Info Sehat

Sering Telat Makan? Ketahui, Berikut Efek Samping yang Mungkin Ditimbulkan

April 10, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sering telat makan atau melewatkan sarapan dapat memiliki konsekuensi yang serius, lho! Ya, perlu diketahui, makanan pada dasarnya bertugas untuk membantu memberi daya pada setiap sistem di tubuh. 

Karena itu, jika sering melewatkan makan maka ada beberapa bahaya bagi kesehatan yang mungkin ditimbulkan. Nah, untuk mengetahui efek samping dari sering telat makan yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Terapi Akupunktur untuk Mengatasi Insomnia, Efektif atau Tidak?

Apa saja efek samping sering telat makan?

Dilansir dari Piedmont Healthcare, meninggalkan makanan itu tidak sehat dan sebenarnya bisa menyebabkan penambahan berat badan. Beberapa efek samping lainnya dari sering telat makan, antara lain sebagai berikut:

Dapat mengalami kecemasan

Sering telat makan atau terlalu lama tanpa makan secara sengaja dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Salah satu masalah mental yang mungkin dialami adalah anxiety atau kecemasan. 

Sebuah studi pada 2018 yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan remaja-remaja dengan kebiasaan sering melewatkan sarapan lebih mungkin mengalami stres dan depresi.

Ketika terlalu lama tanpa makan, gula darah bisa menurun dan menandakan tubuh untuk mulai memproduksi kortisol.

Kortisol atau yang biasa disebut hormon stres dilepaskan untuk mencoba membantu mengatur penurunan gula darah tetapi juga menciptakan respons stres dalam tubuh.

Tubuh kehilangan kemampuan mengenali rasa lapar

Perlu diketahui tubuh memiliki tanda rasa lapar dan kenyang dalam bentuk hormon. Sederhananya, leptin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk menurunkan nafsu makan saat tubuh merasa cukup. Sementara hormon ghrelin membuat kamu lapar saat tubuh membutuhkan lebih banyak bahan bakar.

Hormon-hormon ini dapat dengan mudah terlempar ketika kamu melewatkan sarapan atau sering telat makan.

Asisten editor nutrisi digital EatingWell, Jessica Ball, M.S., R.D., mengatakan bahwa tanda lapar dan kenyang tubuh adalah indikator yang bagus tentang kapan kamu membutuhkan makanan.

Karena itu, mengabaikan tanda lapar dapat menghilangkan kontak dengan isyarat ini secara besar-besaran dari waktu ke waktu.

Kehilangan pemahaman tentang seperti apa rasa lapar dan kenyang bisa mengakibatkan konsekuensi kesehatan yang negatif dan sangat sulit untuk mendapatkannya kembali.

Keinginan mengidam yang serius

Sering telat makan atau melewatkan sarapan memiliki konsekuensi, yakni mengidam yang kuat khususnya karbohidrat dan gula sederhana. Hal ini dikarenakan, keduanya dapat memberikan energi yang cepat dan singkat sehingga tubuh sangat menginginkannya.

Konsekuensi ini akan mengembangkan pikiran yang terus-menerus mengganggu tentang makanan serta hilangnya kendali atas rasa lapar. Hal ini berarti, sering telat makan tidak akan membantu penurunan berat badan dan justru berubah menjadi sabotase diri yakni menyebabkan obesitas.

Membuat suasana hati memburuk

Gula darah dalam tubuh bisa turun saat kamu melewatkan makan secara konsisten. Perlu diketahui, glukosa merupakan bahan bakar nomor satu bagi otak sehingga jika tidak memilikinya dalam waktu lama maka bisa membuat suasana hati menjadi sangat buruk.

Pencernaan menjadi tidak teratur

Sering melewatkan makan dapat menyebabkan mual dan diare, atau bahkan menjadi sembelit. Mirip seperti masalah kecemasan, respons stres yang dilepaskan tubuh dapat mengganggu sistem pencernaan.

Berisiko kekurangan nutrisi

Melewatkan makan juga berarti tidak memberi kesempatan untuk memberi tubuh nutrisi yang diperlukan. Sebuah studi pada 2017 dari UMass Medical School menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan memiliki asupan thiamin, niacin, dan folat harian yang lebih rendah.

Sementara pemakan sarapan yang rutin mengonsumsi lebih banyak serat dan lebih sedikit lemak serta gula. Karena itu, sering telat makan bisa berisiko menyebabkan kepala pusing, memiliki energi rendah, dan bahkan seperti akan pingsan.

Tips untuk mengurangi risiko sering telat makan

Cara terbaik untuk menghindari efek samping akibat melewatkan makan adalah menerapkan pola hidup sehat. Jika kamu kesulitan meluangkan waktu untuk makan akibat jadwal yang padat, berikut beberapa tips yang dapat diikuti:

  • Biasakan merencanakan makan. Mulai merencanakan makan dari yang kecil seperti menyiapkan sarapan bergizi pada malam sebelumnya.
  • Siapkan cemilan sehat. Ide cemilan, seperti almond panggang, protein rendah gula, dan yoghurt tanpa lemak dengan buah segar bisa menjadi pilihan.
  • Ganti makanan mengandung gula tinggi dengan shake. Usahakan juga untuk mengonsumsi antara 325 hingga 400 kalori, 15 hingga 25 gram protein, dan lima gram serat.

Baca juga: Posisi Tidur Miring Kanan atau Kiri, Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Livestrong.com, diakses 5 April 2021. What Effect Does Skipping Meals Have on the Body?
  2. Eatingwell.com (2020), diakses 5 April 2021. 8 Scary Things That Could Happen to Your Body When You Skip Meals
  3. Prevention.com (2019), diakses 5 April 2021. Exactly What Happens to Your Body When You Skip a Meal, According to Dietitians
  4. Piedmont Healthcare, diakses 5 April 2021. What happens to the body when you skip meals?
    register-docotr