Kesehatan Mental

Sering Tertukar, Kenali Perbedaan Halusinasi, Ilusi, dan Delusi

April 30, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Saat sel-sel otak tidak berkembang sebagaimana mestinya, otak bisa mengubah indra untuk membuat kamu berpikir bahwa kamu melihat, mendengar, merasakan, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Orang awam sering mengartikan kondisi semacam itu dengan istilah halusinasi. Padahal ada berbagai faktor yang bisa saja mengarahkannya ke gangguan mental lain seperti delusi, atau ilusi.

Agar tak salah dalam mendefinisikan, mari baca ulasan di bawah untuk mengetahui perbedaan antara delusi, ilusi, dan halusinasi.

Baca juga: Ketika Memutuskan untuk Bunuh Diri, Ini Terjadi pada Otak Manusia!

Apa itu halusinasi?

Dilansir dari Healthline, halusinasi adalah pengalaman sensorik yang tampak nyata tetapi diciptakan oleh pikiran kamu sendiri. Hal ini dapat memengaruhi penglihatan, penciuman, pengecapan, pendengaran, sampai sensasi tubuh.

Misalnya kamu mungkin mendengar suara yang tidak dapat didengar oleh orang lain di sebuah ruangan. Atau bisa saja kamu melihat gambar yang sebenarnya tidak ada.

Hal-hal yang menyebabkan halusinasi

Dalam kasus yang paling sederhana, kamu mungkin lebih rentan terhadap halusinasi jika tidak tidur selama beberapa hari.

Adapun untuk kasus yang lebih kompleks, penyakit mental adalah salah satu penyebab halusinasi yang paling umum. Skizofrenia, demensia, dan delirium adalah beberapa contohnya.

Selain itu penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol atau kokain juga bisa memicu halusinasi. Konsumsi obat-obatan untuk penyakit Parkinson, depresi, psikosis, dan epilepsi juga terkadang dapat memicu gejala halusinasi.

Bagaimana cara mengobati halusinasi?

Dokter umumnya akan dapat merekomendasikan bentuk perawatan terbaik setelah mereka mengetahui apa yang menyebabkan halusinasi. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Obat-obatan: perawatan untuk halusinasi akan bergantung pada penyebab utamanya. Jika halusinasi terjadi karena efek konsumsi minuman beralkohol, dokter mungkin meresepkan obat yang membantu menenangkan sistem saraf.
  2. Konseling: ini mungkin juga menjadi bagian dari rencana perawatan, terutama jika penyebab halusinasi adalah gangguan kesehatan mental.

Tentang ilusi

Ilusi diartikan sebagai persepsi yang terjadi ketika ada rangsangan sensorik yang disalahartikan. Misalnya seperti mendengar angin saat seseorang menangis, atau melihat seseorang di sudut, padahal itu hanya gantungan jaket di pojok ruangan.

Setiap orang terkadang mengalami ilusi. Namun ilusi sangat umum terjadi pada orang yang menderita skizofrenia.

Ilusi berbeda dari halusinasi di mana halusinasi terjadi tanpa rangsangan eksternal. Namun seperti halusinasi, ilusi tidak selalu merupakan tanda kondisi kejiwaan, dan siapa pun mungkin mengalaminya.

Penyebab ilusi

Ilusi dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti efek cahaya pada suatu objek, informasi sensorik yang tidak mencukupi tentang suatu objek, atau kesalahan dalam pemrosesan detail sensorik individu.

Ilusi tertentu yang dikenal sebagai pseudohalusinasi, bisa menjadi tanda gangguan kejiwaan. Seseorang mungkin mengalaminya dalam kondisi ketakutan atau kecemasan. Ilusi juga bisa menjadi ciri khas dari kondisi kesehatan mental tertentu, seperti skizofrenia.

Penanganan yang bisa dilakukan

Pada dasarnya apabila ilusi terdeteksi sebagai salah satu bagian dari gangguan jiwa, maka penanganan terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan meminta bantuan tenaga medis profesional.

Umumnya terapi dan pemberian obat-obatan akan diberikan untuk membantu penderita ilusi menangani masalah mental tersebut.

Baca juga: 3 Hal tentang Halo Effect dan Dampaknya bagi Kehidupan

Mengenal delusi

Dilansir dari Very Well Mind, delusi dicirikan oleh kepercayaan yang tak tergoyahkan pada hal-hal yang tidak benar. Banyak delusi juga melibatkan beberapa tingkat paranoia.

Misalnya seseorang mungkin berpendapat bahwa pemerintah mengendalikan setiap gerakan kita melalui gelombang radio, meskipun ada bukti yang bertentangan.

Faktor penyebab

Para peneliti tidak terlalu yakin apa yang menyebabkan keadaan delusi. Tapi tampaknya berbagai faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan berperan dalam mengakibatkan kondisi ini.

Delusi juga sering kali menjadi bagian dari gangguan kejiwaan. Ini mungkin terjadi bersamaan dengan halusinasi, yang melibatkan pengamatan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Langkah penanganan

Penting bagi siapa pun yang mengalami delusi untuk mencari bantuan profesional. Ini bisa menjadi sangat menantang, karena orang yang mengalami delusi sering percaya bahwa pengalaman mereka adalah fakta.

Selain terapi dan obat-obatan, dalam beberapa kasus, rawat inap psikiatri juga diperlukan untuk membantu orang dengan delusi menjadi stabil. Ini diperlukan terutama jika mereka membahayakan diri mereka sendiri atau orang lain.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Bright Quest diakses pada 29 April 2021

University of Michigan Health diakses pada 29 April 2021

Medicine Net diakses pada 29 April 2021

Very Well Mind diakses pada 29 April 2021

Healthline diakses pada 29 April 2021

Good Therapy diakses pada 29 April 2021

    register-docotr