Info Sehat

Mengenal 4 Jenis Gigitan Tungau dan Cara Mengatasinya

March 24, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Istilah tungau mungkin belum terlalu akrab saat kamu belum memiliki anak. Biasanya kata ini baru akan mampir karena si Kecil mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal, yang terjadi seolah tanpa sebab padahal akibat dari gigitan tungau.

Tungau sendiri merupakan serangga berukuran mikroskopis yang memakan tumbuhan, serangga, hewan, dan bahkan manusia.

Kamu mungkin tidak sadar bahwa telah bersentuhan dengan tungau, sampai kamu mengalami benjolan merah yang gatal yang menyerupai gigitan.

Apa itu tungau?

Dilansir dari Healthline, tungau adalah jenis hewan yang sangat susah untuk dideteksi. Ini karena ukurannya yang sangat kecil, yakni sekitar 1/4 hingga 1/3 milimeter.

Kamu hanya dapat melihatnya di bawah mikroskop, dan itu pun hanya akan menampilkan sosoknya seperti makhluk kecil yang menyerupai laba-laba putih.

Tempat kesukaan tungau

Tungau paling banyak ditemukan di dalam rumah. Mengapa? Jawabannya karena sumber makanan tungau adalah sel kulit mati.

Dalam sehari, manusia bisa melepaskan 1,5 gram sel kulit mati, dan ini bisa menjadi makanan untuk satu juta tungau debu sekaligus.

Tungau sangat menyukai tempat-tempat di mana sel kulit mati paling mungkin menumpuk, seperti tempat tidur, perabotan, karpet, dan boneka. Tungau juga mampu membenamkan diri jauh ke dalam serat kain, sehingga tungau bisa ikut berpindah dan bepergian bersama kamu.

Baca juga: Kulit Gatal karena Gigitan Tungau, Kenali Ciri-ciri, Efek dan Cara Mengatasinya

Gigitan tungau 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa “tungau” dapat menggambarkan sejumlah organisme berbeda yang termasuk dalam keluarga arthropoda. Mereka terkait dengan kutu dan menyerupai serangga, tetapi mereka tidak memiliki sayap dan mata.

Mereka juga cukup kecil, membuatnya sulit dikenali. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terpapar tungau sampai mereka melihat apa yang tampak seperti gigitan kecil.

Melansir penjelasan dari laman Healthline, gigitan tungau biasanya tidak berbahaya, meskipun terkadang dapat menyebabkan bengkak, gatal, dan nyeri.

Gejala gatal karena tungau 

Tungau berukuran sangat kecil sehingga orang tidak dapat melihat atau merasakan gigitan sampai tungau menggigitnya.

Tidak seperti gigitan atau sengatan serangga lain yang membentuk benjolan tunggal di kulit dengan lokasi tusukan yang terlihat, gigitan tungau menyebabkan ruam kulit pada kaki, lengan, dan batang tubuh.

Seperti dilansir dari laman Medical News Today, selain gatal tanda-tanda umum yang harus diperhatikan saat kamu terkena gigitan tungau yaitu:

  • Benjolan kecil dan keras di kulit.
  • Bercak merah pada kulit.
  • Iritasi, gatal, atau bengkak di dekat gigitan.

Jenis-jenis gigitan tungau

Meskipun disebut serangga, tungau sebenarnya tidak menggigit. Dilansir dari Medicalnewstoday, beberapa contoh gigitan tungau meliputi:

Chiggers

Chiggers adalah larva dari keluarga tungau Trombiculid. Chiggers dewasa memakan bahan yang membusuk di tanah, sedangkan larvanya memakan sel-sel kulit inang yang hidup.

Saat menempel pada kulit, chigger akan mengeluarkan enzim pencernaan yang melembutkan epidermis, dan menyebabkan kulit mengalami ruam.

Gejala

Gigitan tungau ini akan membentuk kumpulan benjolan merah kecil di kulit, disertai rasa gatal yang hebat. Ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga 2 minggu.

Pengobatan

Seseorang dapat mengobati gigitan tungau dengan menggunakan:

  1. Antihistamin oral
  2. Krim kortikosteroid topical
  3. Kompres dingin

Tungau demodex

Tungau demodex memakan sel kulit mati dan minyak di dalam folikel rambut. Ada dua jenis tungau demodex yaitu Demodex folliculorum dan Demodex brevis.

Tungau D. brevis memakan sel kelenjar di folikel rambut dan cenderung berada di daerah dada dan leher. Sementara tungau D. folliculorum umumnya diam di area wajah, antara lain:

  1. Pipi
  2. Hidung
  3. Dagu
  4. Bulu mata
  5. Alis
  6. Telinga
  7. Lipatan kulit yang memanjang dari hidung ke sudut mulut

Gejala

Meskipun beberapa tungau D. folliculorum dapat hidup pada manusia tanpa disadari sama sekali, ‘gigitannya’ dapat menyebabkan gejala yang tidak diinginkan, termasuk:

  1. Bercak kulit merah, meradang, atau kering di wajah
  2. Kelopak mata meradang, berkerak, atau berair
  3. Kulit yang gatal
  4. Noda seperti jerawat

Pengobatan

Kamu dapat menggunakan insektisida topikal, seperti krim crotamiton atau permethrin untuk mengobati gigitan Demodex.

Untuk mencegah gigitan memburuk, maka kamu harus membersihkan wajah dua kali sehari, dan menghindari pembersih berbahan dasar minyak yang bisa membuat kulit mudah terkelupas.

Baca juga: Efektif dan Aman, Begini Cara Menghilangkan Jerawat Secara Tepat

Tungau kayu ek

Tungau jenis ini biasanya memakan larva lalat midge, tetapi mereka juga dapat menggigit manusia jika berada di permukaan kulit.

Gejala

Gigitan tungau ek terlihat mirip dengan gigitan tungau biasa, yakni menimbulkan bintik merah gatal di wajah, leher, lengan, atau tubuh bagian atas.

Pengobatan

Seseorang dapat mengobati gigitan tungau pohon ek dengan menggunakan:

  1. Losion kalamin
  2. Antihistamin oral
  3. Produk hidrokortison over-the-counter (OTC)

Kudis

Kudis adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh serangan tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut bersembunyi di lapisan atas kulit, tempat ia berkembang biak dan bertelur.

Gejala

Ruam kulit merah disertai rasa gatal yang hebat adalah gejala utama gigitan tungau jenis ini. Ruam mungkin berisi benjolan kecil, gatal-gatal, atau bekas di bawah kulit.

Pengobatan

Dokter dapat mengobati kudis dengan obat oral dan salep topikal yang membunuh tungau S. scabiei dan larvanya.

Dokter mungkin juga meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan antibiotik untuk infeksi.

Reaksi alergi akibat tungau

Tungau juga bisa menyebabkan reaksi alergi, ini biasanya terjadi disebabkan menghirup bahan tinja dan kulit tungau. Adapun gejala umum alergi tungau meliputi:

  1. Bersin
  2. Batuk
  3. Pilek atau hidung tersumbat
  4. Gatal, mata berair
  5. Merah, kulit gatal
  6. Tenggorokan gatal
  7. Bergantung pada tingkat keparahan alergi, kondisi ini juga dapat memicu asma.

Gejala-gejala di atas mungkin akan menjadi lebih buruk di malam hari. Apabila kamu semakin sering berada di dalam ruangan, maka semakin rentan pula kamu terkena serangan tungau.

Apakah tungau debu bisa menggigit?

Hingga saat ini, banyak orang mengira bahwa tungau debu dapat menggigit. Namun menurut penjelasan dari Healthline, sebenarnya tungau debu tidak menggigit manusia.

Mereka juga tidak hidup dari manusia, meski terkadang bisa menempel pada pakaian. Oleh sebab itu, tungau debu dapat menyebabkan reaksi alergi.

Debu di rumah sebagian terdiri dari kotoran tungau debu dan badan tungau debu yang membusuk. Banyak orang yang meyakini alergi debu ternyata memiliki alergi terhadap debu kaya protein ini, yang seringkali memicu gejala asma dan alergi serbuk bunga.

Menurut Institute of Environmental Health Sciences, tungau debu biasanya hidup pada debu rumah.

Mereka memakan kulit mati dan bulu yang jatuh dari manusia dan hewan peliharaan. Tungau debu hidup di debu rumah, kasur, furnitur, dan karpet. Makhluk mungil ini tidak menggigit atau hidup dari manusia.

Sebaliknya, protein dalam rangka luar dan kotoran tungau debu dapat menyebabkan reaksi alergi pada manusia. Paparan tungau dapat menyebabkan bercak kecil, benjolan merah di kulit disertai dengan gejala pernapasan berikut:

  • Hidung tersumbat dan bersin.
  • Mata gatal, merah, atau berair.
  • Hidung, mulut, atau tenggorokan gatal.
  • Batuk.
  • Sesak dada.
  • Sulit bernafas.
  • Mengi.

Yayasan Asma dan Alergi Amerika (AAFA) memperingatkan bahwa tungau debu dapat memperburuk asma seseorang.

Cara mencegah gigitan tungau 

Orang tidak dapat menghilangkan tungau debu dari rumah sepenuhnya, tetapi beberapa tips berikut dapat membantu mengurangi efek tungau debu:

  • Sering menyedot debu, mengepel, dan membersihkan debu.
  • Mencuci seprai, sarung bantal, pakaian, dan kain rumah tangga lainnya dengan air panas (130-140 ° F).
  • Menyeka debu dengan kain lembab.
  • Menggunakan dehumidifier atau AC untuk mengurangi tingkat kelembapan di dalam rumah.
  • Melepas karpet dan tirai.
  • Menutupi kasur, bantal, dan bantal dengan sarung anti alergi atau anti debu.

Kemudian tindakan pencegahan berikut juga dapat membantu mencegah gigitan tungau di luar ruangan:

  • Memakai pengusir serangga, seperti DEET atau Picaridin.
  • Memakai sepatu bot panjang, celana panjang, dan kemeja lengan panjang saat berjalan melewati rerumputan tinggi atau tumbuhan lebat.
  • Mandi air panas atau mandi dan mencuci pakaian dengan air panas segera setelah meninggalkan area yang penuh sesak.

Kapan harus periksa ke dokter? 

Menurut penjelasan dari laman Medical News Today, orang harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mereka terkena gigitan kudis akibat tungau hal itu menjadi berhabaya karena dapat dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain.

Gigitan tungau dan tungau kayu ek jarang memerlukan perawatan medis. Orang dapat mengobati gejala gigitan tungau jenis tersebut dengan antihistamin dan dekongestan OTC.

Usahakan untuk tidak menggaruk gigitan tungau karena dapat menyebabkan infeksi. Krim anti gatal dan kortikosteroid topikal dapat membantu mengurangi rasa gatal dan bengkak. Kamu harus menghubungi dokter jika mengalami tanda-tanda infeksi, seperti: 

  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Kulit di dekat gigitan tampak merah, bengkak, dan hangat.
  • Mengeluarkan cairan atau nanah bocor dari gigitan. 

Apakah tungau bisa berbahaya bagi kesehatan? 

Gigitan tungau dapat menyebabkan benjolan dan ruam kulit dan, terkadang, reaksi yang lebih serius. 

Seperti dilansir dari Everyday Health, beberapa tungau akan menempati sarang burung, tikus, dan kemudian mereka akan meninggalkan situs itu, lalu masuk ke dalam rumah hingga menggigit manusia.

Dalam kebanyakan kasus, gigitan tungau ini menyebabkan ruam kulit yang gatal, dan menyebabkan benjolan atau jerawat kecil.

Namun satu jenis yang berbahaya bagi kesehatan yaitu kudis. Tungau ini menyerang kulit seseorang, untuk bertelur dan makan. Biasanya hanya ditularkan melalui kontak langsung dari orang ke orang. 

Seperti tungau lainnya, kudis cenderung menyebabkan ruam merah yang gatal dan berjerawat.

Baca juga: Jangan Mau Berbagi Tempat Tidur dengan Tungau Kasur, Kenali Bahayanya bagi Tubuh

Tetapi tidak seperti tungau lainnya, ruam tersebut akan terus muncul kecuali orang tersebut mendapat perawatan medis, biasanya krim atau losion kulit yang hanya diresepkan untuk membunuh kudis.

Tungau debu dapat menyebabkan alergi pada beberapa orang, tetapi ini cenderung jenis alergi musiman yang ringan seperti pilek, bersin, dan mata gatal. Obat alergi yang dijual bebas dan dengan resep dokter dapat membantu mengatasi alergi tungau debu.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

What Dust Mite Bites Look Like and How to Get Rid of Them, https://www.healthline.com/health/dust-mites-bites#description diakses pada 2 Oktober 2020

What do mite bites look like? https://www.medicalnewstoday.com /articles/mites-bites#mite-bites diakses pada 2 Oktober 2020

    register-docotr