Kulit & Perawatan Tubuh

Agar Kulit Sehat, Ini Ragam Penyebab Jerawat Batu yang Perlu Diperhatikan

January 6, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jerawat batu dapat menganggu penampilan serta menurunkan kepercayaan diri. Jerawat batu tidak timbul begitu saja, melainkan disebabkan oleh faktor tertentu.

Lantas, apa penyebab jerawat batu? Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Deretan Makanan Pemicu Jerawat yang Sebaiknya Dihindari

Tentang jerawat batu dan kesehatan kulit

Jerawat batu atau jerawat kistik adalah salah satu jenis jerawat yang paling serius. Jerawat batu biasanya ditandai dengan jerawat yang memerah, berukuran besar, serta terasa menyakitkan.

Melansir Mayo Clinic, jerawat adalah kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat minyak dan sel kulit mati. Ketika ini terjadi bisa menyebabkan whitehead, blackhead, ataupun jerawat. Di sisi lain, bakteri juga bisa terperangkap, menyebabkan area kulit menjadi merah dan bengkak.

Penyebab jerawat batu bisa terbentuk ketika infeksi tersebut masuk jauh ke dalam kulit, sehingga menyebabkan benjolan. Ini bisa terjadi akibat bakteri, minyak, ataupun sel kulit kering yang terperangkap di dalam pori-pori.

Pada dasarnya, jerawat bisa dialami oleh siapa saja, namun jerawat batu rentan terjadi pada kulit berminyak.

Jerawat batu tidak hanya bisa terjadi pada wajah saja, melainkan juga dapat terjadi di punggung, dada, lengan atas, leher, belakang telinga, serta bahu.

Apa saja faktor penyebab jerawat batu?

Penyebab jerawat batu disebabkan oleh faktor yang sama dengan jenis jerawat lainnya. Pori-pori kulit memiliki kelenjar sebaceous yang mengeluarkan sebum (zat berminyak). Pada dasarnya, sebum membantu melindungi folikel rambut dan kulit.

Akan tetapi, produksi sebum yang berlebihan maupun pertumbuhan sel kulit yang berlebihan dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, yang mana bisa menyebabkan jerawat.

Perlu diketahui, faktor terbesar penyebab jerawat adalah perubahan hormonal. Selama masa pubertas, kadar hormon androgen meningkat secara signifikan. Hal ini bisa meningkatkan produksi sebum. Di sisi lain, sel kulit mati juga tumbuh dengan cepat.

Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor penyebab jerawat batu lainnya yang perlu kamu ketahui, di antaranya adalah:

  • Perubahan hormon terkait menstruasi, kehamilan, penggunaan terapi hormon, ataupun stres
  • Faktor genetik
  • Produk kosmetik yang tidak sesuai
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Sel kulit mati berlebih yang terdapat di dalam folikel rambut
  • Obat-obatan tertentu
  • Tingkat kelembapan yang tinggi atau keringat berlebih

Ciri-ciri jerawat batu

Seperti yang sudah diketahui, jerawat batu memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan jerawat pada umumnya dan terlihat lebih dalam. Jerawat batu seringkali tampak seperti bisul. Berikut adalah beberapa ciri-ciri lainnya dari jerawat batu seperti dilansir Healthline:

  • Kadang benjolan dapat berisi nanah
  • Kemerahan pada jerawat
  • Sakit ketika disentuh

Penanganan jerawat batu sejak dini sangat diperlukan. Sebab, jika dibiarkan terdapat risiko jaringan parut akibat jerawat batu. Adapun risiko tersebut dapat berupa:

  • Bekas luka yang berukuran kecil namun dalam atau bisa juga berukuran lebih besar
  • Bekas luka kemerahan

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat yang Mengganggu Penampilan

Penanganan penyebab jerawat batu

Untuk mengurangi risiko bekas luka dan menghindari penyebaran infeksi. Sebaiknya jangan pernah memencet jerawat batu. Sebab, melakukan hal dapat memperburuk kondisi.

Berikut ini adalah beberapa pengobatan untuk menangani jerawat batu:

1. Antibiotik

Jika jerawat batu disebabkan oleh bakteri, antibiotik dapat membantu mengurangi bakteri dan peradangan yang berkontribusi terhadap pembentukan jerawat batu. Meskipun demikian, antibiotik tidak dapat mengurangi minyak atau sel kulit mati berlebih.

Antibitotik hanya boleh digunakan dalam pengobatan jangka pendek dan tidak boleh digunakan sembarangan, harus sesuai dengan anjuran dokter. Sebab antibiotik memiliki beberapa efek samping, seperti sakit perut, mual, atau bahkan muntah.

2. Retinoid topikal

Retinoid yang topikal berasal dari vitamin A. Retinoid topikal tersedia dalam bentuk krim, gel, dan losion. Terkadang, retinoid digunakan bersama antibiotik topikal untuk membuatnya lebih efektif. Retinoid sendiri bekerja dengan cara mencegah penyumbatan pori-pori.

3. Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide bekerja dengan cara membunuh bakteri, terutama bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes) serta melawan peradangan. Perawatan ini dapat digunakan pada berbagai tingkat keparahan jerawat.

Di sisi lain, obat topikal ini juga bisa membantu menangani komedo, baik komedo putih (whitehead) ataupun komedo hitam (blackhead).

4. Isotretinoin

Isotrenoin adalah pengobatan yang dianggap paling efektif untuk menangani penyebab jerawat batu. Ini berasal dari bentuk vitamin A yang paling kuat.

Meskipun pengobatan ini efektif, tetapi ini memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Beberapa efek samping tersebut dapat berupa mata kering, bibir pecah-pecah, nyeri sendi, hingga peningkatkan kadar lipid.

Maka dari itu, jangan gunakan obat ini secara sembarangan dan konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyebab jerawat batu. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan kulit? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 22 Desember 2020. What Is Cystic Acne and How Is It Treated? 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 22 Desember 2020. Acne 

Medical News Today (2017). Diakses pada 22 Desember 2020. Everything you need to know about cystic acne 

Webmd (2020). Diakses pada 22 Desember 2020. Cystic Acne

Very Well Health (2020). Diakses pada 22 Desember 2020. Cystic Acne Causes and Treatments 

    register-docotr