Info Sehat

Daftar Obat Hepatitis yang Sering Diresepkan Dokter

March 22, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Obat hepatitis dapat berbeda tergantung pada jenisnya. Perlu diketahui, hepatitis merupakan kondisi peradangan hati yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Namun, ada kemungkinan adanya penyebab hepatitis lainnya.

Karena itu, dokter akan meresepkan berbagai jenis obat untuk penyakit hepatitis. Nah, untuk mengetahui obat hepatitis yang sering direkomendasikan oleh dokter, yuk, simak penjelasan lebih lanjutnya berikut.

Baca juga: Penyakit Paru-paru Akibat Rokok, Mulai dari PPOK hingga Kanker!

Apa saja obat hepatitis?

Dilansir dari Healthline, infeksi virus pada hati diklasifikasikan sebagai hepatitis termasuk hepatitis A, B, C, D, dan E. Infeksi virus yang berbeda ini akan berdampak lain untuk setiap jenis hepatitis.

Hepatitis A merupakan penyakit akut jangka pendek sedangkan hepatitis B, C, dan D kemungkinan besar akan terus berlanjut hingga kronis. Hepatitis E biasanya akut, tetapi bisa sangat berbahaya bagi wanita hamil. 

Pilihan pengobatan ditentukan oleh jenis hepatitis yang diderita dan kondisi infeksinya sehingga bisa berbeda-beda. Beberapa obat hepatitis yang sering diresepkan dokter, antara lain sebagai berikut:

Peginterferon alfa-2a

Peginterferon alfa-2a adalah obat utama untuk hepatitis kronis. Jika hati kamu bekerja dengan cukup baik, maka pengobatan pertama yang ditawarkan oleh dokter adalah peginterferon alfa-2a.

Obat hepatitis ini dapat merangsang sistem kekebalan untuk menyerang virus hepatitis B dan mendapatkan kembali kendali atasnya. Biasanya, obat diberikan melalui suntikan selama 48 minggu. Efek samping umum bisa terjadi, termasuk gejala mirip flu seperti demam dan nyeri otot.

Obat antivirus

Apabila hati tidak dapat bekerja dengan baik atau peginterferon alfa-2a tidak cocok, maka dokter mungkin menyarankan untuk mencoba obat antivirus sebagai gantinya. Obat antivirus yang direkomendasikan adalah tenofovir atau entecavir di mana keduanya tersedia dalam bentuk tablet.

Sama seperti peginterferon alfa-2a, obat antivirus juga bisa menyebabkan efek samping pada penggunanya. Beberapa efek samping yang umum dari obat hepatitis ini, termasuk munculnya rasa mual, muntah, dan pusing.

Ribavirin

Obat untuk hepatitis C ini bekerja dengan cara menghentikan virus untuk mereplikasi dan menyebar. Obat ini hadir dalam bentuk kapsul atau tablet dan tersedia dalam beberapa kekuatan.

Namun, pengguna obat ini perlu berhati-hati karena dapat menyebabkan cacat lahir jika dikonsumsi selama hamil. Kondisi tersebut juga dapat terjadi jika seorang anak sedang dikandung sementara ayahnya menerima pengobatan dengan obat hepatitis ini.

Efek samping lain yang mungkin terjadi, yakni mual dan muntah, perubahan pada kemampuan untuk merasa, hilang ingatan, kesulitan berkonsultasi, dan sulit tidur.

Interferon alfa-2a

Interferon alfa-2a atau referon dapat digunakan untuk mengobati hepatitis D. Terapi antivirus dengan interferon alfa dapat dipertimbangkan pada pasien dengan infeksi virus hepatitis D atau HDV kronis.

Namun, penelitian pada 2013 menyatakan jika obat ini hanya menunjukkan perbaikan pada sekitar 25 hingga 30 persen orang.

Hepatitis D biasanya dapat dicegah dengan mendapatkan vaksinasi untuk hepatitis B. Hal ini dikarenakan infeksi hepatitis B diperlukan agar hepatitis D berkembang. 

Tips mencegah penyakit hepatitis

Mempraktikkan kebersihan yang baik merupakan salah satu cara utama untuk menghindari penularan hepatitis A dan E. Jika kamu bepergian ke negara berkembang, maka harus menghindari air lokal, es, kerang atau tiram, serta buah dan sayuran mentah.

Sementara untuk hepatitis B, C, dan D biasanya penularan dapat dicegah dengan menghindari penggunaan jarum suntik bergantian, berbagi pisau cukur, dan menggunakan sikat gigi orang lain. 

Tips lain yang perlu dilakukan untuk menghindari hepatitis adalah melakukan vaksinasi. Vaksinasi tersedia untuk mencegah perkembangan hepatitis A dan B. Karena itu, kamu bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih kronis. 

Baca juga: Pilihan Obat Saraf Kejepit, dari Apotek atau Secara Alami

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2017), diakses 16 Maret 2021. Causes, symptoms, and treatment of hepatitis A
  2. NHS (2019), diakses 16 Maret 2021. Hepatitis B
  3. Healthline (2021), diakses 16 Maret 2021. A Full List of Hepatitis C Medications: Epclusa, Harvoni, Zepatier, and More
  4. Medscape (2019), diakses 16 Maret 2021. Hepatitis E Medication
  5. Healthline (2017), diakses 16 Maret 2021. Hepatitis
  6. Medscape (2021), diakses 16 Maret 2021. Hepatitis D Medication
    register-docotr