Info Sehat

Jangan Panik, Begini Pengobatan Patah Tulang yang Benar

August 28, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Patah tulang terjadi ketika adanya tekanan lebih besar daripada kekuatan tulang yang sebenarnya. Hal ini mengganggu struktur tulang hingga menyebabkan rasa sakit. Lalu seperti apa pengobatan patah tulang? 

Baca Juga: Ketahui Apa Saja Penyebab Tulang Gampang Patah

Penyebab patah tulang 

Dilansir dari Better Health, ketika seseorang mengalami patah tulang hal itu akan mengganggu struktur tulang hingga menyebabkan rasa sakit. Tak hanya itu saja kamu juga bisa kehilangan fungsi dan terkadang mengalami perdarahan di area sekitar tulang yang patah. 

Tentu saja tingkat keparahan kasus patah tulang ini bergantung pada kekuatan dan arah gaya yang menyebabkan tulang patah. Tak ketinggalan juga faktor umur serta kesehatan tubuh juga akan memengaruhi kondisi patah tulang tersebut. 

Patah tulang yang paling umum terjadi pada bagian pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. Patah tulang pinggul lebih sering terjadi pada orang tua.

Berikut ini beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan patah tulang:

  • Mengalami kecelakaan atau perkelahian
  • Mengalami cedera akibat berolahraga
  • Penyakit tulang, seperti osteoporosis, osteogenesis imperfekta, infeksi tulang, dan kanker tulang.

Pengobatan patah tulang 

Sebenarnya penyembuhan patah tulang adalah proses alami yang akan terjadi secara otomatis. Sementara pengobatan patah tulang biasanya bertujuan untuk memastikan bahwa masih ada fungsi yang bekerja dengan baik dari bagian cedera setelah proses penyembuhan.

Dilansir dari Medical News Today, pada umumnya seorang dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengidentifikasi tanda dan gejala, serta membuat diagnosis sebelum melakukan pengobatan patah tulang. 

Dokter kemudian akan melakukan X-ray. Namun perlu kamu ketahui bahwa dalam beberapa kasus, prosedur lain seperti MRI atau CT scan juga dapat dilakukan. Tentu dilihat dari seberapa parah kasus patah tulang tersebut.

Langkah awal untuk memulai pengobatan patah tulang, biasanya pasien akan dibuat tertidur dengan anestesi umum saat reduksi fraktur dilakukan. 

Reduksi fraktur dapat dilakukan dengan manipulasi, reduksi tertutup (menarik fragmen tulang), atau pembedahan.

Baca juga: Kanker Tulang, Satu dari 6 Kanker yang Kerap Menyerang Anak-anak

1. Imobilisasi 

Proses ini dilakukan setelah tulang sejajar. Demi menjaga tulang tetap sejajar seperti itu biasanya kamu akan diberikan beberapa perawatan seperti memakai gips, untuk menahan tulang pada posisinya sampai sembuh.

2. Penyembuhan

Jika tulang yang patah telah disejajarkan dengan benar dan tetap atau tidak bergerak, proses penyembuhan biasanya jauh lebih mudah.

Osteoklas (sel tulang) akan menyerap tulang tua dan sudah rusak, sementara osteoblas digunakan untuk membuat tulang baru. Kalus adalah tulang baru yang terbentuk di sekitar fraktur. Ini terbentuk di kedua sisi fraktur dan tumbuh ke setiap ujung sampai celah fraktur terisi.

Akhirnya, tulang yang berlebih akan hilang dan tulang akan kembali seperti sebelumnya.

Pada tahap penyembuhan ini, biasanya usia pasien, kondisi kesehatan tulang, serta jenis patah tulang adalah faktor-faktor yang memengaruhi cepat atau tidaknya penyembuhan tulang.

Jika penderita rutin merokok, proses penyembuhannya akan lebih lama.

3. Terapi fisik  

Setelah tulang sembuh, kamu juga perlu memulihkan kekuatan otot serta mobilitas ke area yang pernah patah. 

Jika patah tulang terjadi di dekat atau melalui sendi, ada risiko kekakuannya permanen atau artritis. Kondisi ini membuat orang tersebut mungkin tidak dapat menekuk sendi itu sebaik sebelumnya.

4. Operasi

Jika ada kerusakan pada kulit dan jaringan lunak di sekitar tulang atau sendi yang terkena, operasi plastik mungkin sangat diperlukan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Betterhealth.vic.gov.au (2020) diakses 22 Agustus 2020. Bone fractures
  2. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 22 Agustus 2020. What is a fracture?
  3. Stanfordhealthcare.org (2020) diakses 22 Agustus 2020. Treatment for Fractures

 

    Berita Terkait
    register-docotr