Info Sehat

Tergiur dengan Memory Foam Mattress? Kenali Dulu Manfaat dan Kekurangannya di Sini!

March 17, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tidur yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan. Tidak heran jika banyak produsen yang berusaha menawarkan hal ini melalui produk mereka di pasaran, salah satunya adalah memory foam mattress.

Meskipun demikian, seperti kebanyakan produk dengan klaim kesehatan lainnya, memory foam mattress pun memiliki pro-kontra karena ada beberapa yang mengaku mendapatkan manfaat atas produk ini, sementara yang lainnya tidak.

Apa itu memory foam mattress?

Situs kesehatan WebMD menyebut memory foam mattress pertama kali dibuat untuk kursi pesawat NASA pada pertengahan 1960’an. Memory foam mattress dibuat dari substansi yang disebut dengan viscoelastic. Benda ini dikatakan memiliki daya serap energi dan kelembutan yang tinggi.

Memory foam akan mengikuti bentuk tubuh dengan mengenalinya lewat panas dan tekanan yang dihasilkan tubuh. Benda ini bahkan akan mendistribusikan berat tubuh secara merata. Jika kamu beranjak, maka memory foam akan kembali ke bentuk semulanya.

Setelah digunakan oleh NASA, memory foam selanjutnya mulai merambah ke penggunaan lainnya. Mulai dari helm hingga sepatu pernah memakai substansi ini. Dunia medis bahkan pernah memakainya untuk tempat duduk bagi kaum disabilitas.

Selanjutnya, sebagaimana yang sudah terkenal sekarang. Busa viscoelastic ini lebih terkenal di produk-produk seperti bantal, matras duduk dan kasur. Masing-masing produk hadir dengan kepadatan dan kedalaman yang berbeda-beda.

Apa saja manfaat memory foam mattress?

Jika kamu memiliki masalah kesehatan di punggung, memory foam mattress bisa jadi satu solusi. Karena kasur ini bisa mengikuti bentuk tubuh dan mendistribusikan berat tubuh dengan merata sehingga tulang belakang menjadi nyaman dan tekanan tubuh dan punggung akan berkurang.

Sebuah penelitian dalam Journal of Wound, Ostomy and Continence Nursing bahkan menyebut menambahkan lapisan memory foam mattress ke kasur rumah sakit dapat mengurangi tekanan pada pasien yang mengalami sakit parah.

Bagaimana dengan kualitas tidur?

Sayangnya, teknologi tidur dari memory foam mattress ini masih baru sehingga tidak banyak penelitian yang komprehensif. Misalkan, mengukur kualitas tidur yang dipengaruhi oleh benda tertentu seperti memory foam mattress.

Sleep specialist, Donna L. Arand, PhD melalui keterangannya dalam laman WebMD menyebut aktivitas elektrik otak yang diukur dengan electroencephalogram (EEG) saat tidur tidak sejalan dengan apa yang dialami seseorang secara pribadi.

“Jadi bisa saja orang yang diteliti bilang ‘saya tidur nyenyak’, padahal parameter EEG-nya tidak menunjukkan demikian,” kata Arand.

Lagipula, lanjut dia, setiap orang memiliki preferensi masing-masing terkait permukaan tempat tidur mereka. Baik itu di permukaan yang lembut, agak keras, atau kokoh.

Apa saja kekurangan memory foam mattress?

Berikut ini adalah beberapa kekurangan memory foam yang perlu kamu ketahui:

Tidak mengatasi masalah tidur

Kathy R. Gromer, MD, seorang sleep specialist dari Minnesota Sleep Institute, Amerika Serikat mengakui jika memory foam mattress bisa meningkatkan kualitas tidur. “Jika bisa mengurangi titik tekanan tubuh, maka kasur ini bisa meningkatkan kualitas tidur,” kata dia dalam laman WebMD.

Sayangnya, Memory foam mattress tidak bisa berbuat banyak terhadap gangguan tidur seperti sleep apnea atau masalah tidur lainnya yang merupakan keluhan utama yang kerap didapatkan dari pasien.

Kurang nyaman saat suhu panas

Memory foam mattress menyesuaikan bentuk tubuh dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan tubuh. Karena itu, kasur ini akan menahan panas tubuh sehingga tidak nyaman untuk dipakai saat suhu sedang panas.

Meskipun demikian, pada beberapa rumah hal ini bisa diatasi dengan menyesuaikan suhu ruangan menggunakan AC dan alat pendingin lainnya.

Mengandung bau

Produk memory foam mattress yang baru dapat mengeluarkan bau zat kimia yang aneh. Fenomena ini disebut dengan offgassing. 

Untuk mengatasi hal ini, situs kesehatan WebMD menyarankan agar kasur yang baru dibeli dibiarkan di ruangan terbuka selama setidaknya 24 jam sebelum kamu menaruh seprai di atasnya.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang memory foam mattress. Pahami kelebihan dan kekurangan produk kesehatan yang mau kamu beli, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
register-docotr