Info Sehat

Hati-hati! Ini 4 Efek Berbahaya Langsung Tidur setelah Makan

February 21, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setelah makan tak jarang kita merasakan kantuk. Tidur setelah makan pun menjadi pilihan bagi sebagian orang. Namun, tahukah kamu bahwa tidur setelah makan bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan?

Baca juga: Sering Ngantuk Setelah Makan? Begini Cara Menghilangkannya

Efek langsung tidur setelah makan

Tidur setelah makan tidak baik untuk kesehatan tubuh. Karena, ini bisa menimbulkan masalah yang perlu diwaspadai.

Sebaiknya, berikanlah jeda antara waktu makan dan waktu tidur. Sebab, dengan memberikan jeda waktu tersebut, dapat memungkinkan proses pencernaan berjalan dengan semestinya. Di sisi lain, hal tersebut juga dapat mencegah heartburn.

Nah, berikut ini adalah beberapa efek tidur setelah makan yang perlu diketahui.

1. Meningkatkan refluks asam

Tahukah kamu bahwa langsung tidur setelah makan bisa bisa mengganggu kinerja pencernaanmu? Bahkan, menurut Rupali Datta, seorang ahli gizi mengatakan bahwa tidur tepat setelah makan malam dapat menghambat proses pencernaan.

Sebab, makanan akan kesulitan saat melewati dinding usus. Di sisi lain, agar pencernaan dapat berjalan dengan baik, tubuh harus berada pada posisi tegak.

Nah, ketika perut terisi dengan makanan dan kita langsung berbaring, asam lambung dapat kembali ke kerongkongan. Ini dapat menyebabkan refluks asam.

Gejala refluks asam atau asam lambung yang paling umum adalah heartburn, yakni sensasi terbakar di dada. Masalah pencernaan ini bukan hanya dapat membuatmu merasa tidak nyaman saja, melainkan juga dapat menganggu kualitas tidurmu.

2. Kualitas tidur menurun

Melansir laman UPMC Health Beat, mengonsumsi makanan dengan jarak terlalu dekat sebelum waktu tidur malam juga dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari, terlebih lagi jika kamu mengonsumsi makanan berat atau berlemak. Ini dapat menyebabkan perut terasa kembung.

Mengonsumsi kafein sebelum tidur juga dapat membuatmu terjaga. Tak hanya itu, makan larut malam juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh, yang mana ini menyebabkan otak menjadi lebih aktif.

Sebagai tambahan, mengonsumsi makanan manis juga dapat memengaruhi kualitas tidur.

Hal tersebut karena makanan manis memberikan dorongan energi secara instan. Sedangkan, ketika kita ingin tidur waktu tersebut adalah titik ketika tubuh menurunkan tenaga.

3.  Kenaikan berat badan

Salah satu kekhawatiran terbesar dari efek tidur setelah makan adalah kenaikan berat badan, lalu bagaimana faktanya? Perlu diketahui bahwa pertambahan berat badan dapat disebabkan karena kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang dibakar.

Langsung tidur sehabis makan, kapan pun kamu mengonsumsi makanan tersebut dapat berarti bahwa tubuh tidak memiliki kesempatan untuk membakar kalori.

Meskipun demikian, sebagai faktor tersendiri, mengonsumsi makanan larut malam tidak serta merta menyebabkan obesitas. Obesitas merupakan kondisi yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, genetik, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Namun, berat badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat meningkat jika seseorang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan padat kalori larut malam, terlebih lagi jika aktivitas yang dilakukan lebih banyak duduk.

Baca juga: Kamu Makan Terlalu Cepat? Hati-hati 5 Masalah Kesehatan Ini Mengintaimu

4. Tingkatkan risiko stroke

Bukan hanya dapat menimbulkan efek yang sudah dijelaskan di atas saja, melainkan tidak memberikan jeda waktu antara waktu tidur dan makan juga dapat meningkatkan risiko stroke.

Dikutip dari Webmd, sebuah studi yang melibatkan 500 orang, 250 di antaranya memiliki riwayat stroke dan sebagian lainnya memiliki sindrom koroner akut.

Sindrom koroner akut sendiri merupakan jenis penyakit jantung yang ditandai dengan aliran darah ke jantung menurun akibat penyumbatan arteri.

Studi menemukan bahwa mereka yang menunggu sekitar 60-70 menit untuk pergi tidur setelah makan dapat menurunkan risiko stroke sebesar 66 persen.

Sementara itu, mereka yang menunggu dalam waktu 70 menit hingga 2 jam memiliki penurunan risiko stroke yang lebih besar, yakni 76 persen.

Meskipun studi tidak menyelidiki mengapa menunggu dalam waktu yang lebih lama untuk pergi dapat menurunkan risiko stroke. Namun, Cristina-Maria Kastorini, MSc, ahli gizi di University of Ioannina Medical School memiliki alasan tertentu.

Ia mengatakan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa makan dengan jarak waktu yang terlalu dekat dengan waktu tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit refluks. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sleep apnea, yang merupakan faktor risiko stroke.

Berapa lama kita harus menunggu untuk tidur setelah makan?

Shanna Levine, MD, pemilik dari Goals Healthcare, New York seperti dikutip dari Live Strong.com, menyarankan untuk menunggu setidaknya 1 jam untuk tidur setelah makan. Meskipun demikian, makanan yang lebih berat membutuhkan jeda waktu yang lebih lama.

Misalnya saja, makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi yang dicerna sangat lambat. Maka dari itu, ia menjelaskan bahwa makanan yang lebih berat membutuhkan jeda waktu sekitar 3 jam.  

Nah, itulah beberapa informasi mengapa kita tidak boleh langsung tidur setelah makan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar masalah ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Livestrong.com (2019). Diakses pada 16 Februari 2021. How Bad Is It Really to Sleep Right After You Eat? 

NDTV Food (2018). Diakses pada 16 Februari 2021. Here’s Why You Should Not Hit The Bed Soon After Having Dinner 

UPMC Health Beat (2015). Diakses pada 16 Februari 2021. Is it Bad to Sleep After a Meal? 

Very Well Health (2020). Diakses pada 16 Februari 2021. How Long to Wait Before Sleeping After Eating 

Webmd (2011). Diakses pada 16 Februari 2021. Sleeping Soon After Dinner May Raise Stroke Risk 

    register-docotr