Info Sehat

Perlukah Mencari Second Opinion dari Dokter Lain? Ini Alasannya

June 3, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Pernahkah kamu merasa ragu dengan apa yang dokter sampaikan setelah sesi konsultasi berakhir? Jika iya, mungkin kamu membutuhkan second opinion dari dokter lain.

Ada kalanya memang satu opini dokter saja tidak cukup untuk membuat kamu puas atau yakin dengan masalah medis yang tengah kamu hadapi.

Oleh karenanya, diperlukan second opinion dari dokter lain untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan opsi tindakan medis lain untuk mengatasi penyakit yang sedang kamu alami.

Agar tak keliru, yuk pahami lebih jauh tentang second opinion dan manfaat yang bisa didapat!

Apa itu second opinion?

Dilansir National Cancer Institute, dalam dunia medis second opinion diartikan sebagai opini yang diberikan oleh dokter lain selain dokter utama yang tengah menangani pasien bersangkutan.

Dokter kedua akan melakukan pemeriksaan dan ulasan terhadap catatan riwayat kesehatan serta perawatan medis pasien, lalu memberikan opini terkait permasalahan yang dihadapi.

Isinya bisa berupa konfirmasi atau mempertanyakan diagnosis rencana perawatan dokter pertama, memberikan lebih banyak informasi terkait penyakit atau kondisi pasien, dan menawarkan opsi perawatan lain.

Kapan harus mencari second opinion?

Studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic menyebutkan bahwa 66 persen orang yang mencari opini kedua teguh dengan diagnosis awal, sementara itu 21 persen diantaranya berubah.

Menjalani perawatan dengan diagnosis yang keliru bisa berakibat negatif pada pasien. Mulai dari biaya perawatan yang membengkak, pengobatan tidak efektif, gejala muncul kembali, perasaan marah karena merasa ada sesuatu yang tidak benar, hingga kematian.

Dikutip dari laman Very Well Health, ada 5 kondisi yang membuat kamu sebaiknya mencari opini kedua dari dokter lain. Berikut penjelasannya:

1. Terdiagnosis penyakit langka

Terkadang pasien bisa saja didiagnosis dengan penyakit langka di mana masih sedikit riset yang bisa dijadikan dasar pengobatannya. Hal ini bisa saja mengerikan dan membuat kamu gelisah.

Maka dari itu, mencari opini kedua sangatlah penting. Hal ini dilakukan untuk mendapat informasi sebanyak mungkin terkait penyakit yang kamu alami.

Carilah dokter spesialis yang pernah menangani penyakit serupa untuk meminta opini mereka. Hal ini bisa membantumu mendapatkan perawatan terbaik untuk kondisi kamu.

2. Cari second opinion saat mendapat rekomendasi perawatan yang berisiko

Jika kamu mendapat saran perawatan dengan harus menjalani metode yang berisiko seperti operasi yang bisa berdampak jangka panjang pada hidupmu, maka carilah opini kedua.

Jika dokter kamu menyarankan operasi, kamu tidak harus menyetujuinya secara langsung.

Kamu masih punya hak untuk mencari opini dari dokter lain dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi terkait prosedur mana yang terbaik untuk kamu jalani.

3. Terdiagnosis kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit serius, maka dari itu mendapat informasi dari banyak dokter bisa memperkaya pengetahuan kamu terkait penyakit ini.

Sebab kanker adalah penyakit yang akan mengubah hidup kamu selamanya, dan ingatlah bahwa tidak semua dokter punya informasi lengkap tentang temuan dari setiap studi dan uji klinis.

Jadi dengan second opinion kamu bisa mencari berbagai rekomendasi perawatan ke depan yang terbaik untuk kamu.

4. Segera cari second opinion saat gejala terus berlanjut

Sudah menjalani perawatan dengan dokter utama namun gejalanya terus berlanjut? Ada baiknya kamu cari dokter lain untuk konsultasi dan meminta saran serta rujukan.

Tidak ada pihak lain yang lebih tahu mengenai tubuh kamu, selain kamu sendiri. Maka dari itu jika kamu merasa gejala penyakit yang kamu derita terus saja muncul setelah perawatan berjalan, segeralah konsultasi dengan dokter lain.

5. Saat merasa perawatan tidak berjalan sesuai harapan

Jika kamu merasakan seperti ada yang tidak beres maupun perasaan tidak nyaman akan hasil konsultasi dengan dokter pertama. Maka jangan ragu untuk mencari opini kedua.

Kamu sebaiknya tidak pernah menyetujui setiap prosedur perawatan apabila merasa tidak nyaman. Percayalah pada naluri kamu dan carilah informasi sebanyak-banyaknya.

Bertemu dengan dokter, tanyakan semua resep yang ia berikan, bicarakan dengan teman, bertemu dengan dokter baru, dan pelajarilah kondisimu dengan baik.

Baca juga : Moms, Tingkatkan Kewaspadaan dengan Kenali Tanda-Tanda Keguguran Ini

Tips memilih dokter untuk second opinion

Ada beberapa faktor yang harus kamu perhatikan saat mencari dokter lain untuk mendapat second opinion. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pilih dokter dari institusi yang berbeda

Sangat kecil kemungkinan dokter dari institusi yang sama akan memiliki diagnosis dan pendekatan perawatan yang berbeda.

2. Hindari pengaruh rekomendasi dokter pertama

Dilansir Pinnacle Care, beberapa penelitian menemukan bahwa rekomendasi perawatan dokter pertama akan berpengaruh pada second opinion dokter kedua.

Misalnya dokter utama kamu menyarankan prosedur operasi, maka opini dari dokter kedua kemungkinan besar akan menyarankan hal yang sama.

Maka dari itu, saat berkonsultasi dengan dokter kedua tanyakan opsi prosedur perawatan lain beserta kelebihan dan kekurangannya.

3. Cari rekomendasi tentang anjuran operasi

Misalnya saat kamu mengalami penyakit sakit punggung, kamu bisa mencari second opinion dari dokter yang menawarkan perawatan non-bedah seperti terapi fisik, manajemen nyeri, dan atau perubahan gaya hidup seperti penurunan berat badan dan olahraga.

4. Perhatikan riwayat pendidikan dan sertifikasi dokter

Pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter yang bersertifikat, terlatih, dan berpengalaman merawat kondisi spesifik yang berkaitan dengan penyakit kamu.

Kamu bisa menanyakan hal itu saat sesi konsultasi. Mulai dari pengalaman apa saja yang pernah ia lakukan, pelatihan yang pernah ia dapat, hingga komplikasi dan tingkat kematian (mortality rates) dari perawatan yang pernah ia jalankan.

Jika perlu, kamu juga bisa mencari dokter yang pernah merawat teman atau berdasarkan review pada blog atau forum kesehatan tertentu. Dokter dengan komentar positif bisa menjadi nilai tambah.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

National Cancer Institute. Diakses pada 1 Juni 2020. NCI Dictionary of Cancer Terms: second opinion.

Mayo Clinic. Diakses pada 1 Juni 2020. The Value of a Second Opinion.

Very Well Health. Diakses pada 1 Juni 2020. Top 5 Reasons to Get a Second Opinion.

Pinnacle Care. Diakses pada 1 Juni 2020. How to choose a doctor when you need a second opinion.

WebMD. Diakses pada 1 Juni 2020. How to Ask for a Second Opinion.

    Berita Terkait
    register-docotr