Info Sehat

Miliki Banyak Fungsi, Perlukah Mencukur Habis Rambut Kemaluan?

March 17, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bagi sebagian orang rambut kemaluan mungkin saja terasa mengganggu. Namun, ternyata rambut kemaluan memiliki fungsi yang penting, salah satunya adalah melindungi dari bakteri.

Lalu, perlukah mencukur rambut kemaluan? Ada beberapa alasan mengapa seseorang mencukur rambut kemaluan, mulai dari pilihan pribadi, menyenangkan pasangan, hingga kenyamanan. Jika mencukur rambut kemaluan membuatmu merasa lebih baik, ini sah-sah saja dilakukan.

Adakah risiko mencukur habis rambut kemaluan? Yuk, simak ulasannya.

Baca juga: Jangan Asal-asalan, Begini Cara Aman Mencukur Rambut Kemaluan

Fungsi rambut kemaluan

Rambut kemaluan atau rambut pubis adalah rambut yang tumbuh disekitar alat kelamin. Biasanya tumbuhnya rambut kemaluan merupakan ciri dari masa pubertas. Sebab, selama masa pubertas fluktuasi hormon menyebabkan beberapa perubahan fisik.

Rambut kemaluan ternyata memiliki fungsi penting. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari rambut pubis atau rambut kemaluan. 

1. Mencegah iritasi kulit

Kulit di sekitar area genital sensitif. Rambut kemaluan bertindak sebagai pelindung untuk mengurangi iritasi kulit di area organ intim, misalnya saja iritasi akibat gesekan pakaian atau ketika berhubungan intim.

Di sisi lain, rambut kemaluan juga dapat membantu menjaga suhu di sekitar area organ intim.

2. Melindungi dari bakteri

Fungsi kedua dari rambut kemaluan adalah dapat membantu melindungi organ intim dari bakteri atau patogen yang berbahaya. Rambut kemaluan memiliki fungsi yang sama seperti halnya bulu mata atau hidung.

Sebab, rambut kemaluan juga dapat membantu untuk menjebak kotoran atau mikroorganisme berbahaya. Selain itu, folikel rambut juga menghasilkan sebum, yakni zat minyak yang membantu mencegah perkembangan bakteri.

Maka dari itu, rambut kemaluan dapat mengurangi risko dari infeksi tertentu, seperti selulitis, infeksi saluran kemih (ISK), vaginitis, serta infeksi jamur.

3. Transmisi feromon

Ada beberapa teori mengenai fungsi dari rambut kemaluan, salah satunya berkaitan dengan feromon, yakni sekresi kimiawi pembawa aroma yang memengaruhi suasana hati dan perilaku. Meskipun demikian, masih belum diketahui secara pasti bagaimana feromon dapat memengaruhi seksualitas.

Feromon disekresikan dari kelenjar keringat apokrin. Jika dibandingkan dengan area tubuh lain, area genital memiliki lebih banyak kelenjar tersebut. Berdasarkan teori, rambut kemaluan menjebak feromon, yang mana dapat meningkatkan ketertarikan terhadap lawan jenis.

Baca juga: Membersihkan Vagina Tak Boleh Sembarangan, Yuk Perhatikan Cara yang Benar!

Perlukah mencukur rambut kemaluan?

Baik mencukur habis rambut kemaluan atau hanya sekadar mencukur rambut kemaluan menjadi lebih pendek, ini merupakan pilihan pribadi. Namun, yang perlu diketahui adalah ada beberapa risiko dari mencukur habis rambut kemaluan di antaranya adalah:

1. Risiko luka atau cedera

Pada kasus yang jarang terjadi, cedera tersebut membutuhkan penanganan medis.

Tak hanya itu, sebuah laporan pada 2012 memperkirakan bahwa dari 2002-2010 terdapat sekitar 11.704 insiden cedera terkait dengan perawatan pada area genital. Sekitar 83 persen cedera disebabkan oleh pisau cukur.

2. Infeksi

Salah satu fungsi dari rambut kemaluan adalah mencegah bakteri atau patogen masuk ke dalam tubuh. Mencukur habis rambut kemaluan mungkin saja dapat meningkatkan risiko dari infeksi tertentu, seperti ISK, vaginitis, atau bahkan infeksi jamur.

Di sisi lain, mencukur rambut kemaluan juga memiliki risiko lain, yakni mengiritasi kulit, yang mana ini menjadikan kulit rentan terhadap infeksi kulit seperti selulitis atau folikulitis. Dalam kasus lain, cedera terkait perawatan seperti luka juga dapat terinfeksi.

3. Bisul

Pada kasus yang jarang terjadi, mencukur habis rambut kemaluan mungkin saja menyebabkan timbulnya bisul pada area genital. Perlu diketahui bahwa bisul dapat terbentuk dari iritasi kulit dan infeksi, seperti selulitis atau folikulitis.

Bisul sendiri memiliki ciri tertentu, biasanya bisul dimulai sebagai benjolan berwarna merah tepat di bawah permukaan kulit, yang mungkin berisi nanah.

4. Abses

Sama halnya seperti bisul, abses juga dapat berkembang dari iritasi yang disebabkan oleh metode untuk mencukur rambut kemaluan tertentu, misalnya saja shaving atau waxing. Abses memiliki perbedaan mendasar dengan bisul, yakni abses merupakan infeksi yang dalam.

Abses juga terjadi di bawah kulit dan dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, atau bahkan kemerahan.

Itulah beberapa informasi mengenai fungsi rambut kemaluan. Menjaga kebersihan rambut kemaluan serta area organ intim menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2021). Diakses pada 16 Maret 2021. What’s the Purpose of Pubic Hair? And 8 Other FAQs

Sage Journals (2016). Diakses pada 16 Maret 2021. Prevalence and Motivation: Pubic Hair Grooming Among Men in the United States 

Urology (2012). Diakses pada 16 Maret 2021. Pubic Hair Grooming Injuries Presenting to U.S. Emergency Departments 

    register-docotr