Kesehatan Mental

Quarter Life Crisis adalah Kondisi Serius, Begini Cara Menghadapinya

September 9, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Fenomena quarter life crisis seringkali dialami oleh orang berusia 20-an atau 30-an. Biasanya krisis ini dipicu oleh berbagai kekhawatiran dalam hidup.  Mulai dari pekerjaan, hubungan asmara, hingga kondisi finansial. Yuk, mulai kenali fase quarter life crisis serta cara mengatasinya. 

Baca Juga: 5 Manfaat Berpikir Positif untuk Kesehatan yang Wajib Kamu Ketahui!

Mengenal krisis seperempat abad

Krisis seperempat abad atau quarter life crisis adalah periode dalam hidup yang dipenuhi ketidakpastian. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aspek ketidakpastian ini bisa meliputi apapun terkait tujuan hidup. Mulai dari pendidikan, karier, asmara, keluarga, dan keuangan.

Fase quarter life crisis umumnya terjadi saat seseorang mulai melihat banyak perubahan dalam lingkungannya. Sehingga tidak jarang seseorang merasakannya karena melihat teman-teman seusianya sudah memiliki pencapaian yang berbeda.

Jika kamu bertanya, quarter life crisis bisa terjadi di umur berapa? Menurut Onlinedegress.Bradley.edu, krisis ini umum terjadi pada seseorang selama pertengahan usia 20-an hingga awal 30-an.

Kondisi pemicu quarter life crisis

Quarter life crisis merupakan hal yang normal dan dialami oleh hampir semua orang. Periode krisis seperempat abad ini biasanya dimulai ketika ada situasi yang memicu, misalnya:

  • Sedang mencari pekerjaan
  • Merencanakan karir
  • Memulai hidup sendiri untuk pertama kali
  • Membuat keputusan pribadi maupun profesional terkait jangka waktu yang panjang

Bagaimana gejala atau ciri-ciri quarter life crisis?

Ciri-ciri quarter life crisis umumnya dikaitkan dengan depresi, kecemasan, serta perubahan suasana hati atau pun ketakutan. Hal ini tentunya wajar karena kamu merasa stres dan ragu akan masa transisi dalam kehidupan.

Berikut kondisi yang bisa menjadi ciri-ciri quarter life crisis yang dialami seseorang. : 

1. Tidak yakin dengan tujuan hidup

Pada masa quarter life crisis, umumnya orang-orang merasa bingung tentang apa yang harus dilakukan dengan hidupnya. Bahkan tidak sedikit yang merasa kesulitan menentukan keinginannya baik dalam konteks kehidupan pribadi maupun profesional.

2. Ciri-ciri quarter life crisis kerap merasa gelisah

Kamu mungkin menemukan dirimu kesulitan berpegang pada satu hal. Baik itu pekerjaan, hubungan, dan berbagai hal lain. Ciri-ciri quarter life crisis lainnya adalah kamu juga cenderung ingin lari dan menghindar. 

3. Kesulitan mengambil keputusan

Ragu akan segala sesuatu dalam kehidupan juga bisa jadi ciri-ciri quarter life crisis. Kamu mungkin merasa kesulitan mengambil keputusan atau bahkan tidak mampu melakukannya. Termasuk keputusan terkait hal kecil. 

4. Ciri-ciri quarter life crisis yaitu kelelahan dan kurang motivasi

Biasanya hal ini ditandai dengan merasa kurang berenergi diiringi peningkatan waktu tidur yang tidak biasa. Kelelahan ini mungkin juga dirasakan secara fisik, mental dan emosional. 

5. Mulai meragukan diri sendiri

Bila kamu merasakan keraguan dan dengan banyak aspek dalam hidupmu bisa jadi kamu sedang berada di tengah quarter life crisis. Rasa tidak aman dan kecewa sangat mungkin terjadi dan mengganggu pikiranmu. 

Kondisi ini bisa menjadi semakin parah saat orang-orang di sekitarmu tak ada yang mendukung perkembanganmu. Hal ini bisa memicu rasa tidak percaya diri yang membuat krisis seperempat abad menjadi semakin sulit diatasi.

6. Merasa terjebak

Seperti merasa terjebak adalah ciri-ciri quarter life crisis yang lainnya. Kamu seperti tidak tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup, juga bisa jadi, beberapa hal berjalan tidak sesuai dengan keinginanmu. Sehingga kamu merasa terjebak dan tidak dapat bergerak ke mana-mana. 

7. Quarter life crisis adalah ketika kamu khawatir tidak menghasilkan sesuatu dengan cukup

Tidak dapat dipungkiri, keuangan menjadi salah satu masalah yang dikhawatirkan ketika menghadapi quarter life crisis. Kebanyakan orang mengkhawatirkan jika mereka tidak akan mendapatkan cukup uang untuk mencapai kestabilan finansial. 

8. Merasa tertinggal oleh lingkungan

Ketika dihadapi dengan masa krisis, kamu mungkin akan mulai membandingkan diri dengan teman-teman atau lingkungan di sekitarmu. Mulai dari sisi hubungan asmara, pendidikan, karir bahkan kemampuan finansial bisa jadi hal yang sangat membuatmu merasa tertinggal.

Baca juga : Sikapi 6 Gejala Depresi Seusai Menyapih si Kecil dengan Solusi Ampuh Berikut

Cara mengatasi quarter life crisis

Ketika ekspektasi tidak sesuai dengan penggambaran umum tentang kondisi kehidupan di usia dua puluhan, banyak orang yang mempermasalahkannya dengan diri sendiri. Kemudian merasa tidak mampu atau malu.

Kondisi seperti itu tentunya dapat menyebabkan siklus perilaku negatif yang berbahaya. Di samping itu, dikutip dari situs urbanbalance.com, para psikolog menemukan bahwa stres yang tinggi terkait quarter life crisis ternyata memiliki pengaruh tinggi pada gangguan kesehatan lain.

Mulai dari kecanduan, kecemasan, depresi, dan jenis masalah kesehatan lainnya. Terutama pada kelompok usia di atas 21 tahun. Nah, supaya dapat melewati fase krisis dengan lebih baik, berikut ini ada beberapa cara yang mungkin dapat membantu kamu mengatasi quarter life crisis

1. Mengakui permasalahan 

Langkah pertama yang paling penting dalam menghadapi quarter life crisis adalah dengan menerima permasalahan yang ada dan mencari ruang untuk membicarakannya. 

Hal ini sangat penting karena tidak sedikit orang yang tidak mau mengakui ketidakbahagiaan yang dirasakannya. Sehingga merasa menderita secara diam-diam dalam kehidupannya.

2. Hindari memendamnya sendirian

Buatlah dirimu berada dalam lingkaran orang-orang yang dapat dipercaya. Dukungan dari mereka akan membuat semangat kembali hidup. Kamu juga bisa berbagi kecemasanmu dengan psikolog agar kamu dapat mengatasi kecemasan dengan lebih cepat. 

3. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain 

Ketika sering membandingkan diri dengan orang lain, kepercayaan diri biasanya semakin menyusut. Lebih baik fokus pada apa yang bisa diperbaiki di dalam diri sendiri. Belajarlah mengurangi kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. 

4. Kenali diri lebih jauh

Cari tahu hal-hal yang membuatmu dapat termotivasi dan bersemangat menjalani kehidupan. Langkah ini penting supaya kamu memiliki tujuan hidup yang lebih jelas. Juga menghapus berbagai keraguan atau kebingungan yang selama ini mengganggu. 

5. Catat rencana hidupmu

Mulailah merencanakan hidup dengan mencatat berbagai hal penting. Dengan begitu kamu akan memahami prioritas hidupmu serta rencana dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Juga, kamu bisa mencatat apa saja yang perlu kamu lakukan untuk mencapai rencana hidupmu yang sesungguhnya. 

6. Seimbangkan tubuh, pikiran, dan emosi

Tubuh, pikiran dan emosi merupakan hal yang kamu miliki dalam menjalani kehidupan ini. Untuk menjaganya tetap seimbang terapkan pola makan sehat, istirahat dengan baik dan berolahraga teratur. Keseimbangan ini akan membantumu memiliki suasana hati yang lebih baik. 

7. Ingatkan diri bahwa kondisi ini normal

Transisi kehidupan dari masa remaja hingga dewasa memang bukan hal yang mudah. Namun, periode ini merupakan hal normal yang dialami hampir semua orang. Untuk itu, kamu harus mengingatkan diri sendiri bahwa ini krisis seperempat abad ini adalah bagian dari pencarian diri.

Bila kamu mengalami masa yang amat sulit dalam menghadapi quarter life crisis, hingga mengganggu kondisi mental maupun fisik, jangan diabaikan ya. Cobalah untuk berkonsultasi pada tenaga profesional agar kamu mendapat bantuan yang tepat.

Quarter life crisis pada mahasiswa

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pertanyaan tentang quarter life crisis terjadi pada umur berapa, umumnya bisa dijawab pada awal usia 20-an sampai awal 30-an.

Dalam rentang usia tersebut, seseorang biasanya mulai memasuki perguruan tinggi dan mulai menyadari bahwa menjadi dewasa tidaklah mudah. Di momen ini, seseorang juga mulai merasa ada tuntutan untuk lebih bertanggung jawab, bahagia, dan sukses di mata orang lain.

Ketika ia tidak bisa mencapai itu semua, akhirnya ia pun akan rentan mengalami quarter life crisis pada saat menjadi mahasiswa. Kondisi ini bisa menjadi semakin parah dengan perkembangan teknologi yang seolah memberi penawaran bahwa ‘tidak ada yang tidak mungkin’ untuk dicapai.

Alih-alih membuat termotivasi, prinsip ini justru bisa membuat kamu tertekan jika tidak tahu cara menghadapi berbagai dinamika dalam kondisi krisis seperempat abad yang sedang dijalani.

Masih punya pertanyaan seputar menghadapi quarter life crisis dalam hidupmu? Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr