Kesehatan Mental

Stres Bikin Kamu Makan Banyak? Waspadai Binge Eating Disorder!

April 20, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Orang yang sedang stres cenderung melakukan hal apapun yang dapat membuatnya lebih tenang, salah satunya adalah dengan makan dalam porsi lebih banyak. Bisa jadi itu merupakan binge eating disorder, yang bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Lantas, apa sebenarnya binge eating disorder itu? Apa kaitannya dengan stres? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apa itu binge eating disorder?

Binge eating disorder (BED) adalah gangguan makan yang parah, ditandai dengan perasaan ingin makan dalam porsi yang banyak dan secara berulang. Namun, beberapa pengidapnya terkadang merasa malu atau bersalah setelah melakukan hal tersebut.

Dikutip dari Healthline, binge eating disorder merupakan gangguan makan yang telah diidap sekitar dua persen orang di seluruh dunia. Kondisi itu bisa memicu berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, peningkatan kolesterol, bahkan keadaan yang dapat mengancam nyawa.

Binge eating disorder telah diidentifikasi sebagai gangguan psikologis, karena kondisi tersebut sering dipicu oleh stres, depresi, cemas, dan lain sebagainya.

Menurut sebuah penelitian, orang dengan binge eating disorder biasanya sering merasa tidak bahagia dan mempunyai banyak pikiran atau tekanan.

Mengapa bisa terjadi?

Seperti yang telah disebutkan, binge eating disorder sangat erat kaitannya dengan stres, depresi, dan kondisi psikologis lainnya. Saat kamu sedang mengalami gangguan suasana hati, termasuk stres, tubuh akan lebih banyak melepaskan hormon kortisol.

Peningkatan hormon tersebut ternyata juga bisa memengaruhi nafsu makan. American Psychological Association menyatakan, orang yang sering stres, sedih, dan ketidakstabilan emosi rentan untuk terkena obesitas akibat pola makan berlebihan tersebut.

Sebenarnya, dalam jangka pendek, stres justru bisa membantu mengurangi nafsu makan. Sistem saraf akan mengirimkan pesan ke kelenjar adrenal di atas ginjal untuk memompa hormon epinefrin. Hormon tersebut dapat membantu menahan rasa lapar untuk sementara waktu.

Namun, jika stres terus berlanjut, ceritanya jadi berbeda. Kelenjar adrenal akan melepaskan hormon lain yaitu kortisol. Efeknya, nafsu makan menjadi meningkat. Kadar kortisol bisa ditekan jika kamu dapat mengontrol stres dengan baik.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Lho Perbedaan Stres dan Depresi

Stres dan kecenderungan memilih makanan tertentu

Dikutip dari Harvard Medical School, stres tidak hanya dapat meningkatkan nafsu makan, tapi juga memengaruhi preferensi menu yang akan disantap. Tekanan emosional bisa meningkatkan asupan makanan tinggi lemak, gula, atau keduanya.

Hal tersebut terjadi karena tingginya kadar kortisol ditambah dengan peningkatan insulin. Setelah dicerna, makanan yang mengandung lemak dan gula memang dapat mengurangi respons stres.

Tapi di sisi lain, makanan tinggi gula dan lemak dalam porsi banyak dapat memberi efek pada berat badan. Ditambah lagi, gangguan suasana hati bisa memicu seseorang untuk kurang tidur dan jarang olahraga. Semua hal itu adalah faktor risiko dari obesitas.

Menghilangkan stres tanpa makan berlebihan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa stres bisa meningkatkan nafsu makan dan berpotensi berdampak pada berat badan. Alih-alih mengonsumsi makanan dalam porsi banyak, kamu dapat melakukan beberapa cara berikut untuk meredakan stres:

Meditasi

Meditasi dapat membantu mengelola stres tanpa harus makan banyak gula dan lemak. Mengutip dari Mayo Clinic, meditasi dapat membuatmu mencapai titik relaksasi, pikiran akan ikut tenang.

Selama meditasi, kamu akan lebih mudah dalam memusatkan pikiran dan membuang beban yang selama ini menjadi pemicu stres. Meditasi tidak hanya bermanfaat untuk kondisi psikologis, tapi juga kesehatan fisik (menurunkan tekanan darah dan mencegah sakit jantung).

Olahraga

Cara berikutnya untuk meredakan stres tanpa mengonsumsi makanan adalah dengan olahraga. Olahraga dapat menurunkan kadar hormon stres di dalam tubuh, seperti adrenalin dan kortisol.

Di waktu yang sama, aktivitas tersebut juga bisa merangsang produksi endorfin, bahan kimia di otak yang merupakan penghilang rasa sakit alami, dapat membantu memperbaiki suasana hati.

Baca juga: 5 Olahraga yang Bisa Bantu Redakan Stres, Apa Saja?

Dukungan sosial

Jika kamu sedang mempunyai masalah, tak perlu malu untuk mencari solusi dari orang terdekat. Dukungan sosial berperan penting dalam kesehatan mental seseorang.

Menurut sebuah publikasi, orang yang memiliki hubungan sosial tinggi biasanya mempunyai kesehatan mental yang baik dan lebih mudah untuk terhindar dari gangguan suasana hati.

Nah, itulah ulasan tentang hubungan stres dan keinginan untuk selalu makan. Agar terhindar dari perilaku binge eating disorder, lakukan tips di atas untuk meredakan stres yang kamu alami, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. National Eating Disorders, diakses 19 April 2021, Binge Eating Disorder.
  2. Healthline, diakses 19 April 2021, Binge Eating Disorder: Symptoms, Causes, and Asking for Help.
  3. Harvard Medical School, diakses 19 April 2021, Why stress causes people to overeat.
  4. Harvard Medical School, diakses 19 April 2021, Exercising to relax.
  5. American Psychological Association, diakses 19 April 2021, Mind/body health: Obesity.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 19 April 2021, Health promoting effects of friends and family on health outcomes in older adults.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 19 April 2021, Binge Eating Disorder in Adults.
  8. Mayo Clinic, diakses 19 April 2021, Meditation: A simple, fast way to reduce stress.
  9. Nature, diakses 19 April 2021, Relationship of obesity to job stress and eating behavior in male Japanese workers.

    register-docotr