Info Sehat

6 Rahasia Orang Jepang Jaga Kesehatan dan Panjang Umur

September 9, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Selain tujuan wisata, Jepang adalah satu negara yang terkenal dengan gaya hidup sehatnya. Ini bisa dilihat dari tingkat kematian yang rendah dan banyaknya penduduk yang bisa hidup hingga usia 100 tahun.

Fakta-fakta di atas tak dapat dilepaskan dari kebiasaan sehari-hari warga Jepang yang sangat peduli dengan kesehatan. Apa saja kebiasaan-kebiasaan itu? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Diet Sehat: Panduan, Tips dan Menu Diet agar Berat Badan Cepat Turun

Gaya hidup sehat ala penduduk Jepang

Bukan dengan bantuan suplemen tertentu, masyarakat Jepang merawat kebugarannya dengan menerapkan pola hidup yang sehat, mulai dari rajin makan sayur hingga aktif bergerak. Berikut enam kebiasaan warga Jepang yang bisa kamu contoh:

1. Rajin makan seafood

Tak perlu diragukan lagi bahwa kebanyakan masyarakat Jepang adalah pecinta seafood. Bahkan menurut Food and Agriculture Organization (FAO), konsumsi produk laut di Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Rata-rata orang Jepang mengonsumsi sekitar tiga ons makanan laut setiap harinya. Ada banyak nilai gizi yang terdapat pada seafood. Kandungan omega 3 misalnya, mudah dijumpai pada hampir semua ikan laut. Nutrisi ini memainkan peran penting bagi proses metabolisme tubuh, di antaranya:

  • Menurunkan tekanan darah
  • Mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Menurunkan kadar trigliserida
  • Mencegah penggumpalan darah

Dengan rajin mengonsumsi seafood, kamu bisa meminimalkan risiko berbagai gangguan jantung. Dilansir dari Today, konsumsi makanan laut inilah yang membuat Jepang menjadi negara dengan kasus penyakit kardiovaskular terendah di dunia.

2. Rajin minum teh hijau

Tren mengonsumsi teh hijau mulai menarik perhatian masyarakat global, termasuk Indonesia. Bukan tanpa alasan, teh hijau merupakan salah satu jenis teh terbaik jika dibandingkan dengan varian lainnya.

Di Jepang, teh hijau telah menjadi minuman sehari-hari. Jika kamu mengunjungi rumah orang Jepang, teh ini hampir pasti ada di meja tamu. Teh hijau memiliki kandungan antioksidan tinggi dari polifenol dan vitamin C.

Minuman tersebut berkhasiat melindungi sel dari kerusakan, mencegah peradangan, hingga meminimalkan risiko gangguan kesehatan kronis seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. Jika ingin mendapat efek yang maksimal, minumlah teh hijau tanpa tambahan gula.

3. Berhenti makan sebelum kenyang

Salah satu pola hidup sehat ala masyarakat Jepang yang patut dicontoh adalah berhenti makan sebelum kenyang. Istilah ini disebut dengan hara hachi bu, artinya “makan sampai kamu kenyang 80 persen”.

Mengapa tidak makan hingga kenyang 100 persen? Rupanya, pola makan ini bertujuan untuk menyisakan sebagian ruang di perut untuk kebutuhan lainnya. Teknik makan ini ternyata juga berpengaruh terhadap asupan yang kamu konsumsi.

Misalnya, dengan tidak makan terlalu banyak, artinya kalori yang masuk ke dalam tubuh juga terbatas. Begitu juga dengan lemak dan karbohidrat. Ada banyak manfaat yang bisa kamu rasakan, salah satunya adalah terhindar dari risiko obesitas.

4. Rajin makan sayur

Sebagian besar penduduk Jepang adalah pecinta sayur. Kebiasaan ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang Jepang bisa hidup hingga mencapai usia 100 tahun. Sayur memainkan peran penting pada banyak proses metabolisme di dalam tubuh.

Bukan hanya sayuran yang bisa dijumpai di darat, masyarakat Jepang juga menyukai sayuran yang ada di air, misalnya rumput laut. Sayuran berwarna hijau sendiri memiliki banyak manfaat, seperti menjaga kesehatan mata, jantung, saluran pencernaan, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Jangan Bingung! Ini 7 Cara Agar Anak Mau Makan Sayur dengan Lahap

5. Makan dengan mangkuk kecil

Orang Jepang gemar makan menggunakan mangkuk kecil. Sumber foto: www.healthline.com

Jika sebagian besar masyarakat Indonesia makan menggunakan piring datar yang lebar, penduduk Jepang punya cara berbeda.

Orang-orang Jepang gemar makan sesuatu menggunakan wadah seperti mangkuk berukuran kecil. Wadah yang kecil ini memengaruhi seberapa banyak makanan yang dikonsumsi.

6. Rajin bergerak

Pada 2017, para peneliti di Stanford University merilis data bahwa Jepang merupakan salah negara di Asia dengan penduduk yang paling aktif bergerak. Dibanding naik kendaraan pribadi, kebanyakan warga Jepang lebih memilih bersepeda atau jalan kaki saat pergi ke suatu tempat.

Bahkan, menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, lebih dari 90 persen anak-anak di Jepang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda atau jalan kaki, bukan dengan kendaraan bermotor.

Harvard Medical School menjelaskan,semakin kamu aktif bergerak, kesehatan jantung akan lebih terjaga. Artinya, risiko untuk terserang berbagai penyakit kardiovaskular akan menurun.

Nah, itulah enam kebiasaan hidup sehat ala penduduk Jepang yang patut untuk dicontoh. Selain menjaga kebugaran, kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa meminimalkan risiko berbagai penyakit kronis. Yuk, terapkan pola hidup sehat dimulai dari diri sendiri!

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. The Taste, diakses 7 September 2020, Don’t Diet, Change Your Lifestyle – 7 Japanese Secrets.
  2. Today, diakses 7 September 2020, Want to live longer? Borrow these 6 healthy habits from the Japanese.
  3. Harvard Medical School, diakses 7 September 2020, Walking: Your steps to health.
  4. Standford University, diakses 7 September 2020, Stanford researchers find intriguing clues about obesity by counting steps via smartphones.
  5. FAO, diakses 7 September 2020, diakses 7 September 2020, Globefish Research Programme.
  6. National Center for Biotechnology Information  (NCBI), diakses 7 September 2020, Walking to School in Japan and Childhood Obesity Prevention: New Lessons From an Old Policy.

    Berita Terkait
    register-docotr