atau keluarga).

Dokter mungkin akan memberikan terapi dengan obat obatan untuk menurunkan rasa cemas, depresi , binge eating dan gangguan mental lain yang menjadi perhatian.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Treatment of Adolescent Eating Disorders: Progress and Challenges, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3083856/ diakses pada 24 Desember 2020

Understanding Eating Disorders in Teens, https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/understanding-eating-disorders-teens#1 diakses pada 24 Desember 2020

Teen eating disorders: Tips to protect your teen, https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/tween-and-teen-health/in-depth/teen-eating-disorders/art-20044635 diakses pada 24 Desember 2020

Eating disorders, https://kidshealth.org/en/teens/eat-disorder.html diakses pada 24 Desember 2020

Eating Disorder Symptoms & Causes, https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/e/eating-disorder/symptoms-and-causes diakses pada 24 Desember 2020

 

    register-docotr