Info Sehat

Bayi Sering Menangis karena Gatal? Yuk Ketahui Cara Mengatasinya

June 19, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bayi sering menangis, bisa saja karena cara mengatasi ruam popok yang salah lho, Moms! Nah, biasanya ruam popok terjadi di area yang hangat dan lembab karena bakteri mudah berkembang dengan baik.

Ruam akibat popok ini dapat terlihat seperti bercak merah di bagian bawah, seperti area genital. Beberapa penyebab ruam popok secara umum, seperti iritasi oleh tinja atau urin, makanan atau produk baru, kulit sensitif, dan popok terlalu ketat.

Baca juga: Bisa Cegah Cacat pada Bayi, Ini Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil, Moms!

Bagaimana cara mengatasi ruam popok yang aman?

Dilansir dari Mayo Clinic, ruam popok biasanya dapat diobati dengan menggunakan beberapa obat, seperti krim hidrokortison ringan, krim anti jamur, dan antibiotik topikal. Nah, beberapa tips lain untuk mengatasi ruam popok, antara lain sebagai berikut:

Jaga popok tetap bersih dan kering

Cara paling penting untuk mencegah dan mengobati ruam adalah menjaga popok bayi tetap bersih dan kering. Selain itu, pastikan juga untuk tidak mengenakan popok pada bayi terlalu erat karena bisa meningkatkan risiko ruam lebih parah.

Beri waktu bayi untuk tidak menggunakan popok di siang hari untuk membantu menjaga area tetap kering. Ketika akan mengganti popok, bersihkan area dengan lembut menggunakan kain atau tisu basah dan jangan menggosok kulit terlalu keras.

Perhatikan tips aman mengganti popok

Saat bayi mengalami ruam pada kulit, sebaiknya waspada ketika akan menggantikan popoknya. Idealnya, Moms bisa mengganti popok bayi dengan yang baru jika sudah terasa kotor atau lembab.

Apabila menggunakan popok kain, bilas sebanyak dua atau tiga kali untuk menghilangkan sabun cuci karena mungkin bayi sensitif terhadap deterjen.

Krim atau gel

Munculnya ruam pada kulit akibat popok bisa diringankan dengan menggunakan krim atau gel yang mengandung seng. Selain menenangkan kulit, krim ini juga bisa mencegah kontak dengan kotoran dan menghindari iritasi lainnya.

Salah satu contoh gel yang bisa digunakan adalah vaseline, karena harga cukup murah dan biasanya mengandung lebih sedikit pewarna atau parfum. Nah, untuk mencegah ruam berkembang menjadi lebih parah, maka sebaiknya segera aplikasikan krim atau gel ini, ya!

Perawatan yang harus dihindari

Ketika melakukan perawatan untuk mencegah atau mengatasi ruam popok, Moms disarankan untuk menghindari produk dengan pewangi karena bisa memperburuk kondisi kulit.

Selain itu, kenakan juga pakaian yang tidak terlalu ketat pada bayi agar terhindar dari perkembangan bakteri akibat lembab dan panas.

Hindari juga penggunaan bedak bayi karena bisa membahayakan paru-paru ketika tidak sengaja menghirupnya. Segera periksakan ke dokter jika ruam tidak kunjung sembuh atau semakin parah untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.

Pengobatan alternatif untuk masalah ruam akibat popok

Jika tips perawatan di atas belum bisa mengurangi iritasi atau ruam pada kulit, maka bisa dilakukan pengobatan secara alternatif. Beberapa perawatan alternatif yang bisa dilakukan, antara lain:

Calendula dan lidah buaya

Lidah buaya serta calendula diketahui bisa membantu mengurangi ruam popok pada bayi dengan efektif. Gunakan gel yang terbuat dari lidah buaya atau calendula secara rutin untuk mendapatkan hasil maksimal.

Air susu ibu

Menggunakan air susu ibu atau ASI pada area yang terkena ruam bisa membantu meringankan gejala. Namun, perlu dikombinasikan juga dengan krim kortikosteroid untuk mempercepat penyembuhan gejala.

Baca juga: Memantau Perkembangan Janin dalam Kandungan Berdasarkan Trimester

Kapan waktu tepat untuk menemui dokter?

Waktu tepat untuk menemui dokter adalah jika ruam bertambah parah dan tidak merespons pengobatan dalam dua atau tiga hari. Selain itu, segera bawa bayi ke dokter apabila bayi mengalami demam, berdarah, gatal dan nyeri ketika buang air kecil.

Periksakan segera bersama dokter ahli untuk didiagnosis jika melihat gejala-gejala seperti di atas. Biasanya, dokter akan meresepkan krim lain seperti anti jamur atau anti bakteri untuk membantu menyembuhkan ruam parah.

Permasalahan kesehatan lainnya pada bayi bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 16 Juni 2020. Tips for Treating Diaper Rash
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 16 juni 2020. Diaper rash
  3. Webmd (2019), diakses 16 Juni 2020. Your Baby’s Diaper Rash
    register-docotr