Info Sehat

Amankah Metode Coolsculpting untuk Memangkas Lemak pada Tubuh?

January 21, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Memiliki tubuh ideal dalam waktu singkat pasti memikat banyak orang, terutama kaum bagi hawa. Selain diet dan berolahraga, sebagian orang juga mengandalkan perawatan khusus untuk menghilangkan lemak di tubuh. Salah satu yang sedang menjadi tren saat ini adalah coolsculpting.

Coolsculpting adalah teknik untuk menghilangkan lemak berlebih di bawah kulit. Perawatan ini bisa menjadi cara cepat untuk mendapatkan bentuk tubuh yang lebih indah. Tertarik mencobanya? Eits, baca dulu beberapa hal seputar coolsculpting di bawah ini.

Cara kerja coolsculpting

Coolsculpting atau cryolipolysis adalah prosedur medis untuk membantu menghilangkan sel lemak berlebih. CoolSculpting dilakukan menggunakan alat khusus yang dapat membekukan sel lemak di bawah kulit pada bagian tubuh tertentu. 

Prosedur ini akan membekukan dan membunuh sel lemak di bawah kulit. Kemudian dalam beberapa kali perawatan, sel-sel lemak mati secara alami akan dipecah dan dikeluarkan dari tubuh melalui hati.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA), prosedur ini aman dilakukan. Namun penelitian mengenai prosedur ini masih sangat sedikit. 

Meski begitu, dibandingkan sedot lemak tradisional, coolsculpting dianggap lebih efektif karena tidak perlu ada proses pembedahan. 

Berdasarkan penelitian, coolsculpting juga diketahui dapat mengurangi sel lemak di area perawatan tertentu hingga 20 hingga 25 persen.

Menurut penelitian di tahun 2017, coolsculpting terbukti efektif pada beberapa area tubuh, seperti:

  • Perut
  • Paha
  • Di bawah dagu atau leher bagian atas
  • Panggul
  • Di bawah ketiak
  • Punggung
  • Bokong dan di bawah bokong

Keunggulan coolsculpting

Salah satu keunggulan coolsculpting adalah lemak yang dihancurkan langsung dikeluarkan dari tubuh. Ini artinya sel lemak yang sama tidak dapat kembali atau membesar bila berat badan bertambah. 

Di samping itu coolsculpting juga memiliki keunggulan lain, meliputi:

  • Berisiko rendah
  • Tidak merusak skin barrier 
  • Risiko jaringan parut dan infeksi lebih rendah
  • Tidak membutuhkan waktu pemulihan
  • Hasilnya terlihat alami
  • Risiko kenaikan berat badan lebih kecil dan hasilnya tahan lama

Baca juga: Cara Menghilangkan Lemak di Dagu Agar Penampilan Tetap Terjaga 

Risiko dan efek samping coolsculpting

Efek samping umum yang mungkin terjadi dalam beberapa minggu pertama setelah melakukan perawatan ini adalah: 

  • Rasa gatal, terutama beberapa hari setelah prosedur
  • Diare, hal ini bisa terjadi karena sel-sel lemak mati dikeluarkan dari tubuh
  • Rasa kenyang di tenggorokan setelah perawatan yang melibatkan daerah leher atau dagu

Sementara efek samping lain yang mungkin muncul adalah: 

  • Kemerahan
  • Kulit perih
  • Pembengkakan ringan
  • Memar
  • Perasaan geli
  • Mati rasa
  • Kulit sensitif
  • Nyeri
  • Kram otot

Para peneliti menemukan bahwa efek samping ini dapat terjadi saat perawatan hingga sekitar dua minggu dan dapat hilang dengan sendirinya. 

Namun ada satu efek samping serius yang kerapkali terjadi pada pria, yaitu hiperplasia adiposa paradoks. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel lemak yang harusnya mengecil malah jadi membesar. Meski begitu hiperplasia adiposa paradoks jarang terjadi. 

Tidak cocok untuk semua orang 

Meski prosedur ini dianggap sebagai cara aman dan efektif untuk mengurangi jumlah sel lemak. Namun bukan berarti menjadi pengobatan obesitas. 

Di samping itu, tidak semua orang bisa melakukan coolsculpting. Beberapa kondisi medis justru berisiko memicu komplikasi bila melakukan prosedur ini. 

Berikut adalah kelompok orang yang tidak boleh melakukan coolsculpting:

  • Wanita hamil, berencana hamil, atau menyusui
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah
  • Memiliki penyakit Raynaud
  • Memiliki penyakit agglutinin dingin, cryoglobulinemia paroxysmal cold hemoglobinuria 
  • Menjalani perawatan kondisi saraf, seperti neuropati diabetes
  • Memiliki eksim, psoriasis, inflamasi, dan dermatitis
  • Memiliki luka kulit atau benjolan akibat terpapar suhu dingin (chillbains)
  • Memiliki luka kulit baru
  • Memiliki gangguan kecemasan
  • Memiliki riwayat hernia 
  • Alergi terhadap propilen glikol atau isopropil alkohol
  • Menggunakan obat pengencer darah dalam jangka panjang

Bila kamu tertarik melakukan coolsculpting, kamu perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter ya. Dengan begitu kamu bisa terhindar dari risiko efek samping yang berbahaya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr