Covid-19

Studi: Ada Peningkatan Kasus Rabun Jauh pada Anak Usia Sekolah Selama Pandemi

February 26, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pandemi COVID-19 mengharuskan siswa untuk belajar dari rumah, yang kini diteliti berdampak pada kesehatan mata mereka. Diketahui, rasio penderita rabun jauh atau miopia meningkat selama pemberlakuan kebijakan pembelajaran online.

Lalu apa sih faktor yang menyebabkan kondisi ini? Serta bagaimana cara mencegahnya? Simak pembahasannya berikut ini!

Apa itu miopia?

Miopia atau myopia adalah kondisi kelainan refraksi pada mata. Kelainan refraksi terjadi saat mata tidak mampu membelokkan atau membiaskan (refract) cahaya dengan baik.

Kondisi ini membuat cahaya tidak fokus dengan benar dan objek yang dilihat menjadi tidak jelas. Pada miopia, objek dekat terlihat jernih tetapi objek yang jauh tampak kabur.

Karena itu pula miopia kerap disebut dengan rabun jauh. Namun perlu dicatat bahwa miopia adalah gangguan fokus mata, bukan penyakit mata.

Studi tentang miopia pada anak usia sekolah saat pandemi

Bagaimana pandemi COVID-19 terkait dengan miopia? Pergeseran metode belajar secara online membuat anak-anak menghabiskan hampir sepanjang hari di depan komputer, tablet, atau layar ponsel.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan melalui JAMA Network pun menemukan bahwa prevalensi miopia pada anak usia 6-8 tahun meningkat. Jumlahnya mencapai 1,3 hingga 4 kali lipat pada 2020 dibandingkan angka 5 tahun terakhir.

Penelitian ini melibatkan 123.535 anak berusia 6 hingga 13 tahun dari 10 sekolah dasar di Tiongkok, dilakukan selama tahun 2015 hingga 2020.

Dampak miopia pada anak-anak

Dalam kebanyakan kasus, rabun jauh dimulai saat usia sekolah dasar dan meningkat seiring dengan pertumbuhan anak-anak. Disebutkan bahwa semakin awal dimulai, semakin parah kondisinya jika tak segera ditangani.

Rabun jauh yang parah juga meningkatkan risiko lepasnya retina, katarak akibat tekanan tinggi di dalam mata, atau bahkan kebutaan di kemudian hari.

Cara mencegah miopia pada anak selama pandemi

Bagaimana kita dapat mengurangi dampak teknologi digital selama pandemi COVID-19 dan menghindari ledakan miopia?

Berikut adalah beberapa tips dari American Academy of Ophthalmology yang bisa dilakukan:

1. Rutin mengistirahatkan mata dari menatap layar gadget

Sebagai orang tua, Moms perlu memahami pentingnya mempertahankan kebiasaan baik selama lockdown dan setelahnya. Termasuk mendorong anak untuk rutin istirahat dari dekat tempat belajar dan membatasi waktu mereka menatap layar gadget.

Selain itu, sering-seringlah melihat ke atas dari layar, biarkan mata memandang dan menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.

2. Lakukan aktivitas outdoor

Sempatkan diri Moms dan anak untuk beraktivitas di luar ruangan, namun jangan sampai melanggar aturan pembatasan sosial juga, ya.

Coba beristirahat di luar ruangan selama dua hingga tiga jam per hari. Misalnya dengan berjalan atau bersepeda di sore hari.

Risiko miopia berkurang jika kita menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, karena siang hari menghambat pertumbuhan bola mata lebih lanjut.

Di ruangan tertutup, intensitas cahaya rata-rata 300 hingga 500 lux (ukuran tingkat cahaya), sedangkan pada hari musim panas yang cerah bisa mencapai sekitar 100.000 lux di luar ruangan.

3. Batasi jarak dengan layar

Risiko miopia dapat dikurangi dengan tidak terlalu lama menatap suatu objek dalam jarak dekat, terlepas dari apakah itu ponsel atau buku.

Faktor penting adalah jarak. Melansir DW, kita perlu melihat ke atas secara teratur agar pandangannya bisa melayang ke kejauhan. 

4. Buat batasan screen time

Kembangkan hubungan yang sehat dengan perangkat digital. Moms dapat menetapkan batasan waktu pada penggunaan layar gadget (screen time).

Ini membantu anak memproses konten secara efektif, sehingga mengurangi keseluruhan waktu yang dihabiskan untuk online.

Orang tua juga dapat membuat upaya untuk menghindari waktu rekreasi di layar dan menggantinya dengan waktu bermain offline dan aktivitas non-digital seperti aktivitas keluarga, seni, dan musik.

5. Lakukan pemeriksaan mata secara rutin

Dengan penggunaan gadget dan perangkat elektronik yang meningkat, konsultasi rutin dengan ahli perawatan mata harus dilanjutkan untuk memantau perkembangan miopia.

Sangat penting bagi anak-anak yang menjalani pengobatan miopia, seperti atropin dan ortokeratologi, untuk tidak menunda pengobatannya karena ada risiko miopia rebound ketika pengobatan berakhir sebelum waktunya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 25 Februari 2021. Myopia

American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 25 Februari 2021. Preventing Myopia During the COVID-19 Pandemic

JAMA Network. Diakses pada 25 Februari 2021. Progression of Myopia in School-Aged Children After COVID-19 Home Confinement

DW. Diakses pada 25 Februari 2021. COVID-19 and eyesight: Myopia on the rise during lockdown

    register-docotr