Info Sehat

Segudang Manfaat Ginseng untuk Kesehatan, Enggak Cuma Atasi Masalah Seksual Pria Lho!

August 6, 2020 | Dani Kosasih
no-image

Manfaat ginseng untuk kesehatan telah dipercaya dan digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad. Tanaman herbal dari famili Araliaceae ini tumbuh di banyak tempat, seperti Korea, Cina, Jepang, Siberia, Vietnam, dan Amerika Utara.

Ginseng dianggap sebagai sebagai salah satu tanaman terpenting dalam pengobatan herbal karena memiliki manfaat kesehatan yang diambil dari akar dan ekstraktifnya.

Baca Juga: Yuk, Tingkatkan Kualitas Sperma dengan Sejumlah Makanan Ini

Jenis-jenis ginseng

Ada banyak jenis ginseng yang diketahui secara luas. Namun, yang paling populer adalah ginseng dari Amerika (Panax quinquefolius) dan ginseng asal Asia (Panax ginseng).

Ginseng amerika dan asia bervariasi sesuai dengan konsentrasi senyawa aktif yang dikandung dan efeknya terhadap tubuh.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa ginseng amerika telah dipercaya secara luas berfungsi sebagai sumber relaksasi. Sedangkan varietas dari Asia memiliki efek yang menyegarkan.

Ginseng memiliki kandungan dua senyawa penting, yaitu ginsenosides dan gintonin. Senyawa ini saling melengkapi satu sama lain untuk memberikan manfaat kesehatan dari ginseng.

Manfaat konsumsi ginseng untuk kesehatan

Sebelum kamu mengonsumsi ginseng, ada baiknya agar kamu mempelajari jenis, kualitas dan sifatnya sebagai obat. Karena setiap ginseng yang dihasilkan dari wilayah tertentu memiliki khasiat yang berbeda, meski beberapa juga ada yang sama.

Berikut beberapa khasiat konsumsi ginseng secara umum untuk kesehatan yang dipercaya sejak berabad-abad lalu:

Meningkatkan energi bagi penderita kanker

Ginseng dipercaya mampu membantu merangsang aktivitas fisik dan mental pada orang yang merasa lemah dan lelah. Satu studi mengungkapkan bahwa ginseng menunjukkan hasil yang baik dalam membantu pasien kanker dengan kelelahan.

Namun, efek peningkatan energi dari ginseng hanya terlihat pada orang yang sedang menjalani perawatan. Sebaliknya, ginseng tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada orang yang sudah menyelesaikan pengobatan kanker.

Meningkatkan fungsi kognitif menjadi lebih tajam

Ginseng memiliki efek yang kuat bagi daya pikir. Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The Cochrane Library menunjukkan keakuratan klaim bahwa ginseng dapat meningkatkan proses berpikir dan kemampuan kognisi.

Antioksidan ampuh yang mampu mengurangi peradangan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ginseng dan senyawa ginsenosida dapat menghambat peradangan dan meningkatkan kapasitas antioksidan dalam sel.

Salah satu hasil studi lain menemukan bahwa ekstrak ginseng merah asal Korea mampu mengurangi peradangan dan meningkatkan aktivitas antioksidan. Khususnya memengaruhi sel-sel kulit dari orang-orang yang memiliki eksim.

Mampu mengatasi disfungsi ereksi

Ginseng telah diakui mampu memperbaiki gejala disfungsi ereksi dengan cara mengurangi tingkat stres oksidatif dan meningkatkan aliran darah pada otot penis.

Sebuah studi lain mempertegas bahwa ginseng merah dari Korea dapat menjadi alternatif yang berguna untuk pengobatan disfungsi ereksi pada pria.

Selain itu, ginseng dapat meningkatkan produksi oksida nitrat, senyawa yang meningkatkan relaksasi otot pada penis dan meningkatkan sirkulasi darah.

Mencegah flu

Sebuah penelitian tentang efek ginseng pada tikus telah  menunjukkan kemungkinan hubungan antara ginseng dan pengobatan dan pencegahan influenza dan virus pernapasan syncytial (RSV).

Temuan menunjukkan bahwa ekstrak ginseng merah dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel-sel epitel paru-paru manusia yang terinfeksi virus influenza.

Menurunkan kadar gula darah

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ginseng dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengobati diabetes. Ginsenosides dapat mempengaruhi produksi insulin di pankreas dan meningkatkan resistensi insulin.

Baca Juga: Sederet Herbal Penurun Berat Badan yang Terbukti Secara Ilmiah

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Beberapa penelitian melakukan eksplorasi efek ginseng pada sistem kekebalan tubuh yang telah difokuskan pada pasien kanker yang menjalani operasi atau perawatan kemoterapi.

Studi itu juga meneliti efek ekstrak ginseng merah pada penanda sistem kekebalan pada orang dengan kanker lambung tindak lanjut yang menjalani kemoterapi pasca operasi.

Setelah tiga bulan, mereka yang menggunakan ekstrak ginseng merah memiliki penanda sistem kekebalan yang lebih baik daripada mereka yang tidak.

Ginseng dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh pada penderita kanker dan bahkan meningkatkan efek pada vaksinasi tertentu.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

1. healthline.com (2018). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.healthline.com/nutrition/ginseng-benefits#section5

2. researchgate.net. Diakses 3 Agustus 2020. https://www.researchgate.net/publication/315689738_Prospective_Study_for_Korean_Red_Ginseng_Extract_as_an_Immune_Modulator_Following_a_Curative_Gastric_Resection_in_Patients_with_Advanced_Gastric_Cancer

3. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2006). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16855773/

4. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2014). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24458001/

5. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2008). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18754850/

6. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2013). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23356855/

7. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2011). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21455094/

8. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2011). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21494373/

9. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2014). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24467543/

10. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2012). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23717099/

11. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2013). Diakses 3 Agustus 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24122014/

12. medicalnewstoday.com (2017). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/262982#side-effects

13. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 3 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2781779/

14. ncbi.nlm.nih.gov (2014). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4072342/

15. cochranelibrary.com (2010). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD007769.pub2/full?cookiesEnabled

16. cochranelibrary.com (2010). Diakses 3 Agustus 2020. https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD007769.pub2/full

17. newworldencyclopedia.org. Diakses 3 Agustus 2020. https://www.newworldencyclopedia.org/entry/Ginseng

    Berita Terkait
    register-docotr