Info Sehat

Benarkah Obat Ranitidine Pemicu Kanker? Simak Penjelasan Medisnya!

March 14, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ranitidine pemicu kanker menjadi informasi umum, terutama karena produk ini telah ditarik dari pasaran. Hal ini merupakan langkah terbaru dalam penyelidikan berkelanjutan terhadap kontaminan pada obat ranitidine.

Namun, apa penyebab lainnya dari konsumsi ranitidine yang dapat memicu kanker? Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi tentang ranitidine pemicu kanker, yuk, simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Overdosis Antibiotik: Gejala dan Bahaya yang Berisiko Terjadi

Apa itu obat ranitidine?

Dilansir dari Drugs.com, ranitidine termasuk dalam kelompok obat yang disebut penghambat histamin-2. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi perut. Karena itu, ranitidine telah digunakan untuk mengobati dan mencegah tukak di lambung dan usus.

Kondisi  di mana perut menghasilkan terlalu banyak asam, seperti sindrom Zollinger-Ellison bisa menggunakan obat tersebut.

Ranitidine juga digunakan untuk mengobati penyakit gastroesophageal reflux atau GERD.

Benarkah obat ranitidine pemicu kanker?

U.S Food and Drug Administration atau FDA telah meminta semua produsen untuk menarik produk Zantac atau ranitidine dari pasaran. Hal ini dikarenakan, obat tersebut mungkin mengandung tingkat N-Nitrosodimethylamine atau NDMA yang tinggi. 

NDMA sendiri adalah bahan kimia yang terdapat pada Zantac yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada hewan dan mungkin pada manusia.

Dari semua obat yang FDA temukan terkontaminasi dengan NDMA, ranitidine merupakan satu-satunya obat di mana kadar karsinogen akan meningkat seiring waktu.

Pengujian dan evaluasi FDA baru menegaskan bahwa tingkat NDMA bisa meningkat dalam ranitidine bahkan dalam kondisi penyimpanan normal.

NDMA telah ditemukan akan meningkat secara signifikan dalam sampel yang disimpan pada suhu lebih tinggi, termasuk selama distribusi dan setelah sampai pada konsumen.

Dalam pengujian tersebut menunjukkan bahwa semakin tua suatu produk ranitidine atau semakin lama waktu pembuatannya, maka semakin besar tingkat NDMA. Kondisi ini dapat menaikkan level NDMA dalam produk ranitidine di atas batas asupan harian yang bisa diterima.

Peluang mengidap kanker

Para ilmuwan belum mengetahui pasti risiko ranitidine, tetapi kandungan NDMA dalam obat Zantac bisa lebih bermasalah. Tidak semua penelitian setuju bahwa risiko ranitidine pemicu kanker lebih tinggi dibandingkan obat lain.

Seorang residen penyakit dalam di Allegheny Health Network di Pittsburgh Dr. Nabeeha Mohyuddin dan rekannya mengumpulkan data 1,62 juta orang yang menggunakan ranitidine, 3,37 pengguna famotidine, dan 59,63 orang yang tidak menggunakan keduanya.

Dari data tersebut ditemukan jika tingkat kanker lebih rendah dengan ranitidine dibandingkan famotidine.

Kemungkinan terkena kanker dari ranitidine adalah 26,4 persen berbanding 31,1 persen pada orang yang memakai famotidine.

Jenis kanker yang disebabkan oleh ranitidine

Orang yang terkena kanker setelah mengonsumsi ranitidine diketahui tidak memiliki riwayat keluarga atau penanda genetik untuk penyakit tersebut.

Untuk itu, dokter yang merawat penderita kanker akibat ranitidine menekankan bahwa penyebabnya adalah sesuatu yang terkait lingkungan.

Menurut WHO, paparan NDMA dalam jumlah tinggi ini dianggap dapat menyebabkan kanker lambung atau kolorektal. NDMA sangat beracun bagi hati, bahkan dalam jumlah kecil pun dapat dikaitkan dengan kerusakan hati. 

Selain kanker lambung, ranitidine juga bisa menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kandung kemih, kanker usus besar, kanker prostat, kanker ginjal, kanker perut, dan kanker payudara.

Kanker potensial lainnya seperti esofagus, prostat, pankreas, ovarium, dan melanoma. Sebuah survei terhadap 24.000 pasien di Memorial Sloan Kettering Cancer Center menemukan bahwa penggunaan ranitidine dikaitkan dengan peningkatan munculnya kanker testis, tiroid, dan ginjal.

Hal yang perlu dilakukan jika terdiagnosis kanker

FDA menyarankan konsumen yang memakai ranitidine OTC untuk berhenti minum tablet atau cairan apapun dan membuangnya dengan benar.

Pasien yang menggunakan ranitidine resep harus berbicara dengan ahli perawatan kesehatan tentang pilihan pengobatan lain untuk menghindari risiko kanker.

Namun, jika kamu telah didiagnosis menderita kanker setelah mengonsumsi Zantac atau ranitidine, segera beritahu dokter tentang riwayat pemakain obat ini. Biasanya, dokter akan membantu menentukan diagnosis lebih lanjut dan rekomendasi perawatan yang cocok diberikan.

Baca juga: Pilihan Obat Saraf Kejepit, dari Apotek atau Secara Alami

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. FDA (2020), diakses 8 Maret 2021. FDA Requests Removal of All Ranitidine Products (Zantac) from the Market
  2. Drugwatch.com, diakes 8 Maret 2021. Does Zantac Cause Cancer?
  3. Healthline (2020), diakses 8 Maret 2021. FDA Orders Zantac Taken Off Store Shelves Due to Cancer-Causing Chemical
  4. Drug.com (2020), diakses 8 Maret 2021. Ranitidine
    register-docotr