Info Sehat

Penyebab Alis Rontok, Bisa Akibat Proses Penuaan hingga Kondisi Genetik Tertentu!

November 3, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Penyebab alis rontok perlu ditentukan dengan tepat untuk membantu mempermudah menemukan pengobatan yang terbaik. Rambut alis rontok atau biasa disebut dengan hipotrikosis bisa memengaruhi pria maupun wanita.

Beberapa orang mungkin mengalami kerontokan rambut alis di satu atau kedua sisi dan biasanya kondisi ini bukanlah hal yang serius. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab alis rontok yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Sering Konsumsi Gula saat Stres? Waspada Dampaknya dan Makanan Pengganti yang Tepat!

Penyebab alis rontok yang perlu diketahui

Dilansir Medical News Today, gejala kerontokan alis yang mungkin dirasakan yakni gatal, kulit kering, atau rambut menipis di bagian tubuh lain.

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab alis rontok, antara lain ketidakseimbangan hormon, pola makan, dan beberapa kondisi kulit. Beberapa penyebab alis rontok lainnya, dapat berupa:

Proses penuaan

Seiring bertambahnya usia, baik pria maupun wanita mulai mengalami rambut menipis di usia 40 tahun. Hal ini dikarenakan tingkat estrogen pada wanita dan testosteron pada pria berkurang.

Kerontokan mungkin akan memengaruhi beberapa bagian, seperti kepala, alis, bulu, dan tempat lainnya. Beberapa folikel rambut akan berhenti memproduksi sehingga batang rambut menjadi lebih halus.

Tak hanya itu, rambut juga mulai kehilangan warnanya dan berubah menjadi putih atau abu-abu. Jenis kerontokan rambut ini merupakan bagian normal dari pertambahan usia. 

Ketidakseimbangan hormonal

Hormon tiroid dalam tubuh yang tidak seimbang akan menyebabkan rambut alis rontok. Hal ini umumnya terkait dengan kondisi hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Hipertiroidisme merupakan suatu kondisi di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.

Sementara itu, hipotiroidisme merupakan kondisi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Kedua jenis ketidakseimbangan tiroid ini terkait dengan rambut alis rontok.

Biasanya, gangguan tiroid akan disertai dengan gejala meliputi kulit kering, pucat atau lembab, bengkak di leher, rambut kasar, dan kuku rapuh.

Kondisi autoimun

Penyebab alis rontok lainnya adalah kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan secara keliru menyerang sel tubuh sendiri. Sistem kekebalan dapat menyerang sel sehat yang berkontribusi pada pertumbuhan rambut.

Hal ini dapat menyebabkan rambut menipis, bercak rambut rontok, atau kerontokan alis. Beberapa kondisi autoimun yang dapat memicu kerontokan rambut, antara lain meliputi:

  • Alopecia areata, yakni suatu kondisi yang menyebabkan bercak-bercak rambut rontok di kepala dna are tubuh lainnya termasuk alis. 
  • Alopecia fibrosing frontal, merupakan suatu bentuk alopecia yang umumnya menyerang orang-orang setelah menopause.
  • Lupus eritematosus diskoid, adalah kondisi autoimun kronis yang menyebabkan luka pada kulit, jaringan parut, dan rambut di wajah serta alis mengalami kerontokan.

Masalah kulit

Kulit yang sehat sangat penting karena bisa memengaruhi kondisi rambut pada tubuh. Hal ini dikarenakan rambut tumbuh langsung dari folikel kulit. Karena itu, kondisi kulit tertentu dapat mengakibatkan ruam kulit yang gatal dan mengelupas.

Orang bisa kehilangan rambut alis akibat peradangan kulit, kulit kering, dan gatal di sekitar alis. Beberapa kondisi kulit umum yang bisa menyebabkan ruam gatal dan rambut rontok, meliputi dermatitis atopik, psoriasis, dan dermatitis seboroik.

Kekurangan gizi

Makanan yang dikonsumsi seseorang berdampak besar pada kesehatan kulit. Perlu diketahui, tubuh membutuhkan nutrisi tertentu untuk menciptakan rambut yang sehat. Beberapa contoh kondisi kekurangan nutrisi yang menjadi penyebab alis rontok, yakni:

  • Kekurangan asam lemak. Menurut sebuah studi review tahun 2017, kekurangan asam lemak dalam tubuh dapat menyebabkan rambut rontok di alis.
  • Kekurangan biotin. Tidak mendapatkan cukup biotin dapat mengakibatkan rambut menipis ataupun mengalami kerontokan.
  • Kekurangan seng. Para penulis studi review suplemen seng dapat membantu pertumbuhan kembali rambut, sehingga kurangnya seng umumnya memicu kerontokan rambut.

Efek samping obat

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan rambut rontok dapat juga memengaruhi alis. Beberapa jenis obat-obatan yang bisa memicu kerontokan rambut, termasuk alis antara lain:

  • Acitretin, yakni obat retinoid yang digunakan orang untuk mengobati kondisi kulit seperti psoriasis.
  • Kemoterapi, pengobatan yang dilakukan untuk kanker.
  • Asam valproik, merupakan obat antikonvulsan yang mengobati kejang dan gangguan bipolar.

Penyebab alis rontok karena kondisi genetik

Meski kurang umum, penyebab alis rontok bisa juga dikarenakan adanya kondisi genetik. Kondisi yang dimaksud, seperti displasia ektodermal dan sindrom netherton.

Displasia ektodermal adalah sekelompok kondisi yang memengaruhi kulit, rambut, kuku, dan gigi. Kondisi tersebut juga bisa menyebabkan rambut jarang atau hilang di alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya.

Sementara itu, sindrom netherton adalah kondisi yang umumnya memengaruhi kulit, rambut, dan sistem kekebalan tubuh. Kondisi genetik satu ini dapat mengakibatkan rambut rapuh dan mudah patah.

Baca juga: Bolehkah Mewarnai Rambut saat Hamil? Yuk Simak Faktanya

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medical News Today (2019), diakses 26 Oktober 2020. What to know about eyebrow hair loss
  2. Healthline (2018), diakses 26 Oktober 2020. What’s Causing My Eyebrow Hair Loss, and How Can I Treat It?
    Berita Terkait
    register-docotr