Info Sehat

15 Hal yang Membuatmu Tidak Bisa Merasakan Makanan, Bukan Cuma COVID-19

June 16, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sebagian orang yang mengeluh tidak bisa merasakan makanan mungkin langsung khawatir telah terpapar COVID-19. Kondisi itu memang bisa menjadi gejala COVID-19, namun masih ada faktor lain yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan indra pengecap.

Lantas, apa saja faktor yang bisa membuat seseorang tidak bisa merasakan makanan? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Kondisi tidak bisa merasakan makanan

Jika kamu sulit merasakan makanan, mungkin ada penurunan fungsi dari sistem saraf indra pengecap. Secara umum, berdasarkan tingkat keparahannya, keadaan tersebut dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Ageusia

Ageusia adalah keadaan hilangnya kemampuan indra pengecap secara total, membuat seseorang tidak bisa mendeteksi rasa apa pun. Namun, menurut sebuah studi pada 2016, ageusia merupakan kondisi yang jarang terjadi, hanya dialami oleh tiga persen orang di seluruh dunia.

Hypogeusia

Berbeda dengan ageusia, orang yang mengalami hypogeusia tidak bisa merasakan makanan secara parsial. Artinya, orang itu masih bisa mendeteksi satu jenis rasa makanan, tapi tidak semuanya. Pengidap hypogeusia biasanya sulit membedakan antara rasa:

  • Pahit
  • Asam
  • Asin
  • Manis
  • Gurih

Anosmia adalah salah satu penyebab paling umum dari hypogeusia. Anosmia sendiri merupakan kondisi ketika indra pencium mengalami penurunan fungsi. Ya, indra penciuman bisa memengaruhi indra pengecap. Orang dengan anosmia biasanya sulit merasakan makanan.

Dysgeusia

Dysgeusia adalah kondisi saat ada satu rasa yang menutupi rasa lain di lidah, sehingga membuat semua makanan terasa sama. Seseorang mungkin hanya dapat mendeteksi rasa asam atau asin. Bahkan, pengidap dysgeusia juga bisa merasakan aroma zat metal di dalam mulutnya.

Penyebab tidak bisa merasakan makanan

Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang tidak bisa merasakan makanan. Mulai dari kebiasaan merokok, kekurangan vitamin, hingga gejala dari penyakit tertentu. Berikut 15 penyebab menurunnya kemampuan indra pengecap yang paling umum:

1. Kebiasaan merokok

Jika tak sedang mengidap penyakit tertentu tapi kamu tidak dapat merasakan makanan, bisa jadi itu disebabkan kebiasaan merokok. Asap dari produk tembakau bisa melukai atau bahkan merusak sel yang bertugas membantu otak dalam mengidentifikasi bau dan rasa.

Selain itu, merokok juga dapat membuat tubuh lebih banyak memproduksi lendir. Banyaknya lendir bisa mengurangi kemampuan indra pengecap dalam mendeteksi rasa makanan.

2. Paparan bahan kimia

Paparan terhadap zat kimia tertentu bisa menyebabkan gangguan pada indra penciuman dan pengecap. Dikutip dari Verywell Health, bahan kimia yang ada pada produk pestisida, kosmetik, dan detergen dapat masuk ke sistem tubuh melalui kulit, mulut, hingga saluran napas.

Bukan hanya penggunaan produk, kamu juga bisa terpapar bahan kimia saat berada di lingkungan industri.

3. Defisiensi vitamin

Hilangnya kemampuan indra pencium dan pengecap bisa jadi tanda dari defisiensi vitamin. Ada banyak hal mengapa kadar vitamin di dalam tubuh dapat menurun. Konsumsi obat-obatan misalnya, dapat menyebabkan ketidakseimbangan vitamin A, B6, dan B12.

Begitu juga jika sudah sulit merasakan makanan akibat faktor lain, kamu mungkin enggan untuk mengonsumsi sesuatu. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan vitamin yang cukup.

4. Kurang asupan zinc

Salah satu penyebab tidak bisa merasakan makanan yang jarang diketahui adalah kekurangan asupan zinc. Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of Nutrition, defisiensi zinc jangka panjang bisa menurunkan fungsi kelenjar ludah dalam memproduksi air liur.

Lama-kelamaan, hal tersebut akan membuat mulut menjadi mudah kering. Seperti yang telah disebutkan, mulut yang terlalu kering bisa membuatmu sulit atau bahkan tidak bisa merasakan makanan.

Penelitian lain menyebutkan, suplemen zinc terbukti secara klinis dapat membantu meningkatkan atau memulihkan ageusia pada pasien COVID-19. Ageusia atau hilangnya kemampuan indra pengecap merupakan salah satu gejala umum dari infeksi virus Corona.

5. Sedang sakit

Penyakit (terutama yang berhubungan dengan saluran pernapasan) biasanya memunculkan gejala tidak bisa merasakan makanan. Apa pun yang mengiritasi lapisan atau jaringan di dalam hidung bisa membuatnya berair, gatal, dan berlendir.

Akibatnya, indra penciuman dan pengecap ikut terdampak. Penyakit itu termasuk flu biasa, infeksi sinus, alergi, hidung tersumbat, dan yang terbaru adalah COVID-19. Tak perlu cemas, kondisinya akan membaik jika penyakit itu telah sembuh.

Sulit merasakan makanan juga bisa menjadi tanda awal dari penyakit serius seperti alzheimer, demensia, dan parkinson. Belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, kerusakan saraf di otak yang mengarah ke indra pengecap diyakini sebagai faktor pemicunya.

6. Efek samping obat

Banyak orang yang mengeluh sulit merasakan makanan pada periode konsumsi obat tertentu. Beberapa obat resep memang dapat memengaruhi cara kerja indra pengecap. Bahan kimia pada obat bisa mengontaminasi air liur.

Berikut beberapa jenis obat yang dapat membuatmu mengalami penurunan fungsi indra pengecap:

  • ACE inhibitor, biasa dipakai untuk mengatasi tekanan darah tinggi
  • Antidepresan, digunakan untuk mengatasi gangguan suasana hati
  • Antihistamin, dipakai untuk mengatasi reaksi alergi
  • Beta-blocker, digunakan untuk mengobati pasien gangguan jantung

7. Efek perawatan kanker

Orang yang sedang menjalani perawatan kanker biasanya sulit merasakan makanan. Kemoterapi misalnya, dosis obat yang tinggi bisa menurunkan fungsi tertentu pada tubuh, salah satunya adalah indra pengecap.

Begitu juga dengan terapi radiasi, efeknya bisa merusak kelenjar yang bertugas memproduksi air liur. Makanan mungkin akan terasa hambar, tidak ada bedanya antara satu menu dengan yang lainnya.

Baca juga: Proses Kemoterapi: Ketahui Tahapan, Cara Kerja dan Biayanya

8. Faktor usia

Seiring bertambahnya umur, seseorang bisa kehilangan beberapa saraf di indra penciuman dan pengecap. Hal itu akan berdampak pada kemampuan dalam mencium dan mendeteksi rasa makanan.

Orang yang berusia di atas 60 biasanya cenderung berusaha mendeteksi rasa asin atau manis lebih dulu ketimbang rasa lainnya pada makanan.

9. Cedera kepala

Indra pengecap saling berkaitan dengan indra penciuman. Jika indra penciuman ada masalah, ini akan berdampak pada hilangnya kemampuan indra pengecap dalam mengidentifikasi rasa makanan.

Cedera kepala bisa menjadi penyebab terjadinya gangguan pada indra penciuman. Saraf penciuman membawa informasi tentang bau atau aroma dari hidung ke otak. Adanya trauma atau cedera pada kepala, leher, dan otak, bisa merusak saraf tersebut.

Dalam kasus yang ringan, kondisi itu mungkin dapat segera membaik seiring berjalannya waktu. Namun, jika berlangsung cukup parah, kamu berpotensi tidak bisa merasakan makanan atau mencium aroma tertentu dalam waktu yang lebih lama.

10. Hidung tersumbat

hidung tersumbat menyebabkan tidak bisa merasakan makanan
Polip hidung. Sumber foto: www.pmrxcontent.com

Hidung yang tersumbat bisa mengurangi kemampuan indra penciuman dalam menjalankan fungsinya. Adanya polip di hidung misalnya, menyebabkan penyempitan rongga udara.

Bukan hanya tidak bisa mencium bau atau merasakan makanan, kamu mungkin juga kesulitan bernapas.

Baca juga: Tak Perlu Langsung Minum Obat, Ini 8 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat

11. Gangguan bawaan

Tanpa mengidap penyakit tertentu, seseorang bisa saja tidak bisa merasakan makanan. Ini terjadi karena faktor genetik. Beberapa orang terlahir dengan sedikit atau tanpa indra penciuman sama sekali.

Pada sebagian kasus, kondisi tersebut dapat memengaruhi indra pengecap. Namun, hilangnya indra penciuman tidak selalu memengaruhi kemampuan lidah untuk mendeteksi rasa makanan. Beberapa orang masih dapat merasakan makanan meski tidak bisa mencium aromanya.

12. Kondisi mulut kering

Mulut yang terlalu kering ternyata bisa menjadi penyebab tidak bisa merasakan makanan, lho. Ini biasanya dipicu oleh produksi air liur yang menurun.

Sebuah studi oleh peneliti asal Okayama University Dental School di Jepang menyebutkan, air liur punya peran penting pada kinerja reseptor rasa. Tanpa adanya air liur, rasa dari makanan akan sulit dikenali oleh lidah.

Mulut kering bisa dipicu oleh kurangnya asupan cairan harian yang kamu minum. Namun, menurut Mayo Clinic, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan penurunan produksi air liur di kelenjar ludah, di antaranya adalah:

  • Obat-obatan seperti antihistamin, pereda nyeri, dekongestan, dan antipsikotik bisa memberi efek samping penurunan produksi air liur hingga menyebabkan mulut kering
  • Kerusakan saraf
  • Kondisi medis seperti diabetes, stroke, dan penyakit autoimun
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang, seperti metamfetamin

13. Faktor hormonal

Tak banyak yang tahu bahwa hormon ternyata punya andil pada fungsi indra pengecap. Adanya fluktuasi hormon dapat menyebabkan satu rasa tertentu menjadi terlalu dominan di lidah, dan rasa lainnya menjadi hambar.

Berdasarkan penelitian pada 2015 yang terbit di Journal of Nutrition and Food Sciences, kepekaan terhadap rasa manis akan meningkat ketika konsentrasi hormon estrogen melonjak.

Sebaliknya, jika kadar hormon progesteron yang meningkat, maka sensasi pahit akan lebih dominan di lidah ketimbang rasa lainnya.

Fluktuasi hormonal tersebut sangat umum terjadi pada wanita, terutama ketika sedang haid, hamil, dan setelah melahirkan atau periode menyusui.

14. Faktor kebersihan mulut dan gigi

Kebersihan mulut dan gigi adalah satu hal yang sering disepelekan oleh banyak orang tapi bisa berdampak pada kemampuan indra pengecap dalam merasakan makanan. Bakteri mudah tumbuh dan berkembang di dalam mulut yang jarang dibersihkan.

Banyaknya bakteri dapat memengaruhi kemampuan indra pengecap dalam mendeteksi rasa makanan. Jadi, jangan malas untuk rutin sikat gigi, ya. Jika perlu, kamu bisa menggunakan mouthwash untuk membunuh kuman atau bakteri di dalam mulut.

15. Gangguan pada lidah

Lidah adalah bagian tubuh yang berperan sebagai indra pengecap. Adanya masalah pada lidah bisa mengganggu fungsinya, termasuk kemampuan dalam merasakan makanan. Gangguan pada lidah dapat dipicu oleh banyak faktor, seperti:

  • Iritasi
  • Reaksi alergi
  • Infeksi
  • Peradangan yang memicu luka seperti sariawan
  • Gejala dari kondisi medis seperti penyakit autoimun, diabetes, tumor, leukemia, anemia, dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)

Bagaimana mengatasinya?

Penanganan dan perawatan kondisi tidak bisa merasakan makanan tergantung dari penyebabnya. Jika dipicu oleh faktor kebersihan mulut, rutin sikat gigi bisa menjadi solusi. Begitu pula jika penyebabnya infeksi bakteri, antibiotik dapat membantu menyembuhkannya.

Namun, untuk kondisi yang lebih serius seperti gangguan kesehatan parah, masalah pada saraf, dan cedera, perawatan mungkin dilakukan dengan cara yang membutuhkan waktu lebih lama dan cenderung rumit, misalnya terapi khusus dan prosedur medis berupa operasi.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa membuatmu tidak bisa merasakan makanan. Namun, untuk mengetahui penyebab pastinya, kamu bisa periksakan diri ke dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. WebMD, diakses 22 April 2021, Why Might My Sense of Taste Change?
  2. WebMD, diakses 22 April 2021, What’s Causing My Loss of Smell and Taste?
  3. Medical News Today, diakses 22 April 2021, What causes a loss of taste?
  4. American Journal of Medicine, diakses 22 April 2021, The Impact of Aging and Medical Status on Dysgeusia.
  5. Verywell Health, diakses 16 Juni 2021, An Overview of Dysgeusia.
  6. Health Grades, diakses 16 Juni 2021, 9 Reasons You Might Be Losing Your Sense of Smell.
  7. Health Grades, diakses 16 Juni 2021, Loss of Tastes.
  8. Healthline, diakses 16 Juni 2021, Tongue Problems.
  9. Mayo Clinic, diakses 16 Juni 2021, Dry Mouth.
  10. OAText, diakses 16 Juni 2021, Zinc may have a potential role in taste malfunctions treatment for COVID-19 patients. Journal Review article.
  11. Longdom.org, diakses 16 Juni 2021, Changes in Taste and Food Intake during the Menstrual Cycle.
  12. Oxford Academic, diakses 16 Juni 2021, Long-Term Zinc Deficiency Decreases Taste Sensitivity in Rats.
  13. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 16 Juni 2021, Role of saliva in the maintenance of taste sensitivity.

    register-docotr