Info Sehat

Selain Meningkatkan Vitalitas Pria, Ini 5 Manfaat Lain Pasak Bumi Untuk Kesehatan

February 26, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Manfaat pasak bumi mungkin terdengar familiar di telinga kamu jika surah membahas vitalitas kaum pria. Padahal tanaman yang juga sering disebut dengan nama tongkat ali ini, juga punya berbagai macam khasiat lainnya untuk kesehatan.

Nah, apa saja ya kira-kira manfaatnya? Untuk lebih jelasnya, kamu bisa meluncur ke ulasan di bawah ini.

Apa itu pasak bumi?

Dilansir dari Healthline, pasak bumi adalah salah satu obat herbal yang telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional di Asia Tenggara selama berabad-abad yang lalu.

Tanaman ini berasal dari akar pohon semak hijau Eurycoma longifolia, dan banyak digunakan di beberapa negara Asia seperti Malaysia, Indonesia, atau Vietnam.

Sejarah penggunaan pasak bumi

Menurut Drugs.com, dulunya pasak bumi digunakan dengan cara direbus bagian akar, kulit akar atau kulit batangnya. Kemudian diminum untuk mengatasi sejumlah penyakit. Beberapa penyakit yang dipercaya dapat diatasi dengan pasak bumi antara lain:

  • Diare
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar
  • Perdarahan
  • Edema
  • Batu berkepanjangan
  • Hipertensi
  • Nyeri tulang
  • Dan malaria

Selain itu, kulit kayunya juga digunakan dengan cara dioleskan ke kulit. Dipercaya dapat menyembuhkan:

  • Luka
  • Bisul
  • Sakit kepala

Namun dengan berkembangnya penggunaan dan didukung penelitian, kini pasak bumi diyakini bermanfaat karena mengandung sejumlah antioksidan.

Mengandung flavonoid, alkaloid, dan senyawa lain yang berfungsi sebagai antioksidan, pasak bumi biasanya dikonsumsi dalam bentuk pil, atau minuman herbal. Dari kandungan tersebut, ada berbagai manfaat yang bisa didapat saat mengonsumsinya. Salah satu manfaat yang terkenal adalah pasak bumi untuk obat kuat.

Manfaat pasak bumi untuk obat kuat

Benarkah bisa menggunakan pasak bumi untuk obat kuat? Sebenarnya, lebih tepat menyebutnya sebagai obat herbal yang membantu meningkatkan kesuburan pria, daripada pasak bumi untuk obat kuat. 

Dilansir dari Healthline, pasak bumi berpotensi untuk meningkatkan testosteron pada pria. Di mana kadar testosteron ini penting untuk kesuburan pria.

Beberapa pria bisa mengalami kondisi rendahnya kadar testosteron. Bisa karena kemoterapi, radiasi, cedera pada testis, penuaan ataupun karena penyakit kronis tertentu. 

Nah, di sinilah pasak bumi bisa membantu para pria. Karena penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 200 miligram pasak bumi per hari secara signifikan meningkatkan kadar hormon testosteron ke kadar yang normal. 

Penelitian tersebut melibatkan 76 pria lansia dengan testosteron yang rendah. Penelitian dilakukan selama 1 bulan dan hasilnya, peningkatan kadar testosteron dialami oleh lebih dari 90 persen peserta.

Selain untuk meningkatkan kesuburan, berikut manfaat pasak bumi yang berkaitan dengan vitalitas pria. 

  • Mengatasi disfungsi ereksi. Meski lebih cocok disebut sebagai obat herbal yang menambah kesuburan, di lain sisi, ada potensi juga untuk menggunakan pasak bumi mengatasi disfungsi ereksi. 
  • Meningkatkan gairah seksual. Mengonsumsi obat herbal ini juga bisa menjadi pilihan kamu yang memerlukan penambah gairah alami. 
  • Meningkatkan konsentrasi sperma. Penelitian pada hewan dan manusia, menunjukkan pasak bumi juga bisa dijadikan perangsang alami. Serta dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan motilitas sperma.

Baca juga: Supaya Aman, Ikuti 4 Tips Mandi saat Badan Berkeringat Usai Berolahraga

Manfaat pasak bumi selain untuk vitalitas pria

Sampai dengan saat ini, sebagian besar manfaat kesehatan pasak bumi belum diteliti secara mendalam. Salah satu klaim yang populer dari tanaman ini, adalah dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pria.

Padahal selain itu ada berbagai manfaat lain yang bisa diperoleh dari tanaman tradisional ini.

Meredakan stres

Pasak bumi dapat menurunkan hormon stres di dalam tubuh. Sehingga konsumsi ekstrak tanaman ini bisa membantu seseorang menurunkan kecemasan, dan memperbaiki suasana hati.

Hal ini salah satunya dibuktikan lewat sebuah studi tahun 1999, di mana para ahli untuk pertama kalinya berhasil mengidentifikasi kemungkinan peran pasak bumi dalam mengobati masalah suasana hati.

Sebuah studi yang dilakukan selama 1 bulan pada 63 orang dewasa penderita stres juga mengamini klaim tersebut.

Di situ di sebutkan bahwa suplementasi dengan 200 mg ekstrak tongkat ali per hari, dapat mengurangi kadar hormon stres kortisol dalam air liur hingga 16 persen.

Pembentukan otot

Seperti yang diketahui secara umum, tanaman pasak bumi mampu meningkatkan produksi hormon testosteron. Secara tidak langsung ini akan memperbaiki kemampuan tubuh dalam meningkatkan massa dan kekuatan otot.

Akibatnya, tak heran jika tanaman ini banyak digunakan untuk memperoleh kinerja atletik tertentu, meningkatkan kekuatan fisik, atau menurunkan lemak.

Dilansir dari Verywellfit, sebuah studi pendahuluan yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, menyebutkan bahwa konsumsi 100 mg ekstrak Eurycoma longifolia per hari selama 5 minggu bisa meningkatkan massa dan kekuatan otot pada pria.

Mengatasi hipogonadisme late on set

Sebuah penelitian yang melibatkan 76 orang dengan hipogonadisme late on set diberikan 200 mg ekstrak pasak bumi selama satu bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman tersebut dapat memperbaiki gejala hipogonadisme late on set.

Baca juga: Kenali 6 Fakta Soal Deformitas Leher Angsa Pada Jari Tangan

Memperbaiki komposisi tubuh

Pasak bumi mengandung senyawa yang disebut quassinoids, termasuk eurycomaoside, eurycolactone, dan eurycomanone. Ketiganya diketahui dapat membantu tubuh menggunakan energi lebih efisien.

Dengan kata lain, suplemen yang mengandung ekstrak tanaman ini dapat bertindak sebagai bantuan ergogenik, yaitu zat yang dapat meningkatkan kinerja fisik dan memperbaiki komposisi tubuh.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah studi kecil selama 5 minggu pada 14 pria yang berpartisipasi dalam program pelatihan kekuatan.

Di situ ditemukan fakta bahwa mereka yang mengonsumsi 100 mg ekstrak tongkat ali per hari, mengalami peningkatan massa tubuh tanpa lemak secara signifikan lebih besar daripada mereka yang menggunakan plasebo.

Mengatasi berbagai penyakit lainnya

Selain itu dilansir dari Webmd, tanaman ini juga dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai gangguan penyakit lainnya seperti:

  1. Sakit punggung.
  2. Kanker.
  3. Sembelit.
  4. Batuk.
  5. Diabetes.
  6. Diare.
  7. Gangguan pencernaan (dispepsia).
  8. Demam.
  9. Sakit kepala.
  10. Tekanan darah tinggi.
  11. Infeksi usus oleh parasit.
  12. Gatal.
  13. Penyakit hati.
  14. Malaria.
  15. Kerusakan otot.
  16. Tulang lemah dan rapuh (osteoporosis).
  17. Artritis reumatoid (RA).
  18. Sakit maag.
  19. Stres.
  20. Sipilis.
  21. Tuberkulosis.

Meskipun sejauh ini pemakaian pasak bumi dalam dosis hingga 400 mg per hari tampaknya tidak memiliki efek samping, namun kamu tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter sebelum mengonsumsinya.

Efek samping penggunaan pasak bumi

Di Indonesia penggunaan pasak bumi sebagai obat herbal adalah hal yang normal. Tapi apakah ada efek samping yang sebenarnya bisa muncul akibat mengonsumsi pasak bumi? 

Dilansir dari Healthline, penggunaan obat herbal ini memang belum menunjukkan adanya efek samping. Sebuah penelitian mencatat bahwa keamanan mengonsumsi ekstrak pasak bumi sebanyak 300 miligram setiap hari sama amannya dengan mengonsumsi plasebo. 

Namun bukti tersebut dianggap masih kurang untuk mengklaim keamanan pasak bumi untuk kesehatan. Masih dibutuhkan penelitian penggunaan jangka panjang untuk memastikan tidak ada efek samping yang akan muncul. 

Apalagi sebuah penelitian menemukan adanya kandungan merkuri dari suplemen pasak bumi dari Malaysia. Kadar tersebut 26 persen lebih tinggi dari batas yang disarankan. 

Dengan kadar yang lebih tinggi itu, maka suplemen pasak bumi berpotensi menyebabkan efek samping keracunan merkuri. Jika mengalami keracunan merkuri, seseorang dapat menunjukkan gejala perubahan suasana hati, masalah memori hingga gangguan keterampilan motorik. 

Pertimbangan mengonsumsi pasak bumi

Ada banyak alasan orang mengonsumsi pasak bumi. Meski sebagian besar orang memilih pasak bumi terkait dengan kondisi kesuburan. Namun haruskah mengonsumsi Eurycoma longifolia?

Meski dianggap aman jika dikonsumsi jangka pendek, tetapi belum ada jaminan untuk mengonsumsinya dalam waktu yang lama. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika belum ada jaminan penggunaan obat herbal ini dalam jangka waktu panjang.

Jika kamu benar-benar ingin mengonsumsinya untuk mengatasi masalah testosteron tenda, meningkatkan gairah dan berbagai manfaat lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu masalahmu pada ahlinya. 

Kamu bisa mendapatkan rekomendasi obat lain yang memiliki khasiat yang sama dan terjamin keamanannya. Daripada harus mengonsumsinya dengan potensi efek samping keracunan merkuri. Mengingat sudah ditemukannya kandungan merkuri yang cukup tinggi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

Informasi lainnya tentang pasak bumi

Sebagian besar manfaat pasak bumi, baik untuk pengguna pria. Karena itu sebaiknya wanita khususnya wanita hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi pasak bumi.

Alasan utamanya, karena masih kurangnya penelitian mengenai keamanan obat herbal ini untuk janin dan ibu hamil. Selain itu, orang dengan kondisi medis tertentu juga sebaiknya perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mengonsumsinya. 

Ditakutkan adanya reaksi obat yang terjadi, jika mengonsumsi pasak bumi bersamaan dengan obat-obatan medis tertentu. 

Penelitian penggunaan pasak bumi yang masih berlanjut

Meski dianggap masih dibutuhkan penelitian untuk memastikan manfaat dan keamanannya, tapi sudah ada beberapa penelitian yang mengembangkan penggunaan pasak bumi selain yang terkait dengan vitalitas pria. Berikut beberapa di antaranya. 

Penelitian pasak bumi sebagai obat antimalaria

Penelitian ini dilakukan pada hewan dan in vitro atau di dalam lab, yang menunjukkan adanya aktivitas antimalaria dan kemungkinan bertambahnya waktu bertahan hidup pada tikus yang terkena infeksi plasmodium berghei.

Sayangnya pada penelitian itu juga ditemukan jika penggunaan malaria dapat menyebabkan kematian dini dari beberapa tikus yang terinfeksi. 

Penelitian untuk pengobatan luka

Meski terbatas, tetapi sebuah penelitian yang menggunakan pasak bumi sebagai obat luka, menunjukkan adanya aktivitas antiulcer alias dapat mengatasi luka pada pasak bumi. 

Penelitian pasak bumi sebagai imunomodulator

Imunomodulator adalah obat yang dapat memperbaiki respons imun di dalam tubuh. Dan sebuah studi klinis yang dilakukan pada manusia paruh baya, ditemukan hasil bahwa penggunaan pasak bumi 200 miligram setiap hari selama 4 minggu terbukti meningkatkan respons imun.

Penelitian lain seperti mengetahui manfaat pasak bumi untuk obat kuat, untuk meredakan kecemasan, membentuk otot dan manfaat lainnya juga terus dilakukan. Guna memastikan keamanan penggunaannya, mengingat di beberapa negara penggunaan suplemen pasak bumi sudah menjadi hal yang biasa dilakukan. 

Jika kamu ingin menggunakan pasak bumi namun masih ragu dengan keamanan dan khasiatnya, sebaiknya tanyakan kepada dokter untuk memastikan apakah kondisi kesehatanmu memungkinkan mengonsumsi obat herbal tersebut.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Tongkat Ali (Eurycoma longifolia): Everything You Need to Know, https://www.healthline.com/nutrition/tongkat-ali-longjack-review#recommendation diakses pada 5 November 2020

Tongkat Ali Health Benefits and Uses, https://www.verywellfit.com/the-benefits-of-tongkat-ali-89588 diakses pada 5 November 2020

EURYCOMA LONGIFOLIA, https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1132/eurycoma-longifolia diakses pada 5 November 2020

    register-docotr