Info Sehat

Pantangan Kolesterol yang Wajib Diketahui, Mulai dari Makanan hingga Gaya Hidup!

September 26, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pantangan kolesterol harus diketahui sebelum mengembangkan timbunan lemak di pembuluh darah. Ya, kolesterol merupakan zat lilin yang ditemukan dalam darah namun jika kadarnya terlalu tinggi maka bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Nah, jika sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi maka ada baiknya untuk mengetahui beberapa pantangan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak berikut beberapa pantangan kolesterol yang perlu diketahui.

Baca juga: Sering Merasa Lelah? Yuk Kenali Beberapa Penyebab Anemia Secara Umum!

Apa saja pantangan kolesterol yang harus diketahui?

Dilansir dari Healthline, kolesterol merupakan komponen penting dari setiap sel dalam tubuh yang memberikan kekuatan dan fleksibilitas membran sel. Terdapat dua jenis kolesterol, yakni kolesterol jahat atau LDL dan kolesterol baik atau HDL.

Kolesterol jahat sering dikaitkan dengan penumpukan plak di arteri, sementara kolesterol baik biasanya membantu mengeluarkan kelebihan kolesterol dari tubuh. Ketika kamu mengonsumsi kolesterol ekstra, maka tubuh akan mengimbanginya dengan mengurangi jumlah kolesterol alami.

Sebaliknya, saat asupan kolesterol makanan rendah maka tubuh akan meningkatkan produksi kolesterol untuk memastikan kadarnya cukup. Nah, agar tidak berlebihan berikut beberapa pantangan kolesterol yang perlu kamu ketahui.

Pantangan makanan

Sekitar 25 persen kolesterol dalam sistem tubuh didapatkan dari sumber makanan. Karena itu, konsumsi makanan yang dapat memicu kadar kolesterol tinggi harus dihindari. Beberapa makanan pantangan kolesterol, di antaranya:

Makanan goreng

Makanan yang digoreng mengandung kolesterol tinggi dan harus dihindari jika memungkinkan. Hal ini dikarenakan, makanan goreng sarat dengan kalori dan dapat mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan merusakan kesehatan organ lainnya.

Makanan yang digoreng juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Untuk itu, ada baiknya mengolah makanan dengan cara direbus atau dipanggang ketimbang digoreng karena berdampak negatif untuk tubuh.

Makanan cepat saji

Konsumsi makanan cepat saji merupakan faktor utama berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Sering mengonsumsi makanan cepat saji cenderung bisa meningkatkan kolesterol lebih tinggi, penumpukan lemak di perut, tingkat peradangan tinggi, dan gangguan regulasi gula darah.

Untuk itu, ada baiknya segera mengganti kebiasaan mengonsumsi makanan olahan dan diganti dengan memasak sendiri di rumah karena bisa juga membantu menurunkan berat badan. Makanan rumahan lebih sedikit lemak dan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Daging olahan

Makanan pantangan kolesterol lainnya adalah daging olahan, seperti sosis, bacon, dan hotdog. Konsumsi daging olahan yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan kolesterol, penyakit jantung, dan kanker usus besar.

Sebuah tinjauan besar yang mencakup lebih dari 614.000 peserta menemukan bahwa setiap tambahan 50 gram porsi daging olahan per hari dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.

Untuk itu, pastikan konsumsi daging olahan dengan cukup untuk mencegah penurunan kesehatan tubuh lainnya.

Pantangan kolesterol terkait gaya hidup

Peningkatan risiko adanya kolesterol jahat dalam tubuh bisa dipicu karena gaya hidup yang tidak sehat. Nah, beberapa gaya hidup tidak sehat yang menjadi pantangan kolesterol yakni sebagai berikut.

Diet yang buruk

Salah satu gaya hidup tidak sehat yang harus dihindari diet buruk, seperti mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh. Makanan lemak jenuh dalam produk hewani, seperti kue atau kerupuk yang dipanggang secara komersial dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Kurang olahraga

Olahraga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh sekaligus meningkatkan ukuran partikel yang membentuk kolesterol jahat atau LDL.

Karena itu, jika produksi kolesterol dalam tubuh tidak diimbangi dengan berolahraga maka bisa menyebabkan berbagai penyakit serius lainnya.

Merokok

Pantangan gaya hidup yang harus kamu ketahui jika memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuh adalah merokok.

Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan membuatnya menjadi rentan terhadap penumpukan timbunan lemak. Kebiasaan merokok juga bisa menurunkan kadar kolesterol baik atau HDL. 

Baca juga: Sering Konsumsi Gluten? Awas, Ketahui Sederet Penyakit yang Mungkin Timbul

Bagaimana pencegahan lain terhadap kolesterol tinggi?

Selain mematuhi beberapa pantangan kolesterol di atas, perubahan gaya hidup jantung sehat juga perlu dilakukan.

Untuk dapat mencegah kolesterol tinggi, kamu bisa mengikuti tindak pencegahan, seperti konsumsi makanan rendah garam, perbanyak buah dan sayur, batasi jumlah lemak hewani, dan berhenti merokok.

Selain itu, olahraga juga harus dilakukan secara rutin untuk menjaga berat badan tetap ideal. Olahraga perlu dilakukan setidaknya satu kali dalam seminggu selama 30 menit. Hentikan pula kebiasaan minum alkohol untuk membantu mengelola stres dan mengurangi risiko kolesterol tinggi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayo Clinic (2019), diakses 24 September 2020. High cholesterol
  2. Healthline (2018), diakses 24 September 2020. 11 High-Cholesterol Foods — Which to Eat, Which to Avoid
    register-docotr