Kesehatan Mental

Perselingkuhan Dapat Menimbulkan Trauma, Bagaimana Cara Mengatasinya?

July 22, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Dalam kehidupan berumah tangga terdapat beberapa rintangan yang dapat dialami oleh setiap pasangan. Perselingkuhan salah satunya. Masalah ini rentan menyebabkan trauma pada pasangan yang diselingkuhi.

Perselingkuhan dapat berdampak pada kehidupan rumah tangga seseorang. Biasanya pasangan yang diselingkuhi akan merasakan perasaan sedih, kecewa, atau bahkan dapat menimbulkan rasa untuk menyalahkan diri sendiri.

Mengobati luka setelah terjadinya perselingkuhan memang tidak mudah, akan tetapi ini bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan.  

Perselingkuhan dapat menyebabkan PTSD

Ketika pasangan yang dipercaya mengkhianati komitmen dalam hubungan serta kepercayaan pasangannya, hubungan ini dapat mengalami ketidakstabilan yang parah dan berimbas pada ketidakharmonisan keluarga.

Pasangan yang diselingkuhi dapat merasakan perasaan emosional yang disiksa dan dihina ketika perselingkuhan muncul. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD).

Ada beberapa gejala yang dapat ditimbulkannya, berikut adalah gejala tersebut:

  • Merasakan pikiran yang menganggu secara berulang
  • Emosi yang tidak stabil
  • Merasakan perasaan mati rasa atau membalas dendam
  • Dapat merasa tidak berdaya dan hancur
  • Perlu mendapatkan kembali harga diri dengan cara menyalahkan
  • Kebingungan dan disorientasi

Ketika seseorang memiliki pengalaman yang sama, hal tersebut dapat memunculkan kembali perasaan traumatis. Secara signifikan, hal ini dapat mempersulit proses penyembuhan seseorang.

Bagaimana cara mengatasinya trauma akibat perselingkuhan?

Perselingkuhan memang dapat menghancurkan kesetiaan dan kepercayaan yang sudah diberikan kepada pasangan. Hal ini dapat menimbulkan luka dan perasaan sakit hati yang dalam. Akan tetapi, sebaiknya janganlah berlarut-larut dalam kesedihan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah hal yang harus kamu lakukan untuk mengatasi trauma pasca perselingkuhan.

Menerima perasaan yang ditimbulkan akibat perselingkuhan

Syok, agitasi, ketakutan, sakit hati, depresi, dan kebingungan merupakan hal yang normal. Kamu mungkin saja akan merasa berada di rollercoaster karena emosional yang berubah-ubah untuk sementara waktu.

Untuk menghilangkan perasaan ini dibutuhkan waktu dan sebaiknya janganlah terburu-buru.

Jangan berencana untuk membalas dendam

Dikhianati oleh pasangan memang dapat memicu kemarahan. Dalam keadaan marah, insting pertama yang muncul mungkin untuk menghukum pasangan, misalnya saja membalas dendam.

Hal tersebut memang dapat memberikan kepuasan untuk sementara, tetapi sebaiknya berfokuslah untuk penyembuhan diri sendiri dibandingkan dengan membalas dendam.

Merawat diri sendiri

Kamu mungkin saja mengalami beberapa reaksi fisik karena stres, seperti mual, diare, masalah tidur, atau sulit berkonsentrasi. Setelah kamu mengalami syok pertama dengan gejala yang dapat ditimbulkan seperti yang sudah disebutkan tadi, jangan lupa untuk merawat diri sendiri.

Cobalah untuk makan-makanan yang sehat, tidur yang cukup, berolahraga, minum banyak air putih, serta melakukan apapun yang kamu sukai.

Menerima kekurangan diri

Setelah mengetahui pasangan berselingkuh, kamu mungkin akan menyalahkan diri sendiri, misalnya menyalahkan fisik diri sendiri. Janganlah terjebak dengan perasaan itu.

Kekecewaan yang dirasakan tersebut dapat merusak diri sendiri dan tidak memberikan proses apa-apa untuk penyembuhan. Oleh karena itu, sebaiknya cintailah diri sendiri.

Selalu pikirkanlah bahwa keunikan dan kecantikan kamu adalah milik kamu sendiri dan tidak ada yang bisa mengambilnya darimu.

Cara memulai hidup baru setelah mengalami perselingkuhan

Bangkit kembali setelah perselingkuhan memang tidak mudah, akan tetapi janganlah mencoba untuk mengatasi perselingkuhan secara sendirian. Sebelum memutuskan apakah kamu akan mengakhiri pernikahan atau tidak, sebaiknya berbicaralah pada pasangan kamu.

Kamu juga dapat berbicara pada konselor, psikolog, atau penasihat pernikahan. Mereka akan bersikap netral dalam membantu kamu mendapatkan wawasan tentang apa yang terjadi sebenarnya.

Kamu dan pasanganmu dapat mengajukan pertanyaan satu sama lain dan membagikan perasaan tanpa kehilangan ketenangan karena didampingi oleh para profesional.

Perasaan sedikit lebih waspada setelah terjadi perselingkuhan ketika kamu memutuskan untuk bertahan bersama pasangan merupakan hal yang wajar.

Bercerai setelah perselingkuhan

Kamu juga dapat memutuskan untuk bercerai dan memberi kesempatan diri sendiri untuk bertemu dengan orang baru. Tetapi ini bukanlah keputusan yang mudah dan harus mempertimbangkan banyak hal, terutama anak-anak.

Bercerai tidak selalu menjadi solusi yang terbaik. Banyak pasangan yang kembali membangun hubungan mereka lagi untuk mencapai pemahaman baru.

Maka dari itu sangat disarankan jika perselingkuhan terjadi, selalu berkomunikasilah dengan pasangan untuk menemukan keputusan yang tepat untuk hubungan kedepannya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Cheat Sheet (2017). Diakses pada 17 Juli 2020. 10 Things to Do Immediately When You Find Out Your Partner Is Cheating 

Paired Life (2019). Diakses pada 17 Juli 2020. 14 Steps to Rebuilding Your Self-Esteem After Being Cheated On 

Psychology Today (2017). Diakses pada 17 Juli 2020. How Infidelity Causes Post Traumatic Stress Disorder 

Very Well Health (2019). Diakses pada 17 Juli 2020. 8 Tips for Coping When Your Partner Is Unfaithful 

Your Tango (2020). Diakses pada 17 Juli 2020. 12 Though Things You Must Do If You Choose to Stay With a Cheating Husband 

    register-docotr