Kulit & Perawatan Tubuh

Viral: Influencer Rachmawati Kekeyi Putri Filler Hidung, Ketahui Begini Prosedur dan Efek Sampingnya!

June 7, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Filler hidung kini sudah menjadi tren yang dilakukan oleh banyak orang, termasuk influencer. Cara ini merupakan alternatif yang bisa dipilih jika ingin memperbaiki kondisi hidung secara non permanen.

Namun, diketahui pula bahwa filler hidung memiliki risiko tersendiri. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan efek samping dari filler hidung yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Agar Tak Iritasi, Ketahui Cara Memilih Pelembab Wajah Sesuai Jenis Kulit

Apa yang dimaksud dengan filler hidung?

Dilansir dari Healthline, filler hidung atau dijuluki dengan operasi hidung cair adalah prosedur pengisi kulit yang mengubah bentuk hidung hingga 6 bulan. Prosedur ini sangat ideal untuk orang-orang yang ingin menghaluskan benjolan di hidung atau membuatnya kurang bersudut.

Menerima suntikan sesaat akan lebih mudah daripada berada di bawah pisau bedah. Karena itu, filler hidung bisa menjadi pilihan bagi orang yang tidak siap merubah penampilan secara permanen atau khawatir tentang risiko dan pemulihan akibat operasi.

Perlu diketahui, rhinoplasty nonsurgical atau filler hidung menggunakan bahan pengisi kulit untuk mengubah bentuk hidung. Bahan suntik yang digunakan, seperti gel atau biasanya asam hialuronat akan dimasukkan di bawah kulit di area tertentu untuk membuat garis atau volume lebih halus.

Bahan pengisi kemudian mengendap di tempat yang disuntikkan ke lapisan kulit lebih dalam dan mempertahankan bentuknya. Cara ini dapat mengubah tampilan hidung selama 4 bulan hingga 3 tahun tergantung pada kulit, hasil yang diinginkan, dan bahan yang digunakan.

Prosedur filler hidung secara umum

Prosedur untuk filler hidung cukup sederhana dibandingkan dengan operasi atau pembedahan. Setelah konsultasi untuk mendiskusikan hasil yang diinginkan, dokter selanjutnya akan meminta kamu berbaring dengan wajah dimiringkan.

Sebelumnya mungkin kamu akan diberikan anestesi topikal yang dioleskan ke hidung atau area sekitarnya sehingga tidak akan merasakan sakit akibat jarum suntik.

Setelah anestesi mulai bekerja, dokter kemudian menyuntikkan filler ke area sekitar hidung. Ketika penyuntikkan dilakukan, kamu mungkin akan merasakan sedikit cubitan atau tekanan.

Seluruh proses biasanya dapat berlangsung dari 15 hingga kurang dari 45 menit sesuai dengan hasil akhir yang diinginkan. Sebelum perawatan, terdapat beberapa hal yang perlu kamu hindari, yakni berupa:

  • Hindari obat-obatan tertentu. Aspirin, obat antiinflamasi, suplemen vitamin Em dan obat pengencer darah perlu dihindari seminggu sebelum prosedur. 
  • Waspadai kadar vitamin K. Perbanyak makan sayuran berdaun hijau untuk meningkatkan kadar vitamin K di minggu-minggu sebelum prosedur.
  • Minum banyak air. Pastikan untuk minum banyak cairan dan jangan makan berlebihan namun konsumsi makanan yang mengandung pati dan protein sebelum prosedur.

Adakah efek samping akibat filler hidung?

Bagi kebanyakan orang, satu-satunya efek samping dari filler hidung adalah sedikit kemerahan dan sensitivitas di area injeksi dalam satu atau dua hari setelah prosedur. Namun, terdapat beberapa efek samping lain yang mungkin dirasakan, seperti:

  • Memar di tempat suntikan.
  • Terjadi pembengkakan.
  • Migrasi pengisi, yang berarti bahan suntikan bermigrasi ke area lain di hidung.

Perlu dipahami, hidung merupakan area sensitif karena penuh dengan pembuluh darah dan dekat mata. Karena itu, filler hidung harus dilakukan oleh ahli bedah plastik terlatih agar tidak terjadi kesalahan selama prosedur dilakukan.

Beberapa dokter bisa melakukan kesalahan selama prosedur filler hidung dengan menggunakan lebih sedikit pengisi daripada mengisi area tersebut secara berlebihan.

Satu studi kasus mengamati bahwa komplikasi lebih mungkin terjadi ketika dilakukan oleh tenaga medis yang tidak berlisensi. Kemungkinan komplikasi serius dapat terjadi jika salah dalam memasukkan jumlah cairan ke hidung.

Beberapa komplikasi yang dimaksud, seperti kematian jaringan, komplikasi vaskular, serta kehilangan penglihatan. Dalam sebuah studi tahun 2019 terhadap 150 orang yang menjalani filler hidung, hanya 1,82 persen yang mengalami komplikasi.

Untuk itu, segera bicarakan dengan dokter jika mengalami gejala tak wajar setelah filler seperti demam, penglihatan kabur, memar yang memburuk, serta gatal-gatal.

Baca juga: Bingung Pilih Pelembap untuk Kulit Berminyak? Yuk, Simak Tips Cari yang Tepat!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 4 Juni 2021. Everything to Know About Nonsurgical Rhinoplasty
  2. NCBI (2016), diakses 4 Juni 2021. Serious Vascular Complications after Nonsurgical Rhinoplasty: A Case Report
  3. National Library of Medicine (2019), diakses 4 Juni 2021. Nonsurgical Rhinoplasty: Nasal Grid Analysis and Nasal Injecting Protocol
    register-docotr