Info Sehat

Mengenal Penyebab Munculnya Keringat dan Artinya bagi Kesehatan

October 16, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Semua orang pasti pernah berkeringat. Berkeringat adalah fungsi tubuh yang membantu mengatur suhu tubuh. Maka dari itu, perubahan suhu tubuh dan suhu luar tubuh dapat menyebabkan berkeringat. Saat berkeringat, tubuh melepaskan cairan berbasis garam dari kelenjar keringat.

Umumnya keringat banyak keluar di area seperti ketiak, wajah, telapak tangan, atau kaki. Tetapi, bagaimana keringat bisa muncul dan apa perannya bagi kesehatan? Simak penjelasan berikut ini.

Bagaimana tubuh berkeringat?

Tubuh dilengkapi dengan rata-rata 3 juta kelenjar keringat. Ada dua jenis kelenjar keringat, yaitu:

  • Kelenjar keringat ekrin. Kelenjar keringat ekrin terletak di seluruh tubuh dan menghasilkan keringat ringan tanpa bau.
  • Kelenjar keringat apokrin. Kelenjar ini mengeluarkan banyak lemak dan bau khas posisinya ada pada kulit kepala, ketiak, dan selangkangan. Saat keringat apokrin rusak dan bercampur dengan bakteri di kulit, tubuh mengeluarkan bau yang disebut sebagai bau badan.

Sistem saraf otonom mengontrol fungsi keringat dalam tubuhmu. Sistem saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi sendiri, tanpa kendali sadar tubuhmu.

Saat cuaca panas atau suhu tubuh meningkat karena olahraga atau demam, keringat akan keluar melalui saluran di kulitmu. Keringat membasahi permukaan tubuh dan mendinginkan tubuhmu.

Keringat sebagian besar terdiri dari air, tetapi sekitar 1% dari keringat adalah kombinasi garam dan lemak.

Apa penyebab berkeringat?

Berkeringat itu normal dan terjadi secara teratur dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun, beberapa hal di bawah ini bisa merangsang peningkatan jumlah keringat.

1. Panas dan kelembaban

Saat suhu naik, sebagian besar kelenjar keringat dalam tubuhmu bekerja dan membuat keringat. Kamu juga akan merasa lebih panas saat lembab karena udara yang lebih basah menyisakan sedikit ruang untuk menguapnya keringat dari tubuhmu.

2. Emosi dan stress

Emosi dan kondisi yang bisa membuatmu berkeringat deras antara lain marah, takut, malu, gelisah, dan stress secara emosional. Saat marah, tubuh melepaskan hormon stres yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta menaikkan suhu tubuh yang dapat menyebabkan tubuh berkeringat.

3. Olahraga

Bekeringat adalah salah satu cara untuk mengetahui bahwa kamu berolahraga dengan baik. Karena kamu akan kehilangan cairan saat berkeringat, pastikan untuk harus tetap terhidrasi. Ingatlah untuk minum air sebelum, selama, dan setelah kamu berolahraga.

4. Makanan

Berkeringat mungkin juga merupakan respon terhadap makanan yang kamu konsumsi. Jenis keringat ini disebut keringat gustatory dan dapat dipicu oleh makanan pedas, minuman berkafein (soda, kopi, dan teh), serta minuman beralkohol.

5. Pengobatan dan penyakit

Berkeringat juga disebabkan oleh penggunaan obat-obatan dan penyakit tertentu, seperti kanker, demam dan obat penurun demam, infeksi, hipoglikemia, obat penghilang rasa sakit, hormon tiroid sintetis, serta sindrom nyeri regional kompleks (CRPS).

6. Menopause

Fluktuasi hormonal yang terkait dengan menopause juga bisa memicu keringat. Wanita menopause sering mengalami keringat malam dan berkeringat saat hot flashes.

Arti keringat bagi kesehatan

Berkeringat, jika dalam jumlah normal, adalah proses tubuh yang penting. Sebab, tidak cukup berkeringat atau pun terlalu banyak berkeringat dapat menyebabkan masalah.

Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi keringat berlebih dari ketiak, tangan, dan kaki. Kondisi ini bisa memalukan dan menghalangimu melakukan rutinitas harian. Maka dari iru, hiperhidrosis biasanya bisa lebih menyerang masalah psikologis daripada masalah fisik.

Hipohidrosis

Hipohidrosis adalah kondisi tidak adanya tau tidak cukup keringat. Keringat adalah cara tubuh melepaskan panas berlebih. Kamu bisa mengalami dehidrasi dan memiliki serangan panas yang lebih tinggi dari biasanya jika kamu menderita hipohidrosis.

Berkeringat mungkin mengindikasikan masalah medis jika terjadi dengan gejala lain, seperti nyeri dada, pusing, sesak napas, dan berkeringat terus menerus untuk waktu yang lama tanpa sebab. Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter.

Keringat setiap orang berbeda-beda. Ada jenis, komposisi, aroma, dan bahkan faktor genetik yang mempengaruhi seseorang berkeringat.

Selain merangsang keringat, makanan seperti bawang putih, bawang merah, atau kupis juga dapat memperburuk bau badan. Tingkat belerang yang tinggi dalam makanan-makanan tersebut dapat memengaruhi bau badan saat berkeringat.

Penelitian menemukan bahwa bau badan vegetarian lebih menarik daripada karnivora. Penelitian ini menunjukan bahwa pria yang tidak mengonsumsi daging memiliki bau yang lebih menarik, menyenangkan, dan kurang menyengat dibandingkan dengan yang mengonsumsi daging merah.

Jumlah keringat juga dapat dipengaruhi oleh genetika. Beberapa kasus hiperhidrosis di Amerika, misalnya, disebabkan oleh genetika. Orang dengan hipohidrosis juga bisa disebabkan oleh faktor genetik, meskipun kerusakan saraf dan dehidrasi juga bisa menjadi penyebabnya.

Selain itu, faktor genetik juga menyebabkan trimethylaminuria, yakni kondisi keringat yang berbau seperti ikan atau telur busuk.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr