Info Sehat

Mengenal Hog Cholera atau Kolera Babi, Apakah Bisa Menular ke Manusia?

April 21, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Classical swine atau yang dikenal juga dengan nama hog cholera, pig plague, atau peste porcina classica adalah penyakit virus spesifik yang menyerang babi. 

Penyakit ini diidentifikasi kali pertama pada awal tahun 1830-an di Ohio, Amerika Serikat. Sejak saat itu menyebar di Amerika, Eropa dan Asia. Apakah penyakit ini bisa menulari manusia? 

Penyakit classical swine atau hog cholera pada manusia

Seperti yang sudah disebutkan, penyakit ini spesifik terjadi pada babi. Sebuah jurnal juga menyebutkan jika penyakit ini tidak memengaruhi manusia atau vertebrata lainnya. 

Penyakit ini disebabkan oleh virus dari famili Flaviviridae. Virus ini dekat dengan virus penyebab diare pada sapi dan penyakit pada domba. Jika terjangkit virus ini, akan terjadi dua jenis penyakit, yaitu penyakit classical swine akut dan kronis pada babi. 

Jika classical swine akut akan menimbulkan gejala demam tinggi pada babi, kurang nafsu makan dan depresi berat. Selain itu, munculnya warna ungu pada kulit, diare, muntah, batuk, lemah tungkai belakang dan adanya kotoran mata.

Dalam kondisi yang parah bisa menyebabkan kematian. Pada kasus kronis, penyakit bisa lebih ringan, masa inkubasi lebih lama dan kematian dapat terjadi berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah infeksi awal. 

Penularan dan penyebaran

Penyakit ini hanya menular di antara babi. Cara penularan yang paling umum adalah kontak langsung antara babi yang sehat dengan yang sudah terinfeksi. Virus ini keluar dari air liur, sekresi hidung, urine dan feses. 

Kontak dengan kandang, pakan dan pakaian yang terkontaminasi juga bisa menyebarkan penyakit. Hewan yang sudah kronis (terus-menerus terinfeksi) mungkin tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat mengeluarkan virus melalui kotorannya.

Anak babi dapat terinfeksi sejak masih di dalam rahim dan dapat melepaskan virus selama berbulan-bulan. Virus ini dapat bertahan hidup pada daging babi dan produk daging babi olahan selama berbulan-bulan saat daging didinginkan.

Penyakit ini dapat menyebar melalui pengangkutan hewan secara legal dan ilegal, dan dengan memberi makan dengan makanan yang mengandung jaringan infektif ke babi lainnya.

Flu babi dan penularan pada manusia

Sudah disebutkan di atas jika classical swine pada babi tidak memengaruhi manusia. Namun, untuk tambahan informasi, ternyata ada penyakit influenza pada babi yang dapat memengaruhi manusia. 

Jika telah menjangkiti manusia, biasanya mereka akan menamainya sebagai varian baru. Misalnya virus influenza pada babi yang dinamai AH3N2, jika ternyata dapat menulari manusia, akan disebut varian H3N2 atau H3N2v. 

Walaupun umumnya tidak menulari manusia, tetapi tetap ada kemungkinan kasus yang terjadi. Paling umum, infeksi pada manusia terjadi karena terpapar babi yang terinfeksi. Misalnya, anak-anak yang beraktivitas di dekat babi di sebuah acara atau anak pekerja di industri babi.

Selain itu, telah didokumentasikan ada beberapa orang yang menjadi sakit setelah terpapar, berasal dari satu atau lebih babi yang sakit. Selain itu, kasus penyebaran virus varian dari orang ke orang secara terbatas juga telah terjadi.

Penularan penyakit babi ke manusia yang harus diwaspadai

Peningkatan penularan flu babi ke manusia terjadi dan pelaporan kasus ini dapat terjadi karena sejumlah alasan, yaitu:

  • Pertama, upaya kesiapsiagaan pandemi telah meningkatkan pengawasan tingkat negara bagian dan kapasitas laboratorium untuk mendeteksi virus baru di Amerika Serikat, sehingga lebih banyak kasus ditemukan.
  • Kedua, pada tahun 2005, infeksi virus influenza baru dilaporkan secara internasional; dan pada tahun 2007 laporan tersebut dibuat untuk dilaporkan di dalam negeri, yang membuat pertambahan kasus.
  • Ketiga, mungkin juga ada peningkatan nyata dalam jumlah kasus ini, mungkin terjadi dari paparan terhadap babi yang terinfeksi atau melalui penularan dari manusia ke manusia yang terbatas.

Namun sekali lagi, biasanya penyakit yang hanya menyebar di antara babi, seperti hog cholera tidak memengaruhi manusia. Kecuali memang penyakit tertentu lainnya dengan varian baru yang bisa menulari manusia, seperti influenza babi. 

Demikian informasi tentang classical swine atau yang dikenal juga dengan nama hog cholera, yang tidak dapat menulari manusia. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

CDC, diakses 20 April 2021
Key Facts about Human Infections with Variant Viruses
Science Direct, diakses 20 April 2021
Classical Swine Fever
OIE, diakses 20 April 2021
Classical Swine Fever
PMC, diakses 20 April 2021
Classical Swine Fever—An Updated Review

    register-docotr