Kesehatan Mental

Anak Tengah Berpotensi Terkena Middle Child Syndrome, Ini Penjelasannya!

March 4, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Anak tengah, misalnya anak kedua dari tiga bersaudara, bisa mengalami middle child syndrome. Kondisi ini membuat mereka menunjukkan kepribadian dan karakteristik tertentu yang tidak ditemukan di anak pertama dan terakhir.

Apa itu middle child syndrome?

Middle child syndrome merupakan satu kepercayaan bahwa anak tengah, merasa dikecualikan, diabaikan atau bahkan tak diindahkan karena urutan lahir mereka.  

Pada tahun 1964, Alfred Adler membentuk sebuah teori tentang pengaruh urutan lahir dengan perkembangan kepribadian. 

Teori yang dikutip dalam penelitian pada 1998 ini menyebut meskipun tiap anak dibesarkan di lingkungan yang sama. Namun, urutan lahir mereka akan memengaruhi perkembangan psikologis tiap anak. Berikut ini teori Adler:

  • Anak tertua: Akan lebih otoriter dan merasa lebih berkuasa karena ekspektasi tinggi yang biasanya ditetapkan oleh orangtua
  • Bagi anak paling muda: Akan diperlakukan seperti bayi manja dan tidak akan bisa berdiri lebih tinggi daripada saudaranya yang lain
  • Anak tengah: Berwatak tenang, tapi kesulitan menyesuaikan diri karena terdesak di tengah-tengah antara saudara paling tua dan paling muda

Karakteristik anak tengah

Dilansir Healthline, berikut ini adalah pendapat umum tentang karakteristik anak tengah:

Kepribadian

Anak tengah memiliki kepribadian yang kerap dibayangi oleh saudaranya yang lain. 

Saudara tertuanya adalah seorang yang berkemauan keras sementara yang termuda adalah anak yang dimanja. Sehingga membuat anak tengah berada di antara kedua kepribadian ini. 

Kepribadian anak tengah mungkin akan tertutup oleh saudaranya yang lain, itu sebabnya mereka cenderung tenang dan tidak mudah marah.

Hubungan kekerabatan

Anak tengah mungkin akan memiliki kesulitan untuk merasa setara dengan saudaranya yang lain dalam hal hubungan dengan orangtua. 

Dalam hal ini orangtua biasanya memberikan lebih banyak tanggung jawab pada anak paling tua dan perhatian berlebih pada anak paling muda. Sementara anak tengah cenderung tidak mendapat perhatian yang sama seperti yang lain.

Persaingan

Anak tengah biasanya merasa ada kebutuhan untuk bersaing dengan kedua saudaranya yang lain untuk mendapat perhatian dari orangtua. 

Selain itu, anak tengah pun cenderung bersaing untuk mendapat perhatian dari kedua saudaranya, membuat salah satunya menjadi tidak mengindahkan dan sebaliknya.

Alasannya, anak tengah melihat bahwa dia berada di antara segala sesuatu, mereka pun cenderung untuk menjadi seorang pembawa kerukunan.

Sikap pilih kasih

Anak tengah secara umum tidak merasa bahwa mereka adalah anak yang paling disayang di keluarga. Pilih kasih bisa timbul untuk anak tertua karena dilihat paling spesial, atau yang termuda karena mereka yang paling kecil dan dimanja.

Anak tengah ini berada di antara keduanya, sehingga sulit bagi mereka untuk menjadi yang paling dikasihi oleh salah satu di antara kedua orang tuanya.

Bagaimana sindrom ini memengaruhi kehidupan saat dewasa?

Beberapa pendapat percaya kalau sindrom anak tengah ini dapat menghadirkan dampak berkepanjangan hingga si anak tumbuh dewasa. Jika karakteristik yang disebutkan di atas benar adanya, maka akan ada dampak negatif dalam kehidupan dewasa si anak tengah.

Kepribadian dan hubungan antar sesama yang selama ini terjadi pada mereka saat masih kecil bisa menghadirkan masalah yang sama dalam kehidupannya saat dewasa.

Contohnya, anak tengah yang merasa diabaikan mungkin akan mengalami bergumul dengan sikap yang kerap mengalah dalam hubungan orang dewasa. Mereka akan terus memilih untuk menjadi pembawa kerukunan, bahkan di pekerjaan dan di rumah.

Kepribadian mereka bisa saja kalah saing dengan orang dewasa yang berada di sekitar mereka. Anak tengah yang beranjak dewasa bisa saja merasa kesulitan untuk merasa bahwa mereka bisa jadi teman atau pasangan terbaik dari orang lain di sekitar mereka.

Bagaimana cara mengatasi sindrom ini?

Bagi orang tua, perlu upaya untuk menyeimbangkan perhatian dan kasih sayang pada semua anak. Berikut ini adalah tips untuk menghindari middle child syndrome:

  • Berikan jaminan pada dia: Jika anak tengah berbuat salah, kamu harus meyakinkan dia kalau hukuman yang dijalani tidak ada kaitannya dengan saudaranya yang lain dan kamu tetap sayang dengan dia
  • Jangan biarkan anak tengah sendirian: Berikan perhatian yang cukup pada anak tengah 
  • Berikan penghargaan atas pencapaian dia: Karena biasanya anak tertua sudah mendapatkan banyak pencapaian sehingga yang didapatkan adik-adiknya terasa kurang berkesan
  • Komunikasi dengan terbuka: Terkadang, anak tengah kerap mengalah dan sukar memberi tahu apa yang mereka rasakan

Demikianlah berbagai penjelasan tentang sindrom anak tengah dan apa yang membuatnya berbahaya jika terus berkembang saat dewasa. Selalu berikan perhatian dan kasih sayang yang seimbang pada setiap anak, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr