Info Sehat

Penciuman Kamu Terganggu? Mungkin Ini Penyebabnya

February 6, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Dalam dunia medis, hilangnya kemampuan indera penciuman sehingga kamu tidak bisa mencium bau dikenal dengan istilah anosmia. Banyak hal yang bisa menyebabkan anosmia, mulai dari terganggunya lapisan hidung hingga adanya masalah di otak atau saraf.

Walaupun biasanya anosmia bukan merupakan satu hal yang serius, tapi kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup, lho! Kamu mungkin jadi tidak bisa merasakan makanan yang kamu santap hingga hilang nafsu makan.

Penyebab tidak bisa mencium bau

Anosmia biasanya disebabkan oleh pembengkakan atau sumbatan di hidung yang menyebabkan bau tidak mencapai bagian atas hidung. 

Kondisi tidak bisa mencium bau ini pun terkadang disebabkan oleh masalah di sistem yang mengirimkan sinyal dari hidung ke otak. Berikut ini adalah beberapa contoh penyebabnya:

Anosmia yang di wariskan

Beberapa orang ada yang mengalami anosmia karena keturunan. Itu artinya mereka menderita masalah ini sejak masih bayi. Anosmia jenis ini juga disebut dengan isolated congenital anosmia (ICA).

Sebuah penelitian dalam Oxford Journals telah mengidentifikasi dua gen yang berkaitan dengan ICA. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut mengenai hal ini masih perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara genetika dan anosmia.

Penuaan

Kemampuan penciuman mengalami penurunan juga karena penambahan usia, lho! Kamu pun bisa kehilangan kemampuan untuk membedakan bau yang satu dengan lainnya.

Terkait hal ini, sebuah penelitian dalam jurnal Postgraduate Medical Journal menyebut beberapa kemungkinan alasan anosmia yang dialami oleh orang dewasa, yaitu:

  • Berkurangnya serat saraf dan reseptor di olfactory bulb, bagian otak yang bertanggung jawab dalam memproses bau
  • Kehilangan sel sensor di hidung
  • Mundurnya fungsi kognitif di sistem saraf pusat

Penyakit sinonasal kronis

Orang dengan penyakit sinonasal kronis kemungkinan memiliki satu dari dua kategori penyakit ini, yaitu konduktif atau neurosensorial.

Penyakit sinonasal konduktif berkaitan dengan kondisi yang terjadi pada saluran udara, seperti:

  • Polip hidung
  • Tumor sinonasal
  • Alergi rhinitis
  • Penyimpangan septum (dinding tipis yang memisahkan rongga hidung)

Sementara, orang dengan penyakit neurosensorial sinonasal kemungkinan memiliki kerusakan atau disfungsi di sepanjang jalur saraf antara hidung dan otak. Beberapa kondisi yang dapat merusak jalur ini termasuk penyakit saluran pernapasan bagian atas dan karena keracunan.

Beberapa racun yang dapat menyebabkan anosmia antara lain:

  • Rokok
  • Obat-obatan terlarang
  • Uap beracun

Penyakit neurodegeneratif

Beberapa penyakit neurodegeneratif yang dapat menyebabkan kamu tidak bisa mencium bau antara lain:

  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Alzheimer
  • Amyotrophic lateral sclerosis
  • Penyakit Huntington

Anosmia idiopatik

Situs kesehatan MedicalNewsToday menyebut terkadang dokter pun tidak yakin apa yang menyebabkan kamu tidak bisa mencium bau. Hal inilah yang dikenal dengan istilah anosmia idiopatik.

Iritasi di membran lendir di hidung

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan adanya iritasi di membran lendir ini adalah:

  • Infeksi sinus
  • Batuk pilek
  • Merokok
  • Flu 
  • Alergi
  • Rhinitis nonalergi

Batuk pilek merupakan penyebab paling umum jika kamu tidak bisa mencium bau. Kalau penyebabnya adalah hal ini, maka anosmia ini akan hilang dengan sendirinya.

Tidak bisa mencium bau karena COVID-19

Anosmia merupakan gejala neruologis dan salah satu indikator awal COVID-19 yang paling banyak dilaporkan. Sebuah kajian menyebut kondisi ini bisa memprediksi COVID-19 lebih baik daripada gejala lainnya seperti demam dan batuk.

Sebuah publikasi dari Harvard Medical School menyebut sel yang mendukung indra penciuman memang rentan terhadap infeksi COVID-19. Meskipun demikian, mekanisme hilangnya kemampuan penciuman pada pasien COVID-19 ini masih belum diketahui secara pasti.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang kondisi anosmia yang bisa menimpa siapa saja. Selalu jaga kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 03 Februari 2021. Anosmia: Causes, Complications, and Treatment
  2. MedicalNewsToday, diakses 03 Februari 2021. Anosmia: Definition, symptoms, causes, treatment, and more
  3. Harvard Medical School, diakses 03 Februari 2021. How COVID-19 Causes Loss of Smell | Harvard Medical School
  4. National Library of Medicine, diakses 03 Februari 2021. Effects of ageing on smell and taste
  5. National Library of Medicine, diakses 03 Februari 2021. Diseases of the nasal cavity
  6. National Library of Medicine, diakses 03 Februari 2021. Anosmia—A Clinical Review
  7. eLife, diakses 03 Februari 2021. Augmented curation of clinical notes from a massive EHR system reveals symptoms of impending COVID-19 diagnosis

 

    Berita Terkait
    register-docotr