Kulit & Perawatan Tubuh

Sering Tumbuh di Lipatan Kulit, Ini Penyebab dan Cara Menghilangkan Skin Tag

January 24, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Skin tag merupakan jaringa nonkanker yang tumbuh di kulit namun tidak menimbulkan rasa sakit. Baik pria atau wanita biasanya akan memiliki skin tag ketika sudah menginjak usia 50 tahun.

Skin tag bisa tumbuh di bagian tubuh manapun. Meskipun demikian, umumnya skin tag ditemukan di tempat lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, paha, kelopak mata, leher hingga area di bawah payudara.

Baca Juga: Sering Bikin Tak Nyaman, Begini Cara Menghilangkan Kutil di Leher

Seperti apa skin tag itu?

Skin tag berukuran kecil, lembut dan berwarna seperti kulit kamu. Meskipun demikian, ukuran dan warnanya bervariasi, lebarnya mulai dari beberapa milimeter hingga 5 cm.

Skin tag mungkin terlihat seperti kutil, tapi kedua jenis tonjolan yang tumbuh di kulit ini berbeda. Karena:

  • Skin tag lebih lembut dan halus, sementara kutil cenderung kasar dengan permukaan yang tidak teratur
  • Kutil biasanya sedikit terangkat atau rata dengan kulit, sementara skin tag menonjol dan menggantung di kulit
  • Skin tag tidak menular, sementara kutil mudah menyebar, sehingga pertumbuhan yang tiba-tiba atau berkelompok biasanya adalah kutil

Kenapa skin tag bisa terbentuk?

Skin tag terbuat dari serat kolagen yang kendur dan pembuluh darah yang dibungkus oleh kulit. Kolagen sendiri merupakan jenis protein yang ditemukan hampir di seluruh permukaan tubuh.

Mengutip Healthline, kolagen ini laiknya lem di kulit, tulang, otot hingga ligamen.

Beberapa hal berikut ini diduga menjadi penyebab dari skin tag:

Gesekan antar kulit

Masih belum jelas apa yang menyebabkan skin tag bertumbuh. Meskipun demikian, karena biasanya skin tag berada di lipatan kulit, diduga pertumbuhan skin tag dipengaruhi oleh gesekan antar kulit.

Itu sebabnya, obesitas menjadi salah satu faktor risiko skin tag. Karena orang yang memiliki berat badan berlebih cenderung memiliki lipatan dan gesekan kulit yang berlebih.

Human papillomavirus (HPV)

Selain itu, penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology menyebut kemungkinan pertumbuhan skin tag bisa dipengaruhi oleh HPV.

Penelitian tersebut menganalisis 37 skin tag dari beragam lokasi di tubuh. Hasilnya, terdapat DNA HPV di hampir 50 persen skin tag yang diteliti.

Resistensi insulin

Resistensi insulin yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2 dan pradiabetes disebut juga bisa menumbuhkan skin tag. Jika kamu menderita resistensi insulin, maka kamu tidak bisa menyerap glukosa dengan sempurna di aliran darah.

Hubungan antara resistensi insulin dengan skin tag ini disebut dalam sebuah penelitian di Brasil pada 2010. Selain resistensi insulin, peneliti juga menyinggung keberadaan skin tag ini berkaitan dengan indeks massa tubuh dan trigliserida yang tinggi. 

Skin tag pada ibu hamil

Skin tag ini juga bisa merupakan efek samping dari kehamilan. Hal ini bisa disebabkan oleh hormon kehamilan dan pertambahan berat badan. Pada kasus yang langka, skin tag yang tumbuh banyak juga bisa disebabkan ketidakseimbangan level hormon dan masalah endokrin.

Baca Juga: Awas! 4 Penyakit Kulit Ini Kerap Muncul akibat Banjir

Cara mengatasi skin tag

Skin tag memang tidak membahayakan. Kamu pun tidak membutuhkan perawatan atau penanganan khusus. Meskipun demikian, kamu bisa menyingkirkan skin tag jika terganggu oleh keberadaannya. 

Skin tag yang berukuran sangat kecil bisa lepas dengan sendirinya sementara kebanyakan akan tetap menempel di kulit. Untuk melepas skin tag, dokter biasanya melakukan cara berikut:

  • Cryotherapy: Membekukan skin tag dengan nitrogen cair
  • Operasi pelepasan: Menyingkirkan skin tag dengan gunting atau pisau bedah
  • Electrosurgery: Membakar skin tag dengan energi listrik berfrekuensi tinggi
  • Ligasi: Melepaskan skin tag dengan mengikatkannya pada benang operasi. Tujuannya agar aliran darah di sana terputus

Meskipun kamu bisa menemukan banyak cara melepas skin tag mandiri dari internet, tapi sebaiknya kamu jangan melakukannya. Karena melepaskan skin tag bisa menyebabkan perdarahan dan infeksi. Karena itu, biarkan dokter yang menjalankan tugas ini.

Demikianlah berbagai penyebab skin tag dan bagaimana cara menanganinya. Selalu percayakan penanganan pelepasan skin tag pada dokter, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. NHS, diakses 22 Januari 2021. Skin tags
  2. Healthline, diakses 22 Januari 2021. How to Remove Skin Tags, Causes, and More
  3. Healthline, diakses 22 Januari 2021. Collagen — What Is It and What Is It Good For?
  4. Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology, diakses 22 Januari 2021. Human papillomavirus and skin tags: Is there any association? Gupta S, Aggarwal R, Gupta S, Arora SK
  5. Scielo, diakses 22 Januari 2021. Association between skin tags and insulin resistance
    Berita Terkait
    register-docotr