Kesehatan Mental

Kamu Takut Akan Pernikahan? Waspada Gamofobia!

January 28, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Fobia ketinggian atau pada hewan merupakan beberapa jenis fobia yang umum terjadi di masyarakat, tetapi tahukah kamu bahwa terdapat fobia akan komitmen pernikahan yang dikenal dengan istilah gamofobia?

Apa itu gamofobia?

Melansir penjelasan dari laman Healthline, fobia adalah ketakutan berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya hanya menimbulkan sedikit bahaya, namun kenyataannya justru membuat kamu cemas berlebihan.

Gamofobia dapat mengubah hidup kamu dan menyebabkan kecemasan atau serangan panik pada suatu komitmen akan pernikahan.

Saat memikirkan tentang komitmen atau pernikahan saja sudah membuat kamu berkeringat, jantung berdebar-debar, atau merasakan pusing. Hal itu adalah beberapa gejala apabila kamu menderita gamofobia. 

Seberapa umum ketakutan akan komitmen pernikahan?

Menurut Healthline, diperkirakan 12,5 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalami fobia tertentu pada suatu saat, termasuk takut terbang, takut laba-laba, dan takut jarum.

Sulit untuk mengatakan berapa banyak orang yang takut akan komitmen. Tidak semua orang mencari bantuan atau mendapatkan diagnosis. Tanpa konseling profesional, tidak mudah untuk mengetahui apakah kamu sedang menghadapi gamofobia atau hal lain, seperti:

  • Takut ditinggalkan
  • Takut keintiman
  • Takut mempercayai orang lain

Penyebab gamofobia

Fobia spesifik seperti gamofobia dapat berkembang di awal kehidupan. Ini mungkin karena campuran beberapa hal dan bukan penyebab tunggal. Itu bisa menjadi respons belajar dari mengamati orang tua atau kerabat dekat lainnya.

Rasa takut pada komitmen dapat muncul dari trauma tertentu, seperti menyaksikan hubungan orang tua yang sulit atau perceraian.

Kamu mungkin dibesarkan dengan kesan bahwa hubungan atau konflik perkawinan tidak dapat diselesaikan dan oleh sebab itu, tanpa sadar kamu tidak ingin mengikuti jejak orang tua.

Gamofobia dapat muncul dari hubungan sebelumnya yang tidak berhasil atau takut “ketinggalan” jika kamu berkomitmen pada satu orang. Lebih bahayanya kamu bahkan bisa memiliki kecenderungan genetik terhadap kecemasan.

Tanda-tanda gamofobia 

Apabila kamu menderita gamofobia, umumnya akan menunjukkan gejala, seperti:

  • Pikiran tentang komitmen membuat kamu merasa ketakutan. 
  • Kamu telah mengatur hidup berdasarkan rasa takut ini.
  • Kamu telah mundur pada hubungan yang baik karena kebutuhan untuk “melarikan diri”.
  • Merasa cemas atau tertekan tentang hubungan.

Tak hanya sekadar dipikiran saja, ketika kamu mulai merasakan cemas atau rasa takut berlebihan tentang komitmen atau pernikahan, maka dapat menimbulkan gejala fisik, seperti:

  • Detak jantung cepat, jantung berdebar-debar. 
  • Berkeringat. 
  • Sesak napas. 
  • Nyeri dada.
  • Pusing. 
  • Mual.

Kamu mungkin menyadari bahwa ketakutan berlebihan justru dapat menuntun ke jalan yang justru dapat menghentikan mimpimu. Gamofobia dapat berdampak signifikan pada sekolah, pekerjaan, atau kehidupan pribadi selama 6 bulan atau lebih.

Cara mengatasi gamofobia

Menurut penjelasan dari laman Healthline, setelah kamu mengakui rasa takut dan menyadari bahwa mampu untuk berubah, itu tandanya kamu telah mengambil langkah pertama.

Pahami dan cari tahu alasan di balik ketakutan yang kamu alami. Apakah peristiwa masa lalu memengaruhi kebahagiaan dirimu saat ini?

Pikirkan tentang apa yang kamu inginkan dan butuhkan dalam suatu hubungan. Kesadaran itu mungkin satu-satunya yang kamu butuhkan untuk mulai mengatasi ketakutan dan rasa cemas dalam diri. 

Baca juga: Meski Sudah Menikah Kamu Boleh Kok Tetap Punya Privasi, Ini Pentingnya

Pengobatan gamofobia

Setelah mengenali dan menyadari terkena gamofobia, kamu dapat mulai mengatasinya. Mungkin saja melalui introspeksi mendalam dan kemauan untuk berubah.

Tetapi mengatasi gamofobia juga bisa jadi sulit, jika kamu alami kesulitan, ada beberapa bentuk terapi yang dapat membantu sebagaiman dilansir dari laman Healthline berikut ini:

Terapi perilaku

Dalam terapi perilaku, teorinya adalah bahwa perilaku dipelajari dan oleh karena itu dapat diubah. Kamu akan mengidentifikasi perilaku merusak diri sendiri dan mempraktikkan strategi untuk mengubahnya.

Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif membantu melihat bagaimana pikiran memengaruhi perilaku. Terapis kemungkinan besar akan menyajikan rencana terstruktur dengan sejumlah sesi di awal. Seiring kemajuan, kamu akan belajar bagaimana mengubah pola pikir dan perilaku.

Terapi psikodinamik

Dalam terapi bicara dan terapi psikodinamik lainnya, kamu bebas mengekspresikan perasaan terdalam tanpa dihakimi.

Ini dapat membantu memahami gamofobia yang kamu alami dan bagaimana hal itu terjadi. Terapi bicara dapat mencakup sesi individu, pasangan, atau kelompok.

Sementara terapi kognitif dan terapi perilaku adalah standar emas untuk sebagian besar fobia. Gamofobia mungkin merupakan respons terhadap tantangan dalam hubungan pribadi kita atau hubungan di sekitar kita. Terapi psikodinamik terbukti sangat membantu kondisi ini.

Obat yang boleh dikonsumsi saat menderita gamofobia

Pengobatan biasanya tidak diperlukan dalam pengobatan gamofobia. Namun apabila kamu  menghadapi kondisi tertentui, dokter mungkin mempertimbangkan untuk meresepkan obat antidepresan yang dapat membantu untuk mengobati gangguan kecemasan dan gangguan serangan panik.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2021) diakses pada 27 Januari 2021. Gamophobia, The Fear of Commitment and Marriage
  2. Healthgrades.com (2020) diakses pada 27 Januari 2021. Gamophobia (Fear of Marriage) 
    register-docotr