Kulit & Perawatan Tubuh

Populer sebagai Kandungan Skincare, Kenali Fungsi Retinol untuk Wajah!

December 28, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Banyak wanita yang rutin melakukan perawatan wajah dengan skincare, salah satunya dengan kandungan retinol. Apa sebenarnya fungsi retinol untuk wajah?

Yuk ketahui lebih lanjut tentang retinol dalam ulasan berikut ini!

Baca juga: Tiga Kandungan Penting Berikut Ini Mampu Membuat Kulit Wajah Kamu Makin Cantik Lho!

Apa itu retinol?

Retinol adalah salah satu jenis retinoid yang terbuat dari vitamin A. Ini merupakan jenis vitamin yang umumnya ditemukan dalam wortel, telur dan ubi jalar.

Perlu kamu tahu bahwa retinol adalah bahan dalam produk perawatan kulit yang biasanya digunakan untuk mengatasi masalah penuaan dan jerawat.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa, retinol adalah salah satu bahan perawatan kulit yang paling terkenal di pasaran. Retinol sendiri merupakan versi over-the-counter (OTC) produk terkuat dibandingkan dengan retinoid OTC lain, seperti retinaldehyde dan retinyl palmate.

Fungsi retinol untuk wajah

Manfaat retinol untuk wajah banyak sekali, maka tidak heran jika kandungan satu ini menjadi primadona dalam produk skincare. Nah, berikut ini adalah fungsi retinol untuk wajah yang wajib kamu ketahui.

Membantu mengurangi tampilan kerutan

Molekul kecil yang membentuk retinol dapat masuk ke dalam kulit melalui lapisan luar kulit (epidermis) menuju dermis. Ketika berada di lapisan kulit di bawah epidermis ini, retinol dapat menetralkan radikal bebas, sehingga dapat membantu meningkatkan produksi elastin dan kolagen.

Kolagen sendiri adalah zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kelembapan serta elastisitas kulit. Hal tersebut dapat membuat kulit terasa lebih kenyal, mengurangi garis-garis halus serta kerutan. Di sisi lain, ini juga bisa mengurangi tampilan pori-pori yang membesar.

Mengatasi jerawat

Fungsi retinol untuk wajah selanjutnya adalah dapat membantu mengatasi jerawat. Retinol dapat menjaga pori-pori agar tidak tersumbat dengan cara membentuk agen komedolitik yang berfungsi untuk mencegah pembentukan komedo.

Di sisi lain, retinoid dapat membantu mengurangi timbulnya jerawat dengan cara mencegah sel-sel mati agar tidak menyumbat pori-pori.

Mengangkat sel kulit mati

Retinol dapat membantu mengangkat sel kulit mati pada permukaan kulit, yang selanjutnya dapat mendorong sel-sel kulit yang lebih sehat, sehingga dapat meningkatkan tekstur dan warna kulit. Selain itu, retinol juga dapat membantu menyeimbangkan hidrasi kulit akibat eksfoliasi.

Mencegah tanda penuaan

Seiring dengan pertambahan usia, pergantian sel kulit dan produksi kolagen menjadi lebih lambat. Nah, ketika dioleskan secara topikal, retinol dapat membantu mengembalikan fungsi pergantian sel dan produksi kolagen menjadi lebih optimal kembali.

Efek samping penggunaan retinol berlebihan

Jika terlalu sering digunakan, retinol dapat menyebabkan kulit menjadi kering, dan terititasi. Sebab, retinol memiliki bahan yang kuat. Kemerahan serta kulit mengelupas merupakan efek samping lainnya.

Meskipun demikian, efek tersebut bersifat sementara dan kemungkinan akan membaik dalam beberapa minggu, ketika kulit sudah bisa beradaptasi dengan kandungan ini.

Risiko efek samping akan lebih besar jika kamu menggunakan lebih dari satu produk yang mengandung retinol pada saat yang sama. Sebaiknya, sebelum membeli produk perawatan kulit, bacalah label produk dengan cermat guna menghindari efek samping.

Untuk menghindari iritasi kulit, sebaiknya gunakanlah retinol secara bertahap. Hal ini dimaksudkan agar kulit bisa menoleransi kandungan retinol. Jangan lupa juga untuk selalu memantau reaksi kulit.

Waktu yang paling baik menggunakan retinol adalah di malam hari. Idealnya, penggunaan retinol juga diikuti dengan pelembap dan tabir surya di pagi hari, yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit serta melindungi lapisan pelindung kulit.

Baca juga: Bisa Mengiritasi Kulit, Pemakaian Kandungan Skincare Ini Tidak Boleh Bersamaan

Hal lain yang perlu diperhatikan

Penggunaan retinol tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. Sebab, terdapat potensi keguguran dan cacat lahir. Selain itu, beberapa bentuk dari retinoid juga tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui.

Menggunakan retinol mungkin saja juga dapat memperburuk eksim. Sebaiknya, hindarilah penggunaan retinol jika kamu mengalami eksim.

Penggunaan retinol yang tepat untuk mencegah garis halus, kerutan, pigmentasi, serta jaringan parut adalah usia akhir 20-an atau awal 30-an. Sebab, pada usia tersebut tubuh mulai memproduksi lebih sedikit kolagen serta produksi kolagen berlangsung lebih lambat.

Perlu diingat bahwa beberapa orang tidak dapat mentolerir retinol. Maka dari itu, akan lebih aman jika sebelum memutuskan untuk menggunakan retinol, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kulit, ya.

Jika kamu memutuskan untuk menggunakan retinol, jangan lupa untuk selalu memerhatikan kandungan lain dalam produk skincare, ya. Sebab, terdapat beberapa bahan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan retinol, seperti AHA/BHA dan vitamin C.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai fungsi retinol untuk wajah, kamu juga dapat berkonsultasi dengan kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Healthline (2020). Diakses pada 14 Oktober 2020. Yes, Retinol Is Safe — When Used Correctly. Here’s How to Get Started 

Healthline (2020). Diakses pada 14 Oktober 2020. How Does Retinol Work on the Skin? 

Healthline (2019). Diakses pada 14 Oktober 2020. 13 Facts to Know Before Adding Retinoids to Your Skin Care Routine 

Today (2019). Diakses pada 14 Oktober 2020. What is retinol? Here are the benefits, uses and side effects you need to know 

Webmd (2019). Diakses pada 14 Oktober 2020. What is retinol? 

Webmd (2019). Diakses pada 14 Oktober 2020. Retinoid Treatment and Your Skin

    Berita Terkait
    register-docotr