Info Sehat

Ampuh Bunuh Parasit, Yuk Ketahui Cara Kerja & Efek setelah Minum Obat Cacing

February 20, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Obat cacing masih menjadi solusi paling ampuh untuk mengatasi kondisi cacingan. Bahkan, tak jarang orang yang tidak mengalami gejala pun ikut mengonsumsinya. Namun, tak banyak yang tahu bagaimana sebenarnya cara kerja atau efek yang ditimbulkan setelah minum obat cacing.

Lantas, apa yang terjadi pada parasit di dalam tubuh setelah kamu minum obat cacing? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Sekilas tentang obat cacing

Dalam dunia medis, obat cacing masuk dalam golongan antelmintik. Obat tersebut dipakai untuk mengatasi adanya parasit di dalam tubuh, seperti cacing gelang dan cacing pita. Cacing-cacing itu biasanya hidup di saluran cerna manusia.

Antelmintik secara selektif berperan menjadi racun bagi parasit, tapi tetap aman untuk inangnya (manusia). Beberapa obat bekerja dengan menghambat proses metabolisme parasit hingga langsung menghancurkannya.

Dikutip dari Healthline, orang yang cacingan biasanya mengeluhkan gejala seperti sakit perut, diare, mual, muntah, dan kembung. Cacing juga bisa menyebabkan ruam gatal di sekitar rektum (anus) dan vulva.

Namun, tak sedikit pula yang mengalami cacingan selama bertahun-tahun tanpa gejala apapun. Dalam beberapa kasus, seseorang bisa mengeluarkan cacing di feses saat buang air besar.

Baca juga: Orang Dewasa Minum Obat Cacing? Jangan Ragu, Ini Dia Manfaatnya

Cara kerja dan efek setelah minum obat cacing

Beberapa obat cacing diklaim cukup efektif mengatasi sejumlah parasit di dalam tubuh. Berdasarkan jenis kandungannya, efek yang akan ditimbulkan pada parasit itu meliputi:

1. Piperazine

Piperazine digunakan pertama kali sebagai antelmintik pada 1950-an dan masih menjadi obat yang efektif untuk cacingan, terutama bagi anak-anak.

Setelah minum obat cacing yang satu ini, parasit akan menjadi lemah, hingga mengalami lumpuh otot. Hal itu menyulitkannya untuk berkembang biak.

2. Benzimidazoles

Benzamidazoles ditemukan pada 1961. Menurut sebuah penelitian oleh ilmuwan di University of Southampton, obat ini bekerja dengan cara yang berbeda jika dibandingkan dengan piperazine.

Setelah minum obat cacing yang satu ini, efek biokimia langsung menargetkan parasit yang ada di dalam tubuh.

Benzimidazoles bekerja dengan mengganggu sitoskeleton (penopang rangka sel) yang mengakibatkan cacing sulit bergerak. Selain itu, obat ini juga akan menghambat proses reproduksi dari cacing.

3. Ivermectin

Ivermectin diperkenalkan sebagai antelmintik pada 1980-an. Obat ini bisa memberi pengaruh cukup kuat bagi parasit di dalam tubuh manusia. Setelah minum obat cacing yang satu ini, cacing akan mengalami kelumpuhan yang kuat dan persisten.

Tak hanya itu, dinding ototnya akan berkontraksi dan perlahan akan menghancurkan struktur tubuhnya sendiri.

4. Mebendazole

Salah satu obat cacing yang sering diresepkan dokter adalah mebendazole. Dikutip dari NHS UK, obat ini digunakan untuk mengatasi adanya cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang.

Obat cacing ini bekerja dengan menyerap glukosa dari tubuh. Tanpa glukosa, sel pada cacing akan kehilangan energi dan akan mati dengan cepat.

5. Albendazole

Obat cacing terakhir yang umum dipakai untuk membasmi parasit di dalam tubuh adalah albendazole. Dikutip dari Mayo Clinic, sama seperti mebendazole, albendazole bekerja dengan cara mencegah cacing menyerap gula. Tanpa glukosa, cacing bisa kehilangan energi dan gampang mati.

Hanya saja, konsumsi obat ini memerlukan dosis yang tepat berdasarkan usia dan berat badan. Misalnya, orang dewasa dengan berat badan 60 kg atau lebih disarankan minum obat berdosis 400 mg dua kali sehari.

Jika berat badan di bawah 60 kg, maka dosisnya juga akan disesuaikan. Dosis 15 mg berlaku per kg berat badan. Jika tak sesuai dosis, kamu bisa merasakan efek samping setelah minum obat cacing tersebut.

Langkah pencegahan agar tidak cacingan

Cacingan adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak. Meski begitu, orang dewasa juga bisa mengalami infeksi tersebut. Untuk mencegah terjadinya cacingan, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun sebelum dan sesudah menggunakan toilet
  • Pastikan kebersihan tangan sebelum menyiapkan atau menyantap makanan
  • Hindari ikan dan daging mentah
  • Masak daging sampai benar-benar matang menyeluruh, setidaknya dengan suhu 62,8° Celcius
  • Cuci, kupas, atau masak semua sayuran mentah
  • Cuci atau panaskan kembali makanan yang jatuh ke lantai

Nah, itulah beberapa efek yang akan terjadi setelah mengonsumsi minum obat cacing. Untuk meminimalkan risiko cacingan, terapkan langkah-langkah pencegahan seperti yang telah disebutkan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 9 Februari 2021, What Are Intestinal Worms?
  2. Worm Book, diakses 9 Februari 2021, Anthelmintic drugs.
  3. NHS UK, diakses 9 Februari 2021, Mebendazole.
  4. Mayo Clinic, diakses 9 Februari 2021, Albendazole.

    register-docotr