Info Sehat

Jangan Sampai Salah Langkah! Ini Pertolongan Pertama pada Sesak Napas

February 6, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sesak napas adalah kondisi yang harus segera mendapatkan penanganan medis. Pertolongan pertama pada sesak nafas pun harus dilakukan dengan benar dan berhati-hati. Sebab, jika tidak dilakukan dengan benar, ini bisa membahayakan jiwa.

Lantas, bagaimana langkah pertolongan pertama pada sesak nafas yang tepat? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular: Hal-hal yang Perlu Dilakukan dan Dihindari

Apa penyebab sesak napas?

Sesak napas dapat berlangsung secara tiba-tiba. Dalam kasus yang parah, frekuensi sesak napas dapat berlangsung lebih sering. Sesak napas yang terjadi lebih sering bisa disebabkan oleh kondisi medis serius.

Berikut ini, adalah beberapa faktor penyebab dari sesak napas yang penting untuk diketahui.

Penyebab umum:

  • Merokok
  • Paparan terhadap alergen atau polutan di udara
  • Suhu ekstrem
  • Olahraga yang terlalu berat
  • Kecemasan.

Kondisi medis mendasar:

Sesak napas juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang memengaruhi fungsi jantung atau paru-paru. Adapun beberapa kondisi tersebut di antaranya adalah:

  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Kanker paru-paru
  • Radang selaput dada atau tuberkulosis.

Penyebab akut:

  • Reaksi alergi yang berlangsung parah
  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Pembekuan darah di paru-paru
  • Pneumonia.

Pertolongan pertama pada sesak nafas

Sesak napas dapat terjadi ketika seseorang kesulitan untuk mendapatkan udara yang cukup untuk bernapas. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan dispnea.

Untuk mencegah kondisi berlangsung lebih parah, terdapat beberapa langkah pertolongan pertama pada sesak napas yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah.

1. Mendapatkan bantuan medis dengan segera

Sesak napas merupakan kondisi yang harus segera mendapatkan bantuan medis. Dalam kasus yang parah, sesak napas dapat disebabkan oleh serangan jantung, masalah paru-paru yang terjadi secara tiba-tiba, atau bahkan keracunan yang dapat mengancam jiwa.

Jika sesak napas terjadi, sebaiknya segeralah mendapatkan bantuan medis, dan jangan pernah mengulur waktu untuk mendapatkan bantuan medis.  

2. Biarkan penderita beristirahat

Pada saat menunggu bantuan medis tiba, biarkan penderita untuk beristirahat. Semakin banyak energi yang dikeluarkan maka semakin banyak oksigen yang digunakan, yang mana dapat membuat sesak napas menjadi lebih parah.

3. Carilah posisi yang nyaman

Ketiga, tempatkanlah tubuh pada posisi yang nyaman, baik itu posisi duduk, berbaring, ataupun berdiri. Pada masing-masing orang posisi tubuh yang nyaman berbeda-beda, sebaiknya biarkanlah penderita memutuskan posisi yang paling nyaman bagi dirinya.

Jika sesak napas disebabkan oleh kecemasan atau kelelahan, pertolongan ini sangat membantu. Melansir dari laman Medical News Today, beberapa posisi yang dapat mengurangi tekanan pada saluran udara sekaligus meningkatkan pernapasan di antaranya adalah:

  • Duduk di kursi, menopang kepala menggunakan meja
  • Bersandar pada dinding
  • Berdiri dengan menopang tangan di atas meja. Ini dilakukan untuk mengurangi beban dari kaki.

4. Selalu memantau kondisi

Pertolongan pertama pada sesak nafas yang penting untuk dilakukan adalah memeriksa jalan napas, pernapasan, serta denyut nadi.

Jika dibutuhkan, lakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Selalu memantau kondisi pernapasan dan denyut nadi hingga bantuan medis tiba.

Jangan pernah berasumsi bahwa kondisi membaik ketika kamu tidak lagi mendengar suara napas yang tidak normal, seperti suara siulan bernada tinggi ketika bernapas (mengi). Sebab ketika terjadi, hal ini harus benar-benar diwaspadai.

5. Menggunakan alat oksigen

Jika kamu atau seseorang yang mengalami sesak napas memiliki obat yang diresepkan, seperti inhaler asma atau alat bantu oksigen, obat-obatan serta alat bantu oksigen tersebut dapat membantu untuk meringankan sesak napas.

6. Pertolongan pertama pada sesak nafas jika terdapat luka terbuka

Jika terdapat luka terbuka di leher atau dada, luka harus segera di tutup menggunakan perban. Ini dilakukan untuk mencegah infeksi, terutama jika muncul gelembung udara di dalam luka.

Berdasarkan Medline Plus, luka pada dada dapat memungkinkan udara masuk ke rongga dada pada setiap pernapasan. Ini dapat menyebabkan paru-paru kolaps. Untuk mencegah hal tersebut, membalut luka dengan kain kasa yang dilapisi petroleum jelly dapat membantu.

Baca juga: Sesak Napas karena Asam Lambung, Kenali Penyebab dan Pencegahannya!

7. Hindari hal ini ketika melakukan pertolongan pertama pada sesak nafas

Pertolongan pertama pada sesak nafas benar-benar perlu dilakukan dengan cermat. Sebaiknya, ketika melakukan hal ini hindarilah hal-hal berikut:

  • Memberikan makanan atau minuman
  • Memindahkan posisi tubuh jika penderita mengalami cedera kepala, leher, dada, atau saluran napas, kecuali jika benar-benar diperlukan. Jika posisi tubuh perlu untuk dipindahkan, lindungi area yang mengalami cedera.

8. Waspadai kondisi ini

Terdapat beberapa kondisi yang juga perlu untuk diperhatikan. Beberapa kondisi tersebut harus segera mendapatkan penanganan dari dokter. Berikut adalah kondisi lain yang perlu diwaspadai.

  • Batuk yang tidak kunjung sembuh selama 2-3 minggu
  • Batuk berdarah
  • Kesulitan untuk tidur atau terbangun di malam hari karena sesak napas
  • Mengalami sesak napas ketika melakukan aktivitas ringan.

Itulah beberapa informasi mengenai pertolongan pertama pada sesak nafas. Ingat, selalu segera dapatkan bantuan medis jika sesak napas terjadi.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Medical News Today (2020). Diakses pada 01 Februari 2021. 7 home remedies for shortness of breath 

Medline Plus (2021). Diakses pada 01 Februari 2021. Breathing difficulties – first aid 

Very Well Health (2019). Diakses pada 01 Februari 2021. First Aid Tips for Treating Shortness of Breath 

    register-docotr