Info Sehat

Studi Terbaru: Obat Flu Lebih Efektif Jika Diminum sebagai Larutan dalam Air Panas

March 19, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Demam dan flu adalah gangguan kesehatan yang paling sering terjadi pada siapa saja. Meski terlihat ringan, tapi ini akan sangat mengganggu aktivitas jika tidak diatasi dengan segera.

Umumnya solusi pertama untuk menangani masalah ini yaitu dengan meminum obat-obatan yang dijual bebas di apotek.

Apakah kamu pun demikian? Jika iya, bagaimana cara kamu meminum obat-obatan tersebut? Studi terbaru menunjukkan bahwa obat flu dan demam akan lebih efektif jika diminum sebagai minuman panas alias dilarutkan terlebih dahulu.

Baca juga: Paracetamol Bisa Digunakan untuk Mengobati Sakit Patah Hati, Benarkah Demikian?

Sekilas tentang flu dan parasetamol

Flu adalah salah satu penyakit manusia yang paling sering terjadi di seluruh dunia. Meskipun tidak ada obatnya, tapi gejalanya dapat diobati.

Sayangnya walaupun pengobatan gejala flu terbilang banyak, hanya sedikit yang terbukti benar-benar efektif.

Sejauh ini parasetamol dianggap paling efektif dalam mengobati gejala yang terkait dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas. Ini termasuk gejala sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam.

Adapun parasetamol sendiri tersedia dalam berbagai format, termasuk minuman panas dan tablet.

Meski pilihan tablet lebih umum digunakan, tapi pengobatan parasetamol dalam bentuk minuman panas, dikaitkan dengan penyerapan bahan aktif yang lebih cepat mengobati gejala-gejala flu.

Studi efektivitas parasetamol dalam bentuk minuman panas

Sebuah studi berupaya menyelidiki hipotesis bahwa parasetamol diserap lebih cepat dalam minuman panas, daripada menelannya dalam bentuk tablet yang umum terjadi dewasa ini. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengumpulkan data dari 25 relawan pria sehat.

Mereka diminta untuk memberikan persetujuan tertulis sebelum berpartisipasi dalam studi ini. Kriteria yang menjadi syarat keikutsertaannya adalah berada dalam keadaan sehat secara umum.

Beberapa indikatornya adalah tidak merokok dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) pada kisaran 18,0–29,9 kg/m3. Adapun material yang digunakan adalah minuman panas sachet dan tablet parasetamol.

Kedua material tersebut diperoleh dari batch yang tersedia dan dikemas secara komersial. Dosis parasetamol masing-masing adalah 1.000 mg. Selanjutnya para relawan diminta meminum obat dalam bentuk tablet terlebih dahulu, kemudian baru dalam bentuk minuman.

Hasil penelitian

Menggunakan metode pencitraan skintigrafi dan tes darah, para ahli menyimpulkan bahwa tubuh para relawan menyerap dosis 1.000 mg obat yang sama lebih baik dalam sachet minuman panas. Hasil ini didapat jika dibandingkan dalam bentuk tablet.

Penyerapan parasetamol ini juga terhitung lebih cepat selama 60 menit pertama setelah diminum, apabila dibandingkan dengan pemberian dalam bentuk tablet.

Data sebelumnya dari studi yang lebih kecil juga menunjukkan hal yang sama. Di situ disebutkan bahwa parasetamol dari minuman panas diserap lebih cepat daripada yang sebelumnya terlihat dengan formulasi dosis padat.

Mengapa parasetamol dalam bentuk minuman panas lebih efektif mengobati flu?

Dilansir Times of India, para ahli mengemukakan bahwa minuman panas memungkinkan pengosongan lambung dengan cepat. Hal ini akan membuat makanan, terutama gula, berpindah dari perut ke usus kecil dalam waktu yang lebih singkat.

Ini akan mengurangi waktu yang dibutuhkan antara konsumsi obat dan dimulainya pengendalian gejala flu maupun demam.

Sederhananya, minuman panas bisa membantu memindahkan obat lebih cepat ke dalam usus kecil. Sehingga obat tersebut masuk ke aliran darah lebih cepat dan mulai meredakan ketidaknyamanan akibat gejala-gejala flu.

Baca juga: Alami Gejala Flu? Atasi dengan 8 Obat Alami Berikut Ini

Bagaimana kamu dianjurkan meminum obat flu?

Untuk hasil terbaik, larutkan parasetamol dalam segelas air hangat. Air bersifat netral dan tidak mengubah komposisi obat.

Hindari meminum obat dengan susu, kafein atau jus buah karena justru dapat memiliki beberapa efek samping negatif. Menelan obat tanpa cairan juga tidak dianjurkan, karena dapat meningkatkan risiko tersedak dan menyebabkan iritasi serta pembengkakan di kerongkongan.

Hal ini selanjutnya dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan lain, seperti mulas, nyeri dada dan kadang-kadang bahkan dapat mengakibatkan perdarahan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar masalah kesehatan yang kamu alami? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 

Does a Hot Drink Provide Faster Absorption of Parasetamol Than a Tablet? A Pharmacoscintigraphic Study in Healthy Male Volunteers, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4153977/ diakses pada 18 Maret 2021

Dissolving your medicine in hot water helps in faster action, claims study, https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/dissolving-your-medicine-in-hot-water-helps-in-faster-action-claims-study/photostory/81532500.cms?picid=81532703 diakses pada 18 Maret 2021

Does a Hot Drink Provide Faster Absorption of Parasetamol Than a Tablet? A Pharmacoscintigraphic Study in Healthy Male Volunteers, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4153977/ diakses pada 18 Maret 2021

 

    register-docotr