Kulit & Perawatan Tubuh

Bintik-bintik Putih di Wajah: Penyebab dan Cara Mengatasinya

January 24, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Bintik-bintik putih di wajah yang merupakan pertanda perubahan warna kulit sering dialami oleh banyak. Terkadang, bintik-bintik ini dapat menutupi area permukaan lain dan bahkan menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik putih di wajah dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab bintik-bintik putih di wajah, yuk, simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Kulit Kombinasi: Mudah Berjerawat dan Kering di Waktu Bersamaan

Apa penyebab bintik-bintik putih di wajah?

Dilansir dari Medical News Today, bintik putih bisa memiliki bentuk yang berbeda-berbeda seusai penyebab yang mendasari. Beberapa penyebab bintik-bintik putih di wajah yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

Milia

Milia berkembang ketika keratin terperangkap di bawah kulit. Keratin sendiri merupakan protein yang menyusun lapisan luar kulit. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya kista kecil berwarna putih di kulit.

Selain itu, milia paling sering dialami anak-anak dan orang dewasa, akan tetapi bisa juga terlihat pada bayi baru lahir. Jika bintik putih disebabkan oleh keratin yang terperangkap, maka itu akan disebut sebagai milia primer.

Namun, kista putih kecil ini juga bisa terbentuk di kulit akibat luka bakar, kerusakan oleh sinar matahari, atau poison ivy. Selain itu, kista juga dapat berkembang setelah prosedur pelapisan kembali kulit atau setelah menggunakan krim steroid topikal.

Milia bisa berkembang di pipi, hidung, dahi, mulut dan sekitar mata. Benjolan milia biasanya tidak terasa sakit atau gatal dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa minggu.

Pityriasis alba

Pityriasis alba adalah jenis eksim dimana menyebabkan munculnya bercak oval kulit putih yang berubah warna. Gangguan kulit ini memengaruhi sekitar 5 persen anak-anak, terutama yang berusia antara 3 hingga 16 tahun.

Penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui, akan tetapi biasanya terlihat pada pengaturan dermatitis atopik. Pityriasis alba mungkin terjadi akibat paparan sinar matahari atau jamur yang menyebabkan hipopigmentasi. 

Vitiligo

Vitiligo adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh hilangnya pigmentasi. Bercak kulit yang mengalami depigmentasi ini dapat terbentuk di bagian tubuh mana saja, termasuk wajah, lengan, tangan, kaki, telapak kaki, dan alat kelamin.

Bercak putih ini mungkin awalnya berukuran kecil dan secara bertahap akan meningkat sampai area menutupi sebagian besar tubuh. Namun, bintik putih yang meluas ini tidak terjadi di semua kasus.

Kondisi ini dapat berkembang pada semua usia, meskipun kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala penyakit hingga usia 20-an. Namun, risiko untuk mengalami vitiligo dapat meningkat jika ada riwayat penyakit dalam keluarga.

Tinea versikolor

Kondisi satu ini biasa dikenal sebagai pityriasis versicolor, yakni kelainan kulit dimana disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan.

Ragi adalah jenis jamur yang umum ada di kulit, tetapi pada beberapa jamur dapat menyebabkan ruam. Bintik panu bisa tampak bersisik atau kering dan warnanya bervariasi.

Beberapa orang dengan kondisi ini menyebabkan bintik-bintik merah muda, merah, coklat, dan yang lain berwarna putih. Jika kamu memiliki kulit yang lebih cerah, bintik-bintik putih di wajah mungkin tidak akan terlihat. 

Gangguan kulit ini dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Namun, biasanya akan menyerang orang-orang yang tinggal di iklim lembap, serta orang dengan kondisi kulit berminyak atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Cara mengatasi bintik-bintik putih di wajah

Bintik-bintik putih di wajah biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa di antaranya tetap membutuhkan penanganan dari dokter. Beberapa penanganan terhadap bintik-bintik di wajah berdasarkan penyebabnya, yakni:

Milia

Jika kondisi tidak membaik dalam beberapa bulan, dokter mungkin akan meresepkan krim retinoid topikal.

Dokter juga bisa merekomendasikan mikrodermabrasi atau pengelupasan asam untuk memperbaiki kulit yang rusak. Dokter dapat menggunakan alat khusus untuk mengekstrak benjolan tersebut.

Pityriasis alba

Pityriasis alba bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, akan tetapi perubahan warna bisa bertahan hingga tiga tahun.

Jika kamu mengalami gejala dari kondisi tersebut, oleskan krim pelembap pada setiap titik kering dan gunakan steroid topikal yang dijual bebas, seperti hidrokortison untuk meredakan gatal atau kemerahan.

Vitiligo

Perawatan vitiligo tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Dokter mungkin akan merekomendasikan krim topikal, terapi sinar ultraviolet, atau obat oral untuk membantu memulihkan warna kulit dan menghentikan penyebaran bercak putih.

Tinea versicolor

Kondisi kulit satu ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan sehingga obat antijamur adalah garis pertahanan utama. Dokter bisa meresepkan obat antijamur oral, seperti flukonazol untuk menghentikan dan mencegah pertumbuhan berlebih jamur.

Baca juga: Ingin Bulu Mata Panjang dan Sehat? Begini Cara Alami yang Bisa Dilakukan!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medlife.com (2019), diakses 15 Januari 2021. White Patches on Skin: Causes, Symptoms, and Home Remedies
  2. Healthline (2018), diakses 15 Januari 2021. What’s Causing White Spots on My Face and How Can I Treat Them?
  3. Medical News Today (2017), diakses 15 Januari 2021. What are these white spots on my face?
    Berita Terkait
    register-docotr