Kesehatan Mental

Apa Itu Panic Attack? Berikut Gejala, Penyebab, dan Penanganan Serangan Panik

September 5, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa orang merasakan kegelisahan yang berlebihan secara tiba-tiba, namun belum mengetahui pasti apa itu panic attack. Ya, perlu diketahui jika serangan panik akan ditandai dengan munculnya rasa takut selama beberapa menit di mana menyebabkan detak jantung berdetak cepat. 

Dalam beberapa kasus, mungkin kamu akan salah mengira jika gejala panic attack merupakan serangan jantung. Hal ini dikarenakan ketika serangan panik terjadi, tubuh akan kehilangan kendali. Nah, untuk mengetahui apa itu panic attack lebih lanjut yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Diet Vegan Mentah Bisa Sebabkan Amenorrhea? Simak Penjelasannya Ladies!

Apa itu panic attack?

Panic attack atau serangan panik adalah episode singkat dari kecemasan intens yang menyebabkan sensasi fisik ketakutan. Serangan panik sering terjadi secara tidak terduga dan terkadang tidak terkait dengan ancaman eksternal apapun.

Meski serangan panik bisa berlangsung beberapa menit, namun efek fisik dan emosional dari hal tersebut bisa terjadi selama berjam-jam. Sekitar 35 persen dari populasi pernah mengalami serangan panik dalam hidupnya atau biasa disebut juga dengan gangguan kecemasan.

Tanpa pengobatan, serangan panik yang sering dan berkepanjangan bisa sangat melumpuhkan. Orang tersebut mungkin memilih untuk menghindari berbagai macam situasi, seperti meninggalkan rumah karena takut mengalami serangan lebih lanjut.

Gejala umum yang mungkin dirasakan saat serangan panik

Serangan panik umumnya dapat memicu sistem saraf simpatik dimana hal ini mengarah pada respons alami ketika menghadapi bahaya. Panic attack bisa muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan dan terjadi sesekali atau bahkan sering sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari.

Dilansir dari Healthline, gejala panic attack muncul secara bertahap dan memuncak setelah sekitar sepuluh menit. Beberapa gejala yang mungkin menyertai, yakni nyeri dada, kesulitan menelan, sulit bernapas, sesak napas, hiperventilasi, detak jantung cepat, panas dingin, mual, hingga gemetar.

Beberapa kasus lainnya, mungkin kamu akan merasa sangat takut mengalami gejala lainnya sehingga hal ini menjadi pertanda adanya gangguan panik.

Gangguan panik ini memang tidak mengancam jiwa, namun gejalanya bisa serupa dengan kondisi kesehatan yang mengancam jiwa lain seperti serangan jantung.

Jika kamu mengalami gejala serangan panik, maka segera cari pertolongan medis sebelum kondisi kesehatan memburuk. Penting juga mengesampingkan kemungkinan bahwa kamu benar-benar mengalami serangan jantung. 

Penyebab serta faktor risiko yang memicu panic attack

Sampai saat ini, penyebab panic attack atau gangguan panik masih belum diketahui dengan jelas.

Namun, ada beberapa faktor yang mungkin berperan dalam munculnya gangguan panik seperti genetika, stres berat, temperamen lebih sensitif, memiliki emosi negatif, dan perubahan tertentu pada otak.

Dalam beberapa kasus, serangan panik kerap kali dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental yang mendasari.

Nah, kondisi mental yang dimaksud adalah agorafobia atau fobia lainnya, gangguan obsesif kompulsif atau OCD, gangguan stres pasca-trauma atau PTSD, serta gangguan kecemasan umum atau GAD.

Gejala gangguan panik sering dimulai pada akhir masa remaja atau awal dewasa dan kebanyakan memengaruhi wanita dibandingkan pria.

Serangan panik ini bisa dipicu oleh berbagai hal, di antaranya riwayat keluarga, stres, peristiwa traumatis, pola hidup yang buruk, dan sejarah kekerasan saat kecil.

Diagnosis yang biasa dokter lakukan

Setelah mengetahui apa itu panic attack, ada baiknya untuk menentukan cara mengatasi masalah kesehatan satu ini dengan berkonsultasi bersama dokter.

Biasanya, penyedia layanan kesehatan akan menentukan apakah kamu mengalami serangan panik, gangguan panik, atau kondisi lainnya melalui pemeriksaan.

Untuk mendiagnosis masalah panic attack ini, dokter mungkin akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan. Beberapa pemeriksaan juga akan dilakukan untuk membantu menentukan diagnosis masalah, seperti:

  • Pemeriksaan fisik lengkap, biasanya dilakukan secara menyeluruh guna melihat gejala lebih lanjut.
  • Tes darah, biasanya dilakukan untuk memeriksakan hormon tiroid dan kemungkinan kondisi lain. 
  • Tes pada jantung, biasanya akan menggunakan elektrokardiogram atau EKG guna mengukur fungsi listrik jantung.
  • Evaluasi psikologis, dilakukan untuk membicarakan gejala, ketakutan, atau kekhawatiran, masalah hubungan, dan situasi yang mungkin dihindari.

Jika dokter mencurigai kamu memiliki serangan panik terkait dengan kondisi kesehatan mental yang mendasari, maka mungkin akan dirujuk pada spesialis.

Penanganan masalah akan bergantung pada kondisi pasien sehingga dokter mungkin merekomendasikan beberapa obat-obatan, terapi dan perubahan gaya hidup.

Baca juga: Tidak Boleh Sembarangan, Simak Begini Cara Membersihkan Lidah Bayi yang Aman!

Bagaimana cara tepat untuk mengatasi panic attack?

Dokter atau spesialis biasanya menganjurkan satu atau lebih obat-obatan untuk mengatasi panic attack. Beberapa obat-obatan tersebut, termasuk fluoxetine, paroxetine, dan sertraline.

Obat ini sering digunakan sebagai perawatan lini pertama guna mencegah serangan panik. Ketika serangan panik berada di fase akut, dokter akan memberikan obat jenis benzodiazepin.

Nah, untuk mengurangi gejala terkait panic attack termasuk berkeringat, pusing, dan detak jantung berdebar kencang maka dokter mungkin meresepkan beta bloker seperti carvedilol, propranolol, dan timolol.

Apabila kamu mengalami gangguan panik atau kondisi kesehatan mental lainnya, dokter mungkin merekomendasikan psikoterapi untuk membantu mengobatinya. Salah satu terapi yang bisa dijalani adalah terapi perilaku kognitif.

Terapis akan membantu kamu secara bertahap untuk menciptakan kembali gejala serangan panik dengan cara yang aman dan berulang. Begitu sensasi fisik panik tidak lagi terasa mengancam, maka serangan mulai mereda.

Perawatan yang berhasil juga bisa membantu mengatasi ketakutan akan situasi yang dihindari karena serangan panik.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses pada 3 September 2020. Panic Attack
  2. Mayo Clinic (2018), diakses pada 3 September 2020. Panic attacks and panic disorder
  3. Better Health (2020), diakses pada 4 September 2020. Panic attack
    register-docotr