Kulit & Perawatan Tubuh

Mengenal Penyakit Dermatitis Kontak yang Bisa Terjadi pada Siapapun

July 26, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyakit dermatitis kontak merupakan kondisi ruam merah dan gatal yang terjadi pada kulit akibat peradangan. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh kontak langsung antara kulit dengan suatu zat tertentu.

Meskipun ruam merah dan rasa gatal yang ditimbulkan tidak menular dan berbahaya, namun kondisi tersebut bisa menciptakan rasa tidak nyaman pada orang yang mengalaminya.

Baca Juga: Penyakit Dermatitis Atopik: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyebab penyakit dermatitis kontak

Penyakit dermatitis kontak bisa terjadi pada kulit di bagian tubuh mana pun, tapi umumnya dermatitis kontak menyerang kulit tangan dan wajah.

Penyebab penyakit dermatitis kontak bisa dibedakan menjadi dua jenis tergantung reaksi kulit terhadap zat penyebab dermatitis tersebut. Dua jenis dermatitis tersebut adalah dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.

Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan merupakan jenis dermatitis yang paling umum terjadi.

Penyakit dermatitis kontak iritan akan bereaksi saat terjadi kontak langsung antara lapisan luar kulit dengan zat tertentu, sehingga merusak lapisan pelindung kulit.

Beberapa zat yang dapat memicu dermatitis kontak iritan adalah:

  • Detergen
  • Sampo
  • Cairan pemutih
  • Beberapa zat yang berada di udara seperti serbuk kayu bekas gergaji atau serbuk wol
  • Serbuk tumbuhan tertentu
  • Pupuk
  • Pestisida
  • Zat asam
  • Alkali
  • Minyak mesin
  • Parfum
  • Beberapa jenis bahan pengawet
  • Zat pelarut
  • Spiritus
  • Racun paederin yang ada di badan serangga seperti Tomcat.

Penyakit dermatitis kontak iritan juga bisa terjadi sekalipun kulit bersentuhan dengan bahan yang tidak mengiritasi. Seperti misalnya sabun atau bahkan air jika interaksinya terlalu sering.

Orang-orang yang tangannya sering terkena air, seperti penata rambut, bartender, dan petugas kesehatan, sering mengalami dermatitis kontak iritan pada tangan mereka.

Dermatitis kontak alergi

Penyakit dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit bersentuhan dengan zat alergen yang memicu reaksi pada sistem kekebalan tubuh hingga menyebabkan kulit menjadi gatal dan merah.

Dermatitis kontak alergi biasanya hanya memengaruhi area kulit yang bersentuhan dengan zat alergen yang memicu reaksi alergi.

Beberapa zat alergen yang sering memicu reaksi alergi pada kulit adalah:

  • Obat-obatan seperti krim antibiotik dan antihistamin oral
  • Zat yang terbawa di udara, seperti serbuk sari atau semprotan insektisida
  • Tumbuhan yang mengandung zat-zat pemicu alergi
  • Bahan logam, plastik dan karet dalam perhiasan atau aksesoris tubuh seperti gesper
  • Bahan-bahan yang digunakan dalam banyak produk, seperti parfum, kosmetik, obat kumur dan perasa
  • Produk perawatan pribadi seperti deodoran, sabun mandi, pewarna rambut, kosmetik dan cat kuku.

Gejala penyakit dermatitis kontak

Penyakit dermatitis kontak biasanya terjadi pada area tubuh yang telah terpapar langsung dengan zat penyebab reaksi.

Gejala ruam dan gatal biasanya timbul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar tergantung seberapa sensitif kulit yang terpapar.

Selain itu, gejala yang dialami pun dapat berlangsung selama dua hingga empat minggu.

Berikut gejala penyakit dermatitis kontak berdasarkan penyebabnya:

Dermatitis kontak alergi

Gejala yang berhubungan dengan dermatitis kontak alergi meliputi:

  • Kulit kering dan bersisik
  • Gatal-gatal
  • Kulit melepuh dan lecet
  • Muncul ruam hingga kemerahan pada kulit
  • Kulit terlihat gelap atau kasar
  • Sensasi terbakar pada kulit
  • Mengalami gatal yang ekstrim
  • Kulit lebih sensitif terhadap matahari
  • Terjadi pembengkakan, terutama di daerah mata, wajah, atau selangkangan.

Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan memiliki gejala yang sedikit berbeda dibandingkan gejala pada dermatitis kontak alergi, seperti:

  • Kulit pecah-pecah karena kekeringan ekstrem
  • Terjadi pembengkakan pada kulit yang terpapar
  • Kulit terasa kaku atau kencang
  • Ulserasi kulit
  • Luka terbuka yang membentuk kerak.

Baca Juga: Jangan Sampai Keliru, Kenali Penyakit Dermatitis Seboroik yang Mirip Ketombe

Pengobatan dermatitis kontak dari rumah

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengobati gejala dermatitis kontak dari rumah:

  • Konsumsi obat yang direkomendasikan oleh dokter. Hentikan penggunaan jika memiliki gejala gatal yang semakin parah
  • Gunakan lotion pengobatan pada bagian kulit yang mengalami ruam dan gatal. Biarkan hingga meresap dan jangan digaruk meskipun masih terasa gatal
  • Hindari penyebab-penyebab iritan ringan yang kamu ketahui misalnya deterjen, parfum atau sabun
  • Gunakan pelindung kulit seperti sarung tangan atau sepatu boots saat harus berinteraksi dengan sumber penyebab iritan seperti deterjen, sabun cuci piring atau sabun pel lantai

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

1. webmd.com. Diakses 22 Juli 2020. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/contact-dermatitis#1

2. mayoclinic.org. Diakses 22 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742

3. aad.org. Diakses 22 Juli 2020. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/contact-dermatitis

4. healthline.com (2020). Diakses 22 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/contact-dermatitis#symptoms

5. kemkes.go.id (2012). Diakses 22 Juli 2020. https://www.kemkes.go.id/article/print/1868/racun-serangga-tomcat-sebabkan-dermatitis-contact-irritant.html

    register-docotr